Kita Adalah Pelajar PERSIS dan Pelajar PERSIS Adalah Kita

oleh Chairul Adanar

•

30 September 2026 | 16:49

Pesan Hangat IPP Jawa Barat Kepada Seluruh Santri PERSIS di Semua Tataran

Mari Persatukan Barisan:IPPersis Merangkul Santri Persis, Santri Persis Adalah Bagian dari IPPersis


Dengan dikotomi, diferensiasi nilai serta disparitas antara keduanya. Masih ada celah integrasi nasib yang dapat diupayakan sebagai bahan daripada refleksi kebersatuan. Sesederhana pertanyaan, “Apakah Santri Persis hari ini masih memihak pada kultur Persatuan Islam ataukah tidak?” Sehingga ini dapat dijawab dengan keberpihakan para santri terhadap Ikatan Pelajar Persatuan Islam. Karena pada dasarnya, para pelajar yang bebas bereskplor dan eksplor bebas sebagai proses implementasi nilai ar-rasikhuna fil ilmi bertemu pada titik yang sama dengan RG-UG. Suatu titik di mana tidak terdapat ruang kosong yang dapat diperdebatkan melainkan pemantik akan kebersatuan. Ruh Jihad Pelajar Persatuan Islam yang kentara akan pembasmian ketaqlidan dan kejumudan akankah mendapat sambutan hangat tangan para Santri Persis ataukah mereka kadung terjerumus pada jurang administratif yang memisahkan mereka dari saudara sekandung mereka sendiri?


Marilah bersatu wahai Santri Persatuan Islam pada Ikatan Pelajar Persatuan Islam. Sebabnya kita memiliki musuh bersama. Musuh yang menjadi hambatan akan kemajuan umat, lawan-lawan yang mencoba mencabut akar-akar idealitas Islam seluruhnya. Lantas apakah kita akan berdiam menunggu instruksi dari mereka yang dianggap berwenang ataukah kita akan mengambil sebilah cangkul untuk bekerja bersama dan bersama-sama bekerja? Apakah kemudian, kesenjangan nilai yang dihadapi mahu dijadikan kembali sebagai tameng penghindar akan eksistensi Ikatan Pelajar Persis ataukah direlakan pula keberpihakannya pada sekelompok orang yang hendak menjaga kultur literasi Persatuan Islam? Apakah kita akan tetap saling sangka yang tidak-tidak?


IPPersis Jawa Barat melalui tulisan ini mengajak kepada seluruh Santri Persatuan Islam di manapun berada untuk bersatu dalam panji yang sama. Tak eloklah padang pasir bergurun lumpur, maka tak baiklah pemersatu harus berpecah belah. Sekelumit administratif itu, biarlah kita lepaskan dan leburkan menjadi semangat perjuangan bersama dalam Persatuan Islam. Perjuangan yang tak kesah akan lelah, tak keluh berperiuk madu—mengantai, melambai-lambai saudara pada panji yang memiliki benang nan sama. 


Ikatan Pelajar Persatuan Islam tidak hadir sebagai lawan baru terhadap Santri Persatuan Islam maupun RG-UG. Sejatinya ia hadir sebagai respons atas dinamika sosial yang kerap menghantui pikiran-pikiran santri dan para asatidz yang mulai mempertanyakan keaslian khittoh jam’iyyah. Maka inilah saatnya untuk berseru, persatuan berada pada tangan kita. Atas dasar kepekaan yang tinggi terhadap masyarakat seluruhnya, masyarakat islam khususnya yang diterpa kedzaliman akibat kecerdasan yang kurang memadai, akankah kita berdiam diri dan menyaksikan bagaimana mereka dibodohi oleh pemegang kepentingan tertentu untuk sekedar memenuhi hasrat mereka?


Ini adalah pesan. Suatu tulisan bagi mereka yang gemar berpikir jernih, mencari cara tak hanya dengan berbicara namun dengan segenap tenaga bergotong-royong merawat obor revolusi Santri Persatuan Islam yang kian luntur tergerus zaman, terhimpit administrasi yang meruwetkan serta mampu mencederai nilai-nilai kultural Persatuan Islam pada hakikatnya.


Maka sekali lagi, marilah kita bersatu pada panji yang sama. Membebaskan diri dari keterjajahan kolektif akibat kekerasan simbolik yang tidak disadari. Melepaskan semua belenggu standar yang dapat menghambat esensi kita sebagai pelajar. Memerdekakan diri dari penindasan-penindasan yang membuat kita semakin bias berbicara tentang bagaimana Persatuan Islam berdakwah secara masif. Mengeloskan diri dari jeratan krisis identitas menuju pembangunan citra serta jati diri kita guna mewarisi sepenuhnya intelektualitas para tokoh terdahulu kita. Jauhnya, membangunkan potensi diri kita agar seyogyanya inovasi dapat kembali hadir sebagai jawaban atas dinamika dan problematika kepelajaran yang kian mengganas akibat maraknya penyimpangan moral yang terjadi di mana-mana.


