Bandung, persis.or.id — Antusiasme pengunjung terlihat dalam kegiatan kajian Soal Jawab Agama Islam yang disampaikan oleh Dr. Latief Awaludin pada rangkaian acara PERSIS Ramadhan Expo pada Ahad (8/2/2026).
Kajian tersebut digelar di Ballroom Ibis Bandung Trans Studio, dan dihadiri oleh banyak jamaah yang ingin mendapatkan penjelasan langsung mengenai berbagai persoalan keagamaan.
Sejak awal kegiatan, para peserta tampak memenuhi ruangan dan mengikuti kajian dengan penuh perhatian.
Format tanya jawab yang interaktif membuat suasana diskusi terasa hidup, karena para jamaah dapat menyampaikan berbagai pertanyaan seputar persoalan fiqih dan kehidupan beragama.
Dalam pemaparannya, Dr. Latief Awaludin menjelaskan tentang peran dan tugas Dewan Hisbah Persatuan Islam (PERSIS) yang selama ini menjadi lembaga yang bertanggung jawab dalam memberikan fatwa serta penjelasan hukum Islam kepada masyarakat.
Menurutnya, Dewan Hisbah memiliki peran penting dalam menjawab berbagai persoalan ibadah dan muamalah yang dihadapi umat.
Ia menyebutkan bahwa Dewan Hisbah sering membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan ibadah seperti shalat, puasa, zakat, serta berbagai masalah lain yang berkembang di tengah masyarakat.
Selain itu, dalam kajian tersebut Dr. Latief juga menyinggung persoalan ekonomi Islam, khususnya mengenai praktik bunga dalam sistem keuangan.
Ia menegaskan bahwa dalam perspektif syariat Islam, sistem bunga pada dasarnya memiliki kesamaan dengan riba meskipun istilah yang digunakan berbeda. “Umat Islam itu terikat oleh syari’ah, dan alatnya adalah fatwa,” jelasnya di hadapan para jamaah.
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa dalam kehidupan bernegara, umat Islam tidak hanya berpegang pada fatwa keagamaan semata, tetapi juga perlu memperhatikan aturan hukum yang berlaku di negara.
“Dan kita juga jangan hanya melihat fatwa, tetapi harus menuruti qonun atau hukum yang berlaku di negara,” lanjutnya.
Pada sesi tanya jawab, beberapa pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan pertanyaan.
Dua di antaranya menanyakan tentang persoalan hukum hudud yang terkadang dianggap bertentangan dengan hukum negara, serta bagaimana posisi seorang Muslim dalam menjalankan kewajiban sebagai warga negara.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab oleh Dr. Latief dengan penjelasan yang komprehensif, sehingga memberikan pemahaman yang lebih luas kepada para jamaah tentang hubungan antara syariat Islam dan kehidupan bernegara.
Kajian ini menjadi salah satu sesi yang diminati oleh pengunjung PERSIS Ramadhan Expo, karena memberikan ruang dialog langsung antara ulama dan masyarakat dalam membahas persoalan keagamaan yang aktual.
Melalui kegiatan ini, diharapkan umat dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dalam menjalankan ajaran Islam sekaligus menjalani kehidupan sebagai warga negara dengan baik.
[]
BACA JUGA:Ketua Pelaksana: PERSIS Ramadhan Expo Jadi Ruang Integrasi Dakwah dan Ekonomi Umat