SIKAMI PERSIS Satukan Langkah Kader Mudi Kabupaten Bandung

oleh Ilmi Fadhilah

19 April 2026 | 12:44

Kader Mudi PERSATUAN Islam Kabupaten Bandung saat menjalankan kegiatan SIKAMI PERSIS.

Banjaran, persis.or.id - Menjadi ruang kolaborasi Mudi Persatuan Islam (PERSIS) Kabupaten Bandung, sebanyak 50 kader mengikuti kegiatan SIKAMI PERSIS (Silaturahmi Kader Mudi).


Kegiatan yang diselenggarakan di Villa Bumi Bunda, Ciapus, Banjaran. Pada Sabtu, 28 Maret 2026-Ahad,29 Maret 2026 ini dihadiri oleh organisasi otonom PERSIS, yakni Pemudi, HIMI, dan IPPI.


Kegiatan yang bertujuan menguatkan peran perempuan di ranah dakwah dan peradaban ini mengusung tema “Menguatkan Peran Perempuan dalam Dakwah dan Peradaban”.


Karenanya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah refleksi serta penguatan peran strategis perempuan dalam berbagai lini kehidupan.


Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah talk show yang menghadirkan para ketua organisasi otonom daerah, yaitu Desyanti Nurhayati selaku Ketua Pimpinan Daerah (PD) Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung.


Juga Siti Nurohmah Asania selaku Ketua PD HIMI PERSIS Kabupaten Bandung, serta Dinda Alifah Mutma'innah selaku Ketua PD IPPI PERSIS Kabupaten Bandung.


Dalam pemaparannya, Desyanti menegaskan bahwa dakwah harus dilakukan dengan pendekatan yang menyejukkan dan diwujudkan melalui aksi nyata.


“Dakwah itu mengajak, bukan mengejek. Ia bukan sekadar kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata,” ujarnya.


Sementara itu, Siti Asania menjelaskan bahwa dakwah memiliki cakupan yang luas dan dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari penyampaian ilmu, edukasi, pemanfaatan media sosial, hingga pembiasaan dalam ukhuwah.


“Dakwah bisa ditempuh melalui banyak jalan, selama itu membawa kepada kebaikan,” ungkapnya.


Dari sudut pandang Pemudi, disampaikan bahwa perempuan memiliki ruang yang luas dalam dakwah, tidak hanya di ranah domestik tetapi juga di tengah masyarakat.


Peserta didorong untuk menjadi perempuan yang berpengaruh serta mampu memaksimalkan perannya dalam kehidupan sosial.


Hal senada disampaikan oleh Adinda yang menyoroti posisi perempuan sebagai agen perubahan. Ia menegaskan bahwa perempuan bukan lagi sekadar objek dakwah, melainkan pelaku aktif dalam berbagai dimensi, baik sosial, publik, maupun digital.


“Sejarah telah membuktikan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam membangun peradaban,” jelasnya.


Selain talk show, kegiatan juga diisi dengan Malam Akrab (Makrab) yang menjadi momen mempererat ukhuwah antar kader dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.


Kebersamaan tersebut semakin kuat melalui perlombaan antar kelompok yang melibatkan gabungan kader Pemudi, HIMI, dan IPPI, sehingga mampu melatih kekompakan dan kolaborasi dalam jam’iyyah.


Dalam sesi diskusi, turut dibahas berbagai tantangan yang dihadapi perempuan dalam berdakwah, termasuk batasan sosial yang kerap muncul.


Meski demikian, peserta diajak untuk memahami bahwa dakwah perempuan tidak memiliki batas selama dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran.


Pembahasan juga menyoroti pentingnya membangun kader yang aktif dan progresif. Pihak HIMI menekankan bahwa keinginan merupakan sumber kekuatan utama dalam proses bertumbuh dan belajar.


Sementara itu, IPPI mengingatkan pentingnya penguatan struktural organisasi, bukan hanya berfokus pada banyaknya program kerja.


“Semangat bergerak itu lahir dari kebiasaan yang dibangun secara konsisten,” menjadi poin yang disampaikan dalam forum.


Dalam arahannya, Desyanti kembali menekankan pentingnya membangun fondasi organisasi yang kuat sebelum mengembangkan gerakan yang lebih luas.


“Kuatkan bonding, bangun rasa memiliki terhadap jam’iyyah, dan sadarkan akan pentingnya tanggung jawab,” pesannya.


Di akhir sesi, para ketua otonom menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh kader. IPPI mengajak kader untuk berani mengambil peran, terus belajar, dan tidak lelah memperbaiki diri.


HIMI dan Pemudi juga menegaskan bahwa perempuan merupakan madrasah pertama bagi generasi, yang darinya lahir keteladanan, nasihat, dan doa sebagai fondasi peradaban.


Selain itu, seluruh kader otonom Mudi PERSIS diingatkan agar tidak menunggu menjadi hebat untuk memulai dakwah, melainkan memulai langkah sejak sekarang dan menjalani proses yang akan membentuk diri menjadi lebih baik.


‘Jangan pernah merasa kecil dalam dakwah. Sekecil apa pun peran kita, lebih baik daripada seribu angan yang tak pernah terwujud. Dan ingat, obat lelah adalah istirahat, bukan berhenti,’ menjadi pesan yang menguatkan dalam kegiatan tersebut.


Kegiatan SIKAMI PERSIS ini diharapkan mampu melahirkan kader perempuan yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berdaya serta memberikan dampak luas dalam dakwah. Ini karena perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah peradaban.


Sebagai penutup, disampaikan pesan reflektif bahwa perempuan bukan hanya bagian dari dakwah, tetapi juga penentu arah masa depan dakwah itu sendiri.


Selain itu, ditegaskan bahwa perempuan yang berilmu akan melahirkan generasi, sementara perempuan yang berdakwah akan menghidupkan peradaban, sehingga keberadaan perempuan menjadi bagian penting dalam kekuatan dakwah secara utuh.


[]


Kontributor: Yani Dayanti, S.Pd., Gr. (Bidgar Kaderisasi PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung)

BACA JUGA:

Gelar Pelatihan Jurnalistik, PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung Optimis Lahirkan Jurnalis Beradab dan Bermartabat

Makrab menjadi salah satu rangkaian kegiatan SIKAMI PERSIS Kabupaten Bandung.
Reporter: Ilmi Fadhilah Editor: Fia Afifah Rahmah