Sebab, Santri Persatuan Islam sejatinya adalah bagian daripada karakteristik gerakan kepelajaran maka esensinya, Santri Persis merupakan bagian daripada Ikatan Pelajar Persatuan Islam. Dan dengan demikian, Kita adalah Pelajar Persis dan Pelajar Persatuan Islam adalah kita yang bersemangat dan bergegas diri menuju pengetahuan hakiki akan perjuangan yang senantiasa mendamba-dambakan terhapusnya ketaqlidan, kejumudan dan kebodohan yang menghambat kemajuan umat menuju kemakmuran transendental, intelektual maupun finansial masyarakat islam seluruhnya, masyarakat pelajar islam khususnya.



Salam hangat dari kami, Pimpinan Wilayah IPPersis Jawa Barat

kepada,

Yth. Santri Persatuan Islam di Seluruh Tataran.


Tertanda,

Rasikh, Rd. Chairul Adanar Ade Kosasih Sunarya.




























DAFTAR RUJUKAN KHUSUS


Al-Ghazālī, Abū Ḥāmid Muḥammad ibn Muḥammad. Iḥyāʾ ʿUlūm al-Dīn. Vol. 1. Beirut: Dār al-Kitāb al-ʿArabī, n.d.

Amiruddin. “Pemikiran Pendidikan Ahmad Hassan.” Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman 5, no. 1 (2017): 23-25. https://doi.org/10.52185/kariman.v5i1.41.

Bourdieu, Pierre, and Jean-Claude Passeron. Reproduction in Education, Society and Culture. Translated by Richard Nice. London: Sage Publications, 1977.

Bruner, Jerome S. The Process of Education: Revised Edition. Cambridge, MA: Harvard University Press, 1977.

Hsu, Nai-Yi. “The Taciturn Exemplar: Silence, Speech, Moral Cultivation in the Analects.” Journal of Religious Ethics 50, no. 1 (2022): 60-62,63. https://doi.org/10.1111/jore.12380.

Knowles, Malcolm S., Elwood F. Holton III, and Richard A. Swanson. The Adult Learner: The Definitive Classic in Adult Education and Human Resource Development. 6th ed. London: Routledge, 2005.

Madjid, Nurcholish. Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramadina, 1997.

Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa Yogyakarta. Karya Ki Hadjar Dewantara: Bagian Pertama, Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa, 2011.

Persatuan Islam. “Ikatan Pelajar Persis.” Profil Persatuan Islam. Diakses September 25, 2026.

Persatuan Islam. “Sejarah Persatuan Islam.” Profil Persatuan Islam. Diakses September 25, 2026.

Fauziah, Luthfi Anbar. “Menegaskan Arah Gerak IPP dan IPPI.” Portal Persatuan Islam, September 28, 2022.

Raziqin, Zamzam Aqbil. “Hadirnya IPP-IPPI Sebagai Bagian Otonom PERSIS Bukan untuk Menghapuskan RG-UG.” Portal Persatuan Islam, September 28, 2022.

Rozali, Ahmad. “Definisi Santri Menurut Gus Mus.” NU Online, October 22, 2018



[1] Ki Hadjar Dewantara, Karya Ki Hadjar Dewantara, Bagian Pertama: Pendidikan (Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa).

[2] Malcolm S. Knowles, Elwood F. Holton III, and Richard A. Swanson, The Adult Learner: The Definitive Classic in Adult Education and Human Resource Development, 6th ed. (London: Routledge, 2005), 6-7.

[3] Jerome S. Bruner, The Process of Education, rev. ed. (Cambridge, MA: Harvard University Press, 1977).

[4] Nai-Yi Hsu, “The Taciturn Exemplar: Silence, Speech, Moral Cultivation in the Analects,” Journal of Religious Ethics 50, no. 1 (2022): 60-63

[5]Abū Ḥāmid Muḥammad ibn Muḥammad al-Ghazālī, Iḥyāʾ ʿUlūm al-Dīn, vol. 1 (Beirut: Dār al-Kitāb al-ʿArabī, n.d.), 40-41

[6] Nurcholish Madjid, Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan (Jakarta: Paramadina).

[7] Ahmad Rozali, “Definisi Santri Menurut Gus Mus,” NU Online, October 22, 2018

[8] Pierre Bourdieu and Jean-Claude Passeron, Reproduction in Education, Society and Culture, trans. Richard Nice (London: Sage Publications, 1977), 5-6

[9] Amiruddin, “Pemikiran Pendidikan Ahmad Hassan,” Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman 5, no. 1 (2017): 23-25

BACA JUGA:

Transformasi Dakwah Modern Ala IPPi PERSIS Lewat “Cinema Discours: Pelajar Putri Bicara Tentang Khoas”

Reporter: Chairul Adanar Editor: Taufik Ginanjar