Teater Monolog Santri Angkat Kritik Sosial di Era Modern

oleh Anggita Aufa Marwah

12 Maret 2026 | 05:09

Pementasan teater monolog yang dibawakan oleh salah satu santri dari Pesantren Persatuan Islam (PPI) 67 Benda.

Bandung, persis.or.id – Hari ketiga pelaksanaan PERSIS Ramadhan Expo diwarnai dengan penampilan seni dari para santri melalui acara bertajuk “Teater Santri Bersama Teater Layar Santri PPI 67 Benda” pada Ahad (8/3/2026).


Pertunjukan ini menghadirkan pementasan teater monolog yang dibawakan oleh salah satu santri dari Pesantren Persatuan Islam (PPI) 67 Benda dan berhasil menarik perhatian para pengunjung yang hadir.


Dalam pementasan tersebut, sang santri membawakan sebuah monolog yang menggambarkan kondisi kehidupan masyarakat di era modern yang dinilai mulai mengalami kemerosotan dalam menjaga nilai-nilai agama.


Dengan gaya penyampaian yang ekspresif dan penuh penghayatan, cerita yang disampaikan mampu menggugah perhatian penonton yang menyaksikan pertunjukan tersebut.


Alur cerita monolog mengangkat realitas kehidupan manusia masa kini yang semakin larut dalam perkembangan teknologi, hiburan, serta kesibukan duniawi.


Kondisi tersebut digambarkan sebagai salah satu penyebab manusia perlahan menjauh dari ibadah serta nilai-nilai kebaikan yang dahulu menjadi pedoman hidup.


Meski dikemas dengan alur cerita yang sederhana, pesan yang disampaikan dalam pertunjukan tersebut sarat dengan makna dan refleksi.


Para penonton diajak untuk merenungkan kembali pentingnya menjaga keimanan, akhlak, serta nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.


Penampilan teater monolog ini tidak hanya menjadi hiburan bagi para pengunjung PERSIS Ramadhan Expo, tetapi juga menghadirkan pesan moral yang kuat.


Melalui cerita yang disampaikan, para santri berupaya mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan nilai-nilai agama dan tetap menjaga akhlak dalam menjalani kehidupan modern.


Melalui pementasan ini pula, para santri menunjukkan bahwa seni pertunjukan dapat menjadi salah satu media dakwah yang efektif.


Selain sebagai sarana ekspresi kreativitas, teater juga dapat menjadi ruang refleksi sosial yang mengajak masyarakat untuk kembali menata arah kehidupan agar tetap sejalan dengan nilai-nilai keagamaan.


[]

BACA JUGA:

Ketua Pelaksana: PERSIS Ramadhan Expo Jadi Ruang Integrasi Dakwah dan Ekonomi Umat