Tafsir Al-Furqan Surat Al-Ahzab Ayat 1-20

oleh Asep Sofyan Nurdin

25 Februari 2026 | 10:04

Tafsir Al-Furqan Surat Al-Ahzab Ayat 1-20

الأحزاب

AL-AHZAB

(GOLONGAN-GOLONGAN)

Surah ke 33: 73 Ayat

Diwahyukan di MADINAH

Juz 21

Ayat 1-20


بسم الله الرحمن الرحيم


﴿ يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللّٰهَ وَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَالْمُنٰفِقِيْنَ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ ١ ﴾


1. Hai Nabi! Berbaktilah kepada Allah, dan janganlah engkau taat kepada kafir-kafir dan munafik-munafik; sesungguhnya adalah Allah Mengetahui, Bijaksana.


﴿ وَّاتَّبِعْ مَا يُوْحٰىٓ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًاۙ ٢ ﴾


2. Dan turutlah apa-apa yang diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; sesungguhnya Allah itu adalah amat sadar kepada apa-apa yang kamu kerjakan.


﴿ وَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلًا ٣ ﴾


3. Dan berserah dirilah kepada Allah, karena cukuplah Allah sebagai Pemelihara.


﴿ مَا جَعَلَ اللّٰهُ لِرَجُلٍ مِّنْ قَلْبَيْنِ فِيْ جَوْفِهٖ ۚوَمَا جَعَلَ اَزْوَاجَكُمُ الّٰـِٕۤيْ تُظٰهِرُوْنَ مِنْهُنَّ اُمَّهٰتِكُمْ ۚوَمَا جَعَلَ اَدْعِيَاۤءَكُمْ اَبْنَاۤءَكُمْۗ ذٰلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِاَفْوَاهِكُمْ ۗوَاللّٰهُ يَقُوْلُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِى السَّبِيْلَ ٤ ﴾


4. Allah tidak jadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya;3005) dan tidak Ia jadikan istri-istri kamu yang kamu zhiharkan3006) itu sebagai ibu-ibu kamu; dan Ia tidak jadikan anak-anak angkat kamu sebagai anak-anak (betul) kamu; yang demikian itu omongan-omongan kamu dengan mulut-mulut kamu; dan Allah katakan yang benar; dan Ia memimpin ke jalan (yang betul).


3005) Allah tidak jadikan dua hati dalam satu tubuh itu maksudnya; bahwa tidak bisa seorang berbakti kepada Allah dan berbakti begitu juga kepada lain-Nya;

Bahwa tidak bisa seorang istri jadi Ibu lantaran dikatakan seperti ibu, bahwa tidak isa seorang anak piara menjadi anak betul.

3006) Menurut adat jahiliyah, bahwa apabila seorang berkata kepada istrinya: “engkau buatku seperti belakang ibu-ku”, maka perempuan itu jadi haram buat dia selama-lamanya. Islam tidak haramkan, tetapi hendaklah si suami bayar denda dengan merdekakan seorang hamba; kalau tidak bisa, hendaklah ia puasa dua bulan berturut-turut; kalau tidak bisa, hendaklah ia beri makan enam puluh miskin.


﴿ اُدْعُوْهُمْ لِاٰبَاۤىِٕهِمْ هُوَ اَقْسَطُ عِنْدَ اللّٰهِ ۚ فَاِنْ لَّمْ تَعْلَمُوْٓا اٰبَاۤءَهُمْ فَاِخْوَانُكُمْ فِى الدِّيْنِ وَمَوَالِيْكُمْ ۗوَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيْمَآ اَخْطَأْتُمْ بِهٖ وَلٰكِنْ مَّا تَعَمَّدَتْ قُلُوْبُكُمْ ۗوَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ٥ ﴾


5. Panggillah mereka dengan (menggunakan) nama bapa-bapa mereka.3007) karena ia itu lebih adil di sisi Allah; tetapi jika kamu tidak tahu bapa-bapa mereka, maka (mereka) saudara-saudara kamu di Agama dan maula-maula 3008) kamu; dan tidak (terhitung dosa) atas kamu di tentang sesuatu yang kamu keliru padanya, tetapi di tentang sesuatu yang disengaja oleh hati kamu, karena adalah Allah itu Pengampun, Penyayang.

3007) Anak-anak piara itu hendaklah kamu panggil dengan menyebut nama bapa-bapa mereka.

3008) Maula itu orang piaraan, orang yang berlindung, penumpang, pengikut dan sebagainya.


