Apresiasi juga disampaikan Mudir 'Am Pesantren PERSIS 45 Rahayu, H.M. Nurdin. Ia mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas prestasi yang diraih Alfan. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hal luar biasa yang patut diapresiasi, terlebih karena Alfan mampu menunjukkan kapasitas dan potensinya di tengah kesibukan sebagai seorang santri.
"Kami mengucapkan selamat dan alhamdulillah atas prestasi yang diraih oleh santri kami, Alfan. Semoga dia dapat terus mengembangkan potensinya ke tingkat yang lebih tinggi," ungkap H.M. Nurdin.
Meraih gelar juara tidak lantas membuat Alfan berpuas diri. Ia justru menjadikan pencapaian tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menapaki jenjang sepak bola yang lebih tinggi. Cita-citanya adalah menjadi pemain sepak bola profesional, membela Persib Bandung di tim senior, hingga suatu saat mendapatkan kesempatan memperkuat Tim Nasional Indonesia.
Meski memiliki cita-cita besar di dunia sepak bola, Alfan tetap menyadari tanggung jawab utamanya sebagai pelajar sekaligus santri. Ia memandang bahwa prestasi olahraga harus tetap berjalan beriringan dengan pendidikan, pembinaan keagamaan, serta kewajiban sebagai seorang muslim.
Prestasi Alfan menjadi bukti bahwa santri memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk olahraga.
Lingkungan pesantren tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi, melainkan dapat menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam mengembangkan potensi diri.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus menggali kemampuan, berani mengambil peluang, dan mengukir prestasi tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan.
Sebab, menjadi santri bukan berarti membatasi diri pada satu bidang, melainkan mempersiapkan diri untuk memberikan manfaat dan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
[]
BACA JUGA:Santri PPI 282 Cileutik Luncurkan Buku Kedua Bersama Mahasiswa UPI