Kabupaten Bandung, persis.or.id - Pimpinan Daerah (PD) Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung menggelar Talkshow ‘Jejak Juang Para Pendahulu’ yang dirangkaikan dengan launching buku ‘Perempuan dalam Simpul Kehidupan’ sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penyerta Musyawarah Daerah (MUSDA) XI di Gedung Moh. Toha, Soreang, Ahad (19/7/2026).
Hal ini berangkat dari upaya mempertahankan semangat perjuangan yang tidak hanya diwariskan melalui catatan sejarah, tetapi juga melalui kisah, keteladanan, dan nilai yang terus hidup di setiap generasi.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi kader untuk belajar dari pengalaman para pendahulu sekaligus memperkuat komitmen dalam melanjutkan estafet perjuangan dakwah di lingkungan jam'iyyah.
Sementara itu, peluncuran buku Perempuan dalam Simpul Kehidupan menjadi wujud ikhtiar meninggalkan warisan pemikiran dan dakwah melalui karya tulis yang dapat terus memberikan manfaat lintas generasi.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pemudi PERSIS, dilanjutkan sambutan Ketua Panitia MUSDA XI, Pipik Ropikoh, serta Ketua PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung, Desyanti Nurhayati.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia MUSDA XI, Pipik Ropikoh, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan penyerta MUSDA yang menghadirkan dua agenda penting tersebut.
"Alhamdulillah pada hari ini kita masih diberikan nikmat sehat dan waktu luang untuk berkumpul dalam agenda istimewa sebagai rangkaian acara penyerta MUSDA PD Pemudi PERSIS, yaitu talkshow Jejak Juang Para Pendahulu dan launching buku Perempuan dalam Simpul Kehidupan," ujarnya.
Pipik menjelaskan bahwa melalui talkshow tersebut, para kader tidak sekadar diajak mengenang masa lalu, tetapi juga mengambil ibrah, pengalaman, strategi, serta semangat perjuangan para pendahulu dalam berjihad di jalan dakwah.
Menurutnya, para ketua terdahulu merupakan cermin perjuangan, penunjuk jejak, sekaligus bukti bahwa siapa pun yang istiqamah berada di jalan dakwah akan senantiasa memperoleh pertolongan Allah Swt.
Ia berharap forum tersebut mampu menjadi motivasi bagi para kader untuk terus berjihad di jam'iyyah, melahirkan berbagai inovasi dalam dakwah, serta meneladani keteguhan hati para pendahulu dalam mengemban amanah organisasi.
Pipik juga menyampaikan bahwa peluncuran buku Perempuan dalam Simpul Kehidupan merupakan bukti nyata komitmen PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung untuk meninggalkan jejak dakwah yang memberi manfaat secara berkelanjutan.
Menurutnya, tulisan-tulisan yang dihimpun dalam buku tersebut lahir dari renungan, pengalaman, pengamatan terhadap realitas, serta keinginan tulus untuk mengajak kaum perempuan berjalan di jalan Allah dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan.
Ia berharap buku tersebut tidak hanya menjadi koleksi di rak, tetapi juga menjadi bacaan yang mencerahkan, rujukan dalam pembinaan, serta cahaya yang menuntun langkah dakwah di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung, Desyanti Nurhayati, menegaskan bahwa talkshow tersebut bukan sekadar menjadi ruang mengenang perjalanan organisasi, tetapi merupakan ikhtiar untuk mewariskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus.
"Jejak juang bukanlah sekadar mengetahui sejarah, menghafal nama para ketua, atau mengenang masa lalu. Jejak juang adalah nilai yang diwariskan, ruh yang dihidupkan, dan amanah yang harus diteruskan," ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa setiap generasi memiliki tantangan yang berbeda. Jika para pendahulu diuji dengan berbagai keterbatasan, maka generasi saat ini menghadapi tantangan berupa kemudahan yang berpotensi mengikis semangat pengorbanan.
Karena itu, kaderisasi tidak cukup hanya memindahkan pengetahuan, tetapi juga harus menanamkan nilai, keteladanan, serta komitmen dalam berkhidmat di jam'iyyah.
Acara talkshow tersebut menghadirkan para Ketua Demisioner PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung dari berbagai periode kepengurusan.
Melalui forum tersebut, peserta diajak menelusuri perjalanan organisasi, memahami dinamika perjuangan para pendahulu, serta menyerap pengalaman dan hikmah sebagai bekal dalam melanjutkan estafet kepemimpinan dan dakwah.
Selain menjadi ruang berbagi pengalaman, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi bagi para kader untuk terus menjaga keikhlasan, istiqamah, serta semangat pengabdian dalam menjalankan amanah organisasi.
Pada kesempatan yang sama, Desyanti menegaskan bahwa peluncuran buku Perempuan dalam Simpul Kehidupan bukan sekadar menghadirkan sebuah karya, melainkan menjadi ikhtiar meninggalkan jejak yang bermanfaat bagi generasi berikutnya.
"Sesungguhnya hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah buku. Hari ini kita sedang menitipkan jejak kepada masa depan," tuturnya.
Ia berharap buku tersebut tidak hanya menjadi koleksi di rak, tetapi juga dibaca, didiskusikan, dan dimanfaatkan sebagai bahan pembinaan sehingga mampu menginspirasi lahirnya karya-karya dakwah lainnya.
Menurutnya, dakwah tidak hanya dilakukan melalui lisan (bil lisan), tetapi juga melalui tulisan (bil qalam) yang manfaatnya dapat terus dirasakan lintas generasi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada para narasumber dan sesi foto bersama.
Melalui kegiatan ini, PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung berharap semangat perjuangan para pendahulu tidak berhenti sebagai bagian dari sejarah, melainkan terus hidup melalui kader-kader yang berilmu, berakhlak, istiqamah dalam berkhidmat, serta mampu menghadirkan manfaat bagi umat.
[]
Kontributor: Resty Nurwahyuni (Tim Kominfo PD Pemudi PERSIS Kab. Bandung)
BACA JUGA:Gelar Pelatihan Jurnalistik, PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung Optimis Lahirkan Jurnalis Beradab dan Bermartabat