Jeddah, persis.or.id - Para jemaah haji Indonesia diimbau untuk menjaga kesehatan fisiknya ketika pelaksanaan puncak haji pada akhir bulan Juni ini.
Pasalnya, kondisi cuaca di Makkah saat ini cukup panas sehingga perlu diantisipasi dengan baik oleh para jemaah. Salah satu hal yang bisa dilakukan para jemaah adalah tidak memporsir tenaga untuk melaksanakan ibadah yang sunah di Masjidil Haram.
Para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus melakukan edukasi kepada para jemaah haji untuk tetap menjaga kondisi dan tidak melakukan aktivitas yang berat. Bahkan jika fisik tidak memungkinkan, maka Ibadah di hotel atau masjid sekitar hotel lebih diutamakan.
"Jemaah diharapkan bisa menyimpan tenaganya dengan baik untuk pelaksanaan puncak haji nanti. Jangan melakukan aktivitas berat dan apabila tidak memungkinkan maka lebih baik beribadah di hotel saja," kata Direktur Bina Haji Kementrian Agama RI, Arsad Hidayat, Sabtu (17/6/2023)
Menurutnya, pelaksanaan ibadah membutuhkan kekuatan fisik yang prima. Selain wukuf di Arafah, jemaah haji akan melaksanakan nabit di Muzdalifah dan melontar jumrah di Mina.
"Pelaksanaan wukuf di Arafah itu sangat penting. Makanya kita siapkan tenaga kita supaya bisa prima pada pelaksanaan puncak haji nanti. Jangan kita porsir sekarang, nanti waktu wukuf kita drop", ungkapnya.
Menjelang Wukuf di Arafah, para petugas kesehatan sigap melakukan pemeriksaan. Kemenag bahkan siapkan layanan pos kesehatan satelit hampir di seluruh hotel yang ada di Mekkah.
Hal ini dilakukan untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan layanan haji ramah lansia. Semua jemaah haji yang ingin mengakses layanan kesehatan menjadi lebih dekat dan mudah.
"Saya meninjau beberapa sektor sudah ada layanan satelit yang ada di hotel-hotel. Jemaah turun dari kamar, di lantai paling bawah ada layanan satelit bisa periksa tensi dan cek gula darah. Mereka jadi sadar betul akan kesehatannya untuk tekan angka kematian, tenaga kesehatan juga lakukan antisipasi supaya tidak terjadi kegawatdaruratan," terangnya.
Berdasarkan data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat),
hingga Kamis (15/6/2023), sebanyak 399 kloter dengan jumlah 151.791 jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji. (/ARF)