Bandung, persis.or.id — Kegiatan bedah buku “Di Balik Cue Card” menjadi salah satu sesi menarik dalam rangkaian acara PERSIS Ramadhan Expo pada Ahad (8/3/2026).
Acara ini menghadirkan dua sosok MC berpengalaman asal Bandung, yaitu Deden Delicious dan Bagus Au, yang berbagi kisah perjalanan mereka dalam dunia master of ceremony (MC), sekaligus membahas isi buku tersebut di hadapan para pengunjung.
Dalam sesi tersebut, kedua narasumber menceritakan bagaimana proses mereka merintis karier sebagai MC hingga mampu dikenal luas di berbagai acara.
Berbagai pengalaman unik dan inspiratif mereka bagikan kepada para peserta, mulai dari pengalaman pertama tampil di depan publik hingga tantangan yang harus dihadapi saat memandu acara besar.
Buku “Di Balik Cue Card” sendiri memuat kisah perjalanan 17 MC hebat di Bandung yang berbagi pengalaman serta pelajaran berharga dalam dunia public speaking.
Selain cerita perjalanan karier, buku ini juga dilengkapi dengan berbagai tips yang dapat membantu pembaca, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum.
Dalam pemaparannya, Deden Delicious menekankan bahwa rasa percaya diri merupakan kunci utama bagi siapa pun yang ingin tampil sebagai pembicara atau MC, terutama bagi kalangan pelajar dan santri.
“Percaya diri itu sangat penting, terutama bagi para pelajar atau santri yang ingin belajar berbicara di depan umum,” ujarnya.
Sementara itu, Bagus Au turut memberikan tips praktis bagi siapa saja yang ingin mengatasi rasa gugup saat memandu acara. Menurutnya, salah satu cara sederhana namun efektif adalah dengan datang lebih awal ke lokasi acara.
“Datang lebih awal itu penting. Kita bisa mengenal situasi tempat, sekaligus membangun chemistry dengan audiens sebelum acara dimulai,” jelasnya.
Sesi bedah buku ini disambut dengan antusias oleh para pengunjung yang hadir. Selain mendapatkan wawasan baru tentang dunia MC, para peserta juga merasa terinspirasi oleh kisah perjalanan para narasumber.
Salah satu pengunjung, Shopia, mengaku sangat menikmati acara tersebut. Ia awalnya mengira buku yang dibahas akan berisi materi formal, namun ternyata justru dipenuhi dengan kisah pengalaman para MC yang inspiratif.
“Seru banget. Tadi awalnya saya mengira kalau buku itu formal, tapi ternyata isinya pengalaman para MC.BDG (nama komunitas) yang sangat menginspirasi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PERSIS Ramadhan Expo tidak hanya menghadirkan hiburan dan kajian keagamaan saja.
Tapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar tentang kreativitas, komunikasi, serta pengembangan potensi diri melalui dunia public speaking.
[]
BACA JUGA:Kreativitas dari Barang Bekas: Lomba Recycle Persistri Meriahkan PERSIS Ramadhan Expo