﴿ اَلنَّبِيُّ اَوْلٰى بِالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ اَنْفُسِهِمْ وَاَزْوَاجُهٗٓ اُمَّهٰتُهُمْ ۗوَاُولُوا الْاَرْحَامِ بَعْضُهُمْ اَوْلٰى بِبَعْضٍ فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ اِلَّآ اَنْ تَفْعَلُوْٓا اِلٰٓى اَوْلِيَاۤىِٕكُمْ مَّعْرُوْفًا ۗ كَانَ ذٰلِكَ فِى الْكِتٰبِ مَسْطُوْرًا ٦ ﴾


6. Nabi itu lebih hampir kepada Mukminin dari pada diri mereka sendiri3009) dan istri-istrinya itu ibu-ibu mereka; dan ulul arham itu sebagian dari mereka lebih hampir kepada sebahagian di kitab Allah dari pada mukminin dan muhajirin.3010) kecuali kalau kamu mau berbuat kebaikan kepada saudara-saudara (seagama) kamu;3011) adalah yang demikian itu tertulis di kitab Allah.3012)


3009) Nabi lebih hampir kepada seorang mukmin dari pada kehampiran mereka antara seorang dengan yang lain, yang berarti: Nabi boleh berbuat apa saja di harta benda mereka, walaupun belum pernah Nabi berbuat.

3010) Menurut kitab Allah, Al-Qur’an bahwa seseorang lebih hampir kepada ulul arhamnya (keluarganya) dari pada kehampirannya kepada Muminin dan Muhajirin yang bukan keluarganya.

3011) Kalau kamu berwasiat buat kebaikan seseorang melebihi ulul arham, maka barulah ada kelebihan di luar keluarga.

3012) Ialah Al-Qur’an ini.


﴿ وَاِذْ اَخَذْنَا مِنَ النَّبِيّٖنَ مِيْثَاقَهُمْ وَمِنْكَ وَمِنْ نُّوْحٍ وَّاِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۖوَاَخَذْنَا مِنْهُمْ مِّيْثَاقًا غَلِيْظًاۙ ٧ ﴾


7. Dan (ingatlah) tatkala Kami ambil dari nabi-nabi, perjanjian mereka dan dari pada-mu dan dari Nuh dan Ibrahim dan Musa dan Isa anak Maryam, dan Kami telah ambil dari mereka perjanian3013) yang teguh.

3013) Perjanjian itu ialah kesanggupan menyampaikan agama Allah kepada umat masing-masing.


﴿ لِّيَسْـَٔلَ الصّٰدِقِيْنَ عَنْ صِدْقِهِمْ ۚوَاَعَدَّ لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا اَلِيْمًا ࣖ ٨ ﴾


8. Untuk Ia memeriksa orang-orang yang benar darihal kebenaran mereka; dan Ia telah sediakan bagi kafir-kafir itu ‘adzab yang pedih.3014)


3014) Allah ambil perjanjian dari nabi-nabi supaya mereka sampaikan agama Allah kepada umat masing-masing itu, ialah supaya jadi satu bukti bahwa agama Allah betul-betul telah sampai kepada mereka. Setelah itu, di hari Kiamat, Allah akan periksa orang-orang yang benar beriman dari hal kebenaran mereka dalam agama Allah, lalu diganjari dengan ganjaran yang baik, sedang buat kafir-kafir yang tidak mau terima agama itu, dikasih siksaan yang pedih.


﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ جَاۤءَتْكُمْ جُنُوْدٌ فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا وَّجُنُوْدًا لَّمْ تَرَوْهَا ۗوَكَانَ اللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرًاۚ ٩ ﴾


9. Hai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah atas kamu tatkala datang kepada kamu tentara-tentara,3015) lalu Kami kirim kepada mereka angin dan tentara-tentara yang kamu tidak dapat melihatnya,3016) karena adalah Allah Melihat apa yang kamu kerjakan.

3015) Tentara-tentara itu ialah “Ahzab”; beberapa golongan dari Qurasiy, Gathfan, Yahudi Kuraizhah dan Yahudi Nadlir di Madinah dalam peperangan Khandaq: parit.


﴿ اِذْ جَاۤءُوْكُمْ مِّنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ اَسْفَلَ مِنْكُمْ وَاِذْ زَاغَتِ الْاَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوْبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّوْنَ بِاللّٰهِ الظُّنُوْنَا۠ ۗ ١٠ ﴾


10. (Yaitu) tatkala mereka datang kepada kamu dari sebelah atas kamu dan dari sebelah bawah kamu,3017) dan tatkala berpaling pemandangan-pemandangan,3018) dan sampai hati itu ke tenggorokan-tenggorokan3019) dan kamu adakan macam-macam sangkaan terhadap Allah.3020)

3017) Maksudnya, sebelah atas lembah, dan sebelah bawahnya.

