Kabupaten Bandung, persis.or.id – Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar yang digelar dalam rangkaian Muktamar XIV PP Pemuda PERSIS menegaskan pentingnya keseimbangan antara nilai keagamaan dan realitas kebangsaan dalam menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan yang merupakan kerja sama antara PP Pemuda PERSIS dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Anggota DPR RI H. Hoerudin Amin, S.Ag., M.H.; Anggota DPD RI Aanya Rina Casmayanti, S.E., serta Anggota DPR RI H. Syaiful Nuri.
Dalam pemaparannya, H. Hoerudin Amin menekankan bahwa dalam setiap kebijakan strategis negara terdapat dinamika kompleks yang melibatkan pertimbangan nilai dan kepentingan.
“Ada pergulatan keyakinan dan politik dalam keputusan besar yang diambil dan menentukan nasib jutaan manusia di sebuah negara,” ujarnya.
Ia mengambil contoh dari M. Natsir, tokoh nasional yang dekat dengan Persatuan Islam, sebagai tokoh dengan pikiran dan tindakan yang besar ketika mengambil keputusan menyatukan indonesia dari negara federal menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut juga yang menjadikan dirinya besar.
Lebih lanjut ia menyampaikan bawah peradaban sebuah negara akan terwujud ketika memiliki setidaknya tiga hal. Pertama, nilai yang hebat dan kuat. Kedua, memiliki ilmu pengetahuan. Dari hal ini dapat terlihat bahwa kita tidak cukup dengan mengaji ilmu agama, tanpa dilengkapi pelajaran lainnya. Ketiga, kekuasaan. Menurutnya, membicarakan peradaban tetapi menjauhi politik adalah sebuah kesalahan.
"Kita harus siap. Apakah kita siap?" Tanyanya dengan tegas dan berulang kepada peserta Muktamar XIV.
Sementara itu, Aanya Rina Casmayanti menyoroti pentingnya berpegang teguh pada empat pilar, yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika agar negara ini dapat berdiri dengan kokoh. Aanya berharap, Pemuda PERSIS dapat hadir secara nyata dan menjadi teladan bagaimana 4 pilar ini dijalankan.
"Mari menjadi teladan dalam mengamalkan pancasila, dari ruang kuliah hingga ruang kantor, dari pasar hingga masjid-masjid," ajaknya.
Adapun Ahmad Nuril Huda menekankan bahwa nilai-nilai kebangsaan sejatinya sejalan dengan ajaran Islam, dan mempertentangkan agama dan negara merupakan pemahaman yang sempit. Ia menilai, Pemuda PERSIS perlu hadir dengan dakwah yang menegaskan nilai-nilai tersebut.
"Contoh nyatanya dapat diwujudkan dengan memproduksi konten dakwah digital yang menyejukan, serta melawan kebencian dan hoaks dengan pendekatan ilmiah dan santun," tuturnya.
Kegiatan penyerta Muktamar XIV Pemuda PERSIS ini diharapkan menjadi nilai tambah dalam pemikiran dan pergerakan Pemuda PERSIS, serta menguatkan pemahaman peserta terhadap empat pilar kebangsaan, sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
[]
BACA JUGA:LPJ PP Pemuda PERSIS Disampaikan di Muktamar XIV, Pandangan Umum Soroti Kemandirian Ekonomi