Pameungpeuk, persis.or.id - Sebanyak 160 peserta tercatat mengikuti kegiatan Masa Ta’aruf (Ma’ruf) XLIII yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Pemudi Persatuan Islam (PD PERSIS) Kabupaten Bandung.
Dalam kegiatan yang bertajuk “Menumbuhkan Generasi Pemudi PERSIS yang Tangguh, Berilmu, dan Berintegritas demi Terwujudnya Pemudi Cerdas Berakhlakul Karimah" ini, para peserta berasal dari 20 Pimpinan Cabang (PC) Pemudi PERSIS se-Kabupaten Bandung.
Ma’ruf XLIII menjadi agenda kaderisasi awal bagi anggota Pemudi PERSIS, sebagai ruang pengenalan organisasi sekaligus penanaman nilai perjuangan, ukhuwah, dan tanggung jawab dakwah.
Dilaksanakan pada Ahad, 28 Desember 2025, kegiatan ini berlangsung di Aula PD PERSIS Kabupaten Bandung dan Mu’allimin PPI 3 Pameungpeuk.
Ketua Pelaksana Ma’ruf XLIII, Sani Nurjanah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini, serta mengapresiasi antusiasme peserta yang hadir dari berbagai PC.
Ia menegaskan bahwa Masa Ta’aruf bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah strategis untuk membangun semangat kebersamaan, menumbuhkan rasa memiliki terhadap organisasi, serta menanamkan nilai-nilai perjuangan Pemudi PERSIS.
Menurutnya, tantangan Pemudi PERSIS di era digital saat ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek moral, intelektual, dan spiritual.
“Pemudi yang tangguh adalah pemudi yang kokoh imannya, kuat mentalnya, dan teguh prinsipnya. Pemudi yang berilmu menjadikan ilmu sebagai cahaya kehidupan, sementara integritas menjadi kompas dalam setiap langkah,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui Ma’ruf XLIII ini akan lahir generasi Pemudi PERSIS yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mulia akhlaknya serta siap berkontribusi nyata bagi umat dan masyarakat.
Di sisi lain, Ketua PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung, Desyanti Nurhayati, menyampaikan bahwa Ma’ruf XLIII merupakan agenda Ma’ruf kedua di masa jihad kepengurusannya.
Kegiatan ini juga sekaligus menjadi momentum yang membahagiakan, karena menandai keberlanjutan estafet perjuangan Pemudi PERSIS.
Ia menegaskan bahwa kehadiran para peserta merupakan bukti bahwa perjuangan Pemudi PERSIS tidak terputus, tetapi terus dilanjutkan oleh generasi baru.
Selain itu, tema Ma’ruf tahun ini juga ikut menegaskan posisi perempuan dalam Islam sebagai penopang peradaban, bukan sekadar pelengkap.
“Pemudi PERSIS bukan tempat yang selalu nyaman. Akan ada lelah, air mata, dan ujian keikhlasan. Namun di sinilah tempat belajar bertahan, bertumbuh, dan mencintai perjuangan,” tuturnya.
Ia berharap dari kegiatan ini lahir Pemudi-pemudi yang berani mengambil peran, setia menjaga nilai Islam, serta siap menguatkan dakwah dengan cinta, tanggung jawab, dan keikhlasan.
Melalui Ma’ruf XLIII ini, PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan setiap rangkaian kegiatan sebagai proses belajar dan penguatan diri.
Selanjutnya, masa Ta’aruf diharapkan menjadi awal perjalanan kaderisasi yang melahirkan pemudi-pemudi tangguh, berilmu, dan berintegritas, serta siap melanjutkan perjuangan dakwah Pemudi PERSIS di masa mendatang.
Kegiatan Ma’ruf XLIII ini secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua I PD PERSIS Kabupaten Bandung, Ahmad Haedar.
Dalam sambutannya, Ia mengapresiasi komitmen PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung dalam menjaga kesinambungan kaderisasi melalui Ma’ruf sebagai pintu awal pembinaan anggota.
Selain itu, Ia menekankan pentingnya kaderisasi yang terarah dan berlandaskan nilai Islam agar Pemudi PERSIS mampu melahirkan generasi pemudi yang kuat akidahnya, matang pemikirannya, serta berakhlak mulia.
Dengan mengucapkan basmalah, ia secara resmi membuka rangkaian kegiatan Ma’ruf XLIII PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung.
[]
Kontributor: Vina Rosalina (Bidgar Kominfo PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung)
BACA JUGA:PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung Respon Cepat Pembentukan PC Ibun