Sapeken – Pagerungan Kecil, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kegiatan Dauroh Bahasa Arab Angkatan ke-6 yang diselenggarakan oleh Ma'had Al Ittihad Al Islami Al Barkah resmi ditutup pada hari Ahad, 15 Maret. Program dauroh yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan keilmuan sekaligus penguatan kecintaan santriwan dan santriwati terhadap bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an.
Kegiatan penutupan berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh semangat. Para santriwan dan santriwati yang mengikuti dauroh tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga akhir. Program dauroh ini sendiri telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan Ramadhan sebagai sarana pembinaan intensif dalam pembelajaran bahasa Arab.
Dalam sambutannya, Mudir ‘Am Ma’had Al Ittihad Al Islami Al Barkah, Ust. Muhammad Shadiq Jakfar, menyampaikan pesan penting mengenai makna kesuksesan dalam kehidupan seorang muslim. Beliau menegaskan bahwa kesuksesan seseorang yang paling tinggi bukanlah diukur dari banyaknya harta yang dimiliki, bukan pula dari banyaknya keturunan, dan bukan pula dari kedudukan atau jabatan yang diraih. Namun kesuksesan yang sejati adalah ketika seseorang senantiasa tunduk dan bersujud kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap fase kehidupannya.
Beliau juga menjelaskan bahwa dauroh bahasa Arab yang dilaksanakan setiap bulan Ramadhan ini pada hakikatnya bertujuan untuk membimbing para santri agar terus belajar dan memahami pentingnya bahasa Arab dalam kehidupan keilmuan Islam. Sebagaimana diketahui, Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, sehingga bahasa Arab menjadi kunci penting untuk memahami ajaran agama secara lebih mendalam.
Melalui kegiatan ini, para santriwan dan santriwati diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga tumbuh rasa cinta terhadap bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an dan bahasa ilmu. Dauroh ini menjadi sarana awal untuk menanamkan kesadaran bahwa mempelajari bahasa Arab merupakan bekal penting dalam memahami agama Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Penutupan dauroh ini juga menjadi langkah awal bagi para santri untuk terus menggali potensi yang mereka miliki. Dengan semangat belajar yang telah ditanamkan selama kegiatan berlangsung, diharapkan para peserta dapat melanjutkan proses pembelajaran dengan lebih serius serta menjadikan bahasa Arab sebagai bagian dari perjalanan keilmuan mereka di masa yang akan datang.
Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Rumah Zakat atas dukungan dan perhatian yang telah diberikan dalam kegiatan dakwah dai pelosok. Semoga setiap kontribusi yang diberikan menjadi amal kebaikan yang terus mengalir pahalanya.
Previo Caesar Aslah
Kafilah Duat 2026. Pagerungan Kecil, Jawa Timur
BACA JUGA:IKA PPI Pajagalan Bandung Salurkan 115 Paket Sembako dan Kadeudeuh untuk Asatidz di Ramadan 1447 H