Kabupaten Bandung, persis.or.id — Keberhasilan Alfan Rizqi Mutho, santri kelas X-A Pesantren PERSIS 45 Rahayu, menjadi bagian dari skuad Persib Bandung U-15 yang menjuarai Piala Soeratin 2026 tidak terlepas dari proses pembinaan dan dukungan keluarga.
Kompetisi yang berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 23 Oktober 2026 tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan karier Alfan yang telah menekuni sepak bola sejak usia dini.
Ketertarikan Alfan terhadap sepak bola bermula ketika duduk di kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI). Saat itu, Ia kerap bermain bola bersama teman-temannya di halaman sekolah ketika waktu istirahat.
Melihat minat tersebut, H. Hendi, ayah Alfan, mulai mengupayakan fasilitas pembinaan agar putranya dapat menekuni sepak bola secara lebih serius.
Setelah sempat mengalami kesulitan mencari Sekolah Sepak Bola (SSB) dengan lokasi terjangkau, keluarga akhirnya menemukan tempat pembinaan di kawasan Taman Kopo Indah.
"Awalnya Alfan suka bermain bola sejak kelas IV MI di halaman sekolah setiap jam istirahat. Lama-kelamaan dia ingin belajar sepak bola lebih serius. Kami sempat kebingungan mencari SSB terdekat, hingga akhirnya ditemukan SSB di daerah Taman Kopo Indah," kenang H. Hendi.
Selama mengikuti pembinaan, kemampuan Alfan dalam menguasai teknik dasar sepak bola, seperti passing, keeping dan dribbling, menunjukkan perkembangan. Kondisi tersebut semakin menguatkan keputusan keluarga untuk mendukung Alfan menekuni olahraga tersebut.
Dukungan keluarga membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit. H. Hendi menyebut biaya latihan, kebutuhan logistik, serta keperluan pertandingan di luar kota menjadi sejumlah kebutuhan yang harus dipenuhi.
Selain itu, keluarga juga harus mengatur waktu untuk mengantar dan menjemput Alfan mengikuti latihan, meskipun terkadang berbenturan dengan pekerjaan.
"Bentuk dukungan kami adalah selalu berusaha memberikan yang terbaik buat Alfan. Biaya SSB dan logistik tidak sedikit, apalagi ketika dia bertanding di luar kota. Belum lagi waktu untuk antar-jemput latihan yang terkadang berbenturan dengan pekerjaan. Namun, semua itu kami lakukan demi mendukung keinginan dan harapan Alfan," ungkapnya.
Tantangan lain muncul ketika Alfan mulai menempuh pendidikan di Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) 45 Rahayu. Jadwal pendidikan dan kegiatan pesantren harus diselaraskan dengan agenda latihan maupun kompetisi sepak bola. Bahkan, menurut H. Hendi, pelatih Alfan pernah menyarankan agar putranya memilih antara melanjutkan pendidikan pesantren atau menekuni sepak bola.
Meski demikian, keluarga tetap berupaya mempertahankan keduanya. Koordinasi dengan pihak pesantren dilakukan agar Alfan dapat menjalani kewajiban pendidikan sekaligus mengikuti pembinaan sepak bola.
Upaya tersebut berlanjut hingga Alfan berhasil melewati tahapan seleksi dan bergabung dengan Persib U-15. Ia kemudian menjadi bagian dari skuad yang meraih gelar juara Piala Soeratin 2026. Bagi keluarga, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang, mulai dari pembinaan awal, persiapan seleksi, hingga kompetisi tingkat nasional.
"Tentunya perasaan kami sangat bangga. Mengingat perjuangan untuk masuk tim Persib U-15 saja sudah sangat sulit, dimulai dari tes fisik dan seleksi lainnya. Menjuarai Piala Soeratin ini menjadi buah dari ikhtiar yang telah diusahakan bersama," tutur H. Hendi.
Di tengah keberhasilan tersebut, H. Hendi menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas bagi Alfan.
Ia berharap putranya tidak hanya berkembang sebagai pemain sepak bola, tetapi juga mampu menyelesaikan pendidikan dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim. "Sepak bola nomor satu, namun sekolah dan belajar adalah yang utama," tegasnya.
Ia juga mengingatkan Alfan agar tidak mengesampingkan ibadah meskipun kelak memiliki kesibukan dan pencapaian yang lebih tinggi. "Sehebat apa pun Alfan nanti, sesibuk apa pun Alfan nanti, salat dan ibadah lainnya tetap harus menjadi prioritas," tambahnya.
BACA JUGA:Santri Pesantren PERSIS 45 Rahayu Antar Persib U-15 Raih Gelar Juara di Piala Soeratin 2026, Membanggakan