3018) yakni, pemandangan-pemandangan jadi bingung.

3019) maksudnya, sangat takut sampai seolah-olah hati naik ke tenggorokan hingga tak bisa bernafas.

3020) yakni, kamu adakan sangkaan baik dan tidak baik terhadap Allah, menurut tebal tipisnya iman-iman kamu.


﴿ هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُوْنَ وَزُلْزِلُوْا زِلْزَالًا شَدِيْدًا ١١ ﴾


11. Di situlah diuji Mukminun dan digoncang mereka satu goncangan yang keras.


﴿ وَاِذْ يَقُوْلُ الْمُنٰفِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ مَّا وَعَدَنَا اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗٓ اِلَّا غُرُوْرًا ١٢ ﴾


12. Dan (ingatlah) tatkala orang-orang munafik dan orang-orang yang di hatinya ada penyakit berkata: “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kita melainkan tipuan”.


﴿ وَاِذْ قَالَتْ طَّاۤىِٕفَةٌ مِّنْهُمْ يٰٓاَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوْا ۚوَيَسْتَأْذِنُ فَرِيْقٌ مِّنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُوْلُوْنَ اِنَّ بُيُوْتَنَا عَوْرَةٌ ۗوَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ ۗاِنْ يُّرِيْدُوْنَ اِلَّا فِرَارًا ١٣ ﴾


13. Dan (ingatlah) tatkala segolongan dari mereka (yang munafik) itu berkata: “Hai penduduk Yatsrib,3021) tidak ada tempat bagi kamu, maka kembalilah;” dan segolongan dari mereka (juga) minta diri dari Nabi dengan perkataan: “Sesungguhnya rumah-rumah kami itu kosong”, padahal ia tidak kosong; mereka tidak bermaksud melainkan lari.3022)


3021) Sebelum Nabi SAW, namakan Madinah, kota itu dinamakan Yatsrib.

3022) Dalam tentara Islam, di peperangan khandaq (parit) ada kaum munafik di waktu tentara Islam dapat serangan hebat, ketua mereka berseru: “Hai ahli Madinah! Ini bukan tempat yang kamu mesti berkurban! Marilah pulang ke Madinah!” ada pula segolongan munafik minta idzin dari Nabi untuk pulang karena rumah-rumahnya tidak ada yang jaga. Ini dusta. Sebenarnya, mereka mau lari. Biasanya kalau nampak kemenangan, baru mereka tetap untuk mendapat rampasan perang.


﴿ وَلَوْ دُخِلَتْ عَلَيْهِمْ مِّنْ اَقْطَارِهَا ثُمَّ سُىِٕلُوا الْفِتْنَةَ لَاٰتَوْهَا وَمَا تَلَبَّثُوْا بِهَآ اِلَّا يَسِيْرًا ١٤ ﴾


14. Dan jika diserang mereka dari segala jurusannya, kemudian mereka diminta mengadakan fitnah, niscaya mereka kerjakan; dan tidak akan mereka berhenti melainkan sebentar.3023)

3023) Mereka yang munafik ini, jika diserang oleh Ahzab yang terdiri dari Quraisy, Gathfan, Quraizhah, Nadlir, dan lainnya, dari segala jurusan Madinah, lalu mereka ini diminta supaya membikin kerusuhan dan fitnah terhadap kaum Muslimin, niscaya mereka ini kerjakan, dan tidak akan mereka ini berhenti melainkan sebentar.


﴿ وَلَقَدْ كَانُوْا عَاهَدُوا اللّٰهَ مِنْ قَبْلُ لَا يُوَلُّوْنَ الْاَدْبَارَ ۗوَكَانَ عَهْدُ اللّٰهِ مَسْـُٔوْلًا ١٥ ﴾


15. Padahal sesungguhnya mereka telah berjanji kepada Allah sebelum ini,3024) bahwa mereka tidak akan berpaling belakang, sedang perjanjian (dengan) Allah itu akan dituntut.

3024) dalam golongan Muslimin itu ada Bani Haritsah. Mereka ini pernah lari dalam perang Uhud. Sesudah itu mereka bertobat dan berjanji tidak akan lari lagi.


