Jelang Kepulangan, Bimhajum Ingatkan Jamaah Haji KBIHU PP PERSIS Taat Aturan

oleh Henri Lukmanul Hakim

02 Juni 2026 | 10:49

Ketua Bidang Garapan (Kabidgar) Bimbingan Haji dan Umrah (Bimhajum) Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Ustaz H. Asep Ihsan Taufiq, CAH.,

Bandung, persis.or.id - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mulai memasuki fase pemulangan jamaah haji Indonesia ke Tanah Air setelah seluruh rangkaian puncak ibadah haji selesai dilaksanakan.


Pelepasan perdana jamaah haji Indonesia dilakukan secara resmi oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Yusuf Irfan, di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, sebagai penanda dimulainya proses kepulangan jamaah secara bertahap menuju Indonesia.


Menyikapi hal itu, Ketua Bidang Garapan (Kabidgar) Bimbingan Haji dan Umrah (Bimhajum) Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Ustaz H. Asep Ihsan Taufiq, CAH., mengingatkan seluruh jamaah KBIHU PP PERSIS agar mematuhi arahan petugas, regulasi Pemerintah Arab Saudi, serta ketentuan maskapai penerbangan.


Menurutnya, kepatuhan jamaah bukan hanya berpengaruh terhadap kelancaran proses kepulangan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan penerbangan.


"Kami meminta seluruh jamaah untuk taat kepada petugas, mematuhi regulasi Arab Saudi dan ketentuan maskapai penerbangan. Ketaatan ini sangat penting karena turut memengaruhi kelancaran dan keselamatan penerbangan," ujarnya, ketika dimintai keterangannya, Selasa (2/6/2026).


Ia secara khusus mengingatkan jamaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Sebab, upaya membawa zamzam di luar ketentuan resmi akan terdeteksi saat pemeriksaan keamanan di bandara.


"Jangan memasukkan air Zamzam ke dalam koper. Pasti akan diperiksa dan dikeluarkan oleh petugas saat proses pemeriksaan di bandara. Upaya menyelundupkan Zamzam hanya akan sia-sia dan mubazir karena akan terdeteksi melalui mesin X-Ray," tegasnya.


Ustadz H. Asep Ihsan menjelaskan, pemerintah telah menjamin hak setiap jamaah dengan menyediakan satu galon air zamzam berisi lima liter yang akan diterima sesuai mekanisme resmi.


"Pemerintah sudah menyiapkan hak jamaah berupa satu galon air zamzam ukuran lima liter. Karena itu, tidak perlu membawa zamzam tambahan dengan cara yang melanggar aturan," katanya.


Selain itu, Ustadz H. Asep Ihsan mengingatkan jamaah agar memperhatikan ketentuan barang bawaan dan tidak membawa barang yang melebihi kapasitas bagasi maupun barang yang dilarang oleh maskapai penerbangan dan otoritas bandara.


Menjelang keberangkatan menuju bandara, jamaah juga diminta memastikan seluruh dokumen perjalanan telah lengkap dan tersimpan dengan baik. Jika mengalami kendala atau kehilangan dokumen, jamaah diminta segera berkoordinasi dengan Ketua Rombongan (Karom), Ketua Regu (karu), maupun petugas haji.


"Sebelum berangkat, pastikan seluruh dokumen lengkap. Jika terjadi sesuatu, segera laporkan kepada karom, karu, atau petugas haji agar dapat segera ditangani," ujarnya.


Selain itu, di tengah kondisi cuaca Makkah yang masih cukup panas, Ustaz Asep Ihsan juga mengimbau jamaah agar menjaga kondisi fisik selama proses kepulangan, terutama saat mengantre di hotel, terminal, maupun bandara.


"Jamaah harus tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan tidak memaksakan diri. Prioritaskan jamaah lansia dan jamaah risiko tinggi agar mereka mendapatkan kemudahan selama proses kepulangan," tandasnya.


PP PERSIS berharap, seluruh jamaah KBIHU PP PERSIS dapat kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat, selamat, serta membawa predikat haji yang mabrur setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.


"Dengan ketaatan terhadap seluruh aturan dan arahan petugas, kami berharap. seluruh jamaah dapat kembali ke tanah air dengan sehat, selamat, dan tentunya memperoleh predikat haji yang mabrur," pungkasnya.


[]

BACA JUGA:

Semua Jamaah Haji KBIHU PERSIS Bisa Ikut Tarwiyah Sesuai Sunnah Rasulullah