Nilai-nilai dasar Islam pun menjadi fondasi utama dalam membangun kebersamaan antaranggota HIPPI. Prinsip Ta’aruf, Tafahum, dan Ta’awun terus ditanamkan dalam setiap aktivitas organisasi.
“Ta’aruf, Tafahum, dan Ta’awun harus menjadi ruh gerakan HIPPI,” ujar Cucu.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk berlomba-lomba memberikan kontribusi terbaik tanpa dilandasi ego pribadi. Menurutnya, kedewasaan sikap menjadi kunci keberhasilan organisasi.
“Kita harus berlomba untuk berperan, bukan baperan,” katanya disambut antusias peserta Rakernas.
Cucu menambahkan bahwa saat ini HIPPI telah memasuki fase Ta’awun yang lebih konkret, yakni saling membantu dan menguatkan antaranggota. Kolaborasi menjadi kata kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
“Sekarang kita sudah berada pada tahap ta’awun untuk saling membantu,” jelasnya.
Ke depan, HIPPI juga tengah menyiapkan konsep Takaful sebagai bentuk solidaritas dan jaminan bersama bagi para pengusaha anggotanya. Program ini diharapkan menjadi pembeda HIPPI dengan organisasi lain.
“Kita sedang otewe Takaful untuk saling menjamin,” ungkap Cucu.
Dalam Rakernas II ini, HIPPI menjalankan sejumlah program strategis yang berfokus pada penguatan tata kelola organisasi. Program-program tersebut disiapkan agar HIPPI semakin profesional dan kredibel.
“Di Rakernas II ini kita sedang menjalankan beberapa program penting,” katanya.
Salah satu agenda utama Rakernas adalah pengukuhan perangkat tata kelola HIPPI, termasuk penyusunan AD/ART, pedoman investasi, serta pedoman kerja sama internal dan eksternal. Cucu menegaskan bahwa keanggotaan HIPPI harus memiliki nilai tambah.
“Pengusaha yang masuk HIPPI harus punya nilai lebih, baik secara etika maupun kontribusi,” pungkasnya. []
BACA JUGA:HIPPI Salurkan Bantuan Rp206 Juta Lewat LAZ PERSIS untuk Korban Bencana di Wilayah Sumatera