Qaris Tajudin Bahas Masa Depan Media di PERSIS Ramadhan Expo, Ajak Generasi Muda Berani Berkarya di Dunia Digital

oleh Neng Nazah Azzanah

11 Maret 2026 | 16:05

Qaris Tajudin, Lc., Direktur Tempo Institute, anggota Dewan Tafkir PERSIS, alumni Pesantren PERSIS Bangi, serta cicit dari tokoh Persatuan Islam, Ahmad Hassan.

Bandung, persis.or.id — Talkshow inspiratif bertema “Menyiapkan Media Masa Depan” menjadi salah satu sesi yang menarik perhatian pengunjung dalam rangkaian kegiatan PERSIS Ramadhan Expo, Ahad (8/3/2026). Acara ini menghadirkan narasumber Qaris Tajudin, Lc., Direktur Tempo Institute, anggota Dewan Tafkir Persis, sekaligus alumni Pesantren Persis Bangil serta cicit dari tokoh Persatuan Islam, Ahmad Hassan.


Sebelum sesi dimulai, kehadiran Qaris Tajudin sudah lebih dulu menyita perhatian masyarakat jam’iyyah. Hal ini tidak terlepas dari kemunculannya sebagai narasumber dalam podcast populer, yakni Login dari kanal Youtube Deddy Corbuzier, yang dipandu oleh sejumlah figur publik seperti Habib