﴿ قُلْ لَّنْ يَّنْفَعَكُمُ الْفِرَارُ اِنْ فَرَرْتُمْ مِّنَ الْمَوْتِ اَوِ الْقَتْلِ وَاِذًا لَّا تُمَتَّعُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا ١٦ ﴾


16. Khabarkanlah: “Tidak akan berfaedah bagi kamu pelarian kamu lari dari kematian atau (dari) terbunuh karena, di waktu itu kamu tidak akan dibiarkan bersenang-senang melainkan sebentar”.


﴿ قُلْ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَعْصِمُكُمْ مِّنَ اللّٰهِ اِنْ اَرَادَ بِكُمْ سُوْۤءًا اَوْ اَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً ۗوَلَا يَجِدُوْنَ لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا ١٧ ﴾


17. Tanyalah: “Siapakah yang bisa melindungi kamu dari Allah jika Ia mau (kena)-kan ‘adzab kepada kamu atau Ia maukan rahmat bagi kamu?” Dan mereka tidak akan mendapat untuk mereka pengurus dan tidak penolong selain Allah.


﴿ ۞ قَدْ يَعْلَمُ اللّٰهُ الْمُعَوِّقِيْنَ مِنْكُمْ وَالْقَاۤىِٕلِيْنَ لِاِخْوَانِهِمْ هَلُمَّ اِلَيْنَا ۚوَلَا يَأْتُوْنَ الْبَأْسَ اِلَّا قَلِيْلًاۙ ١٨ ﴾


18. Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang dari kamu, yang menghalangi3025) dan orang-orang yang berkata kepada saudaranya: “Marilah kepada kami”, dan mereka tidak menghadiri peperangan melainkan sedikit.

3025) Yakni, menghalangi manusia dari pada beragama Islam.


﴿ اَشِحَّةً عَلَيْكُمْ ۖ فَاِذَا جَاۤءَ الْخَوْفُ رَاَيْتَهُمْ يَنْظُرُوْنَ اِلَيْكَ تَدُوْرُ اَعْيُنُهُمْ كَالَّذِيْ يُغْشٰى عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِۚ فَاِذَا ذَهَبَ الْخَوْفُ سَلَقُوْكُمْ بِاَلْسِنَةٍ حِدَادٍ اَشِحَّةً عَلَى الْخَيْرِۗ اُولٰۤىِٕكَ لَمْ يُؤْمِنُوْا فَاَحْبَطَ اللّٰهُ اَعْمَالَهُمْۗ وَكَانَ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرًا ١٩ ﴾


19. (Mereka) kikir atas kamu;3026) maka apabila datang ketakutan,3027) engkau bisa melihat mereka memandangmu3028) dalam keadaan mata mereka beredar seperti orang yang pingsan hampir mat; tetapi apabila hilang ketakutan, mereka cakar kamu3029) dengan lidah-lidah yang tajam, sedang (mereka) sangat tamak atas harta (rampasan).3030) Mereka itu tidak beriman; maka Allah telah gugurkan ‘amal-amal mereka;3031) dan adalah yang demikian mudah atas Allah.


3026) Mereka bakhil pada memberi bantuan kepada kamu, kaum Muslimin.

3027) Ketakutan: Bahaya kekalahan.

3028) Memandangmu: Memandang Muhammad.

3029) Kamu: Kaum Muslimin.

3030) Orang-orang munafik itu tidak bantu Muslimin dengan harta benda dan tidak dengan tenaga, tetapi kalau dapat harta rampasan perang, kelihatan sangat kegelojohan mereka.

3031) Lantaran mereka tidak beriman, maka apa saja amal baik yang sudah mereka kerjakan, tidak dianggap oleh Allah.


﴿ يَحْسَبُوْنَ الْاَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُوْا ۚوَاِنْ يَّأْتِ الْاَحْزَابُ يَوَدُّوْا لَوْ اَنَّهُمْ بَادُوْنَ فِى الْاَعْرَابِ يَسْاَلُوْنَ عَنْ اَنْۢبَاۤىِٕكُمْ ۗوَلَوْ كَانُوْا فِيْكُمْ مَّا قٰتَلُوْٓا اِلَّا قَلِيْلًا ࣖ ٢٠ ﴾


20. Mereka sangka golongan-golongan itu belum pergi; dan jika golongan-golongan itu datang, mereka suka kalau mereka di desa di antara orang-orang baduwi menanyakan khabar-khabar kamu;3032) dan jika mereka ada di antara kamu, tidak akan mereka berperang melainkan sedikit (dari mereka).

3032) Oleh sebab sangat penakut, maka golongan-golongan musuh Islam yang sudah pecah belah dan lari itu, disangka oleh golongan munafik bahwa mereka masih ada.




BACA JUGA:

Tafsir Al-Furqan Surat As-Sajdah Ayat 18-30