Madinah, persis.or.id - Menjelang kepulangan ke Tanah Air, jamaah Haji Khusus PT Karya Imtaq mengikuti sejumlah kegiatan pembinaan rohani dan rihlah sejarah di Kota Madinah. Selain kajian rutin setelah salat Subuh di kawasan Masjid Nabawi, para jamaah juga dijadwalkan mengikuti city tour atau rihlah Madinah pada Selasa (2/6/2026).
Pembimbing Haji Khusus PT Karya Imtaq, Drs. KH. Uus Muhammad Ruhiat, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan yang diberikan kepada jamaah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Makkah dan Armuzna.
"Insya Allah kajian ba'da subuh di teras Masjid Nabawi tetap kami berikan secara rutin kepada jamaah sebagai bagian dari penguatan ilmu dan spiritualitas menjelang kepulangan ke Indonesia," ujar KH Uus kepada persis.or.id, Selasa (2/6) siang WSAS.
Selain mengikuti kajian, ia menambahkan, jamaah juga akan diajak mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan dakwah Rasulullah saw. dan para sahabat. Beberapa destinasi yang akan dikunjungi antara lain Masjid Quba, kawasan Mazra'ah atau kebun kurma, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, serta lokasi Perang Khandaq.
Menurut KH Uus, kegiatan city tour tersebut bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan sarana edukasi untuk mengenalkan sejarah Islam secara lebih dekat kepada jamaah.
"City tour ini menjadi kesempatan bagi jamaah untuk mengenal sejarah Islam dan menapaki jejak perjuangan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dalam menyebarkan risalah Islam," katanya.
KH Uus menjelaskan, setelah menjalani rangkaian ibadah haji yang padat dan menguras tenaga serta pikiran, kegiatan rihlah di Madinah juga diharapkan menjadi sarana penyegaran bagi jamaah tanpa mengurangi nilai-nilai pembelajaran yang terkandung di dalamnya.
"Selama pelaksanaan haji, jamaah sangat fokus menjalankan ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Karena itu, city tour ini menjadi bagian dari refreshing sekaligus penguatan wawasan keislaman," ujarnya.
KH Uus juga menegaskan, tidak terdapat ibadah khusus yang disyariatkan dalam kegiatan city tour tersebut. Namun, kunjungan ke berbagai situs bersejarah dapat menjadi media pembelajaran untuk memahami perjalanan dakwah Islam yang penuh pengorbanan.
"Tidak ada ibadah khusus dalam city tour Madinah ini. Yang terpenting adalah mengambil pelajaran (ibrah) dari sejarah perjuangan Rasulullah saw. dan para sahabat sehingga dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Untuk memastikan jamaah mendapatkan informasi yang komprehensif, kegiatan rihlah tersebut akan didampingi oleh pemandu atau tour guide yang berpengalaman dan memahami sejarah Islam secara mendalam.
Dengan berbagai kegiatan pembinaan dan edukasi tersebut, PT Karya Imtaq berharap, para jamaah tidak hanya kembali ke Tanah Air dengan membawa predikat haji mabrur.
“Tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai sejarah peradaban Islam dan perjuangan Rasulullah saw. dalam menegakkan agama Allah,” tutup KH Uus Muhammad Ruhiat dengan penuh harap.
BACA JUGA:Jelang Kepulangan, Bimhajum Ingatkan Jamaah Haji KBIHU PP PERSIS Taat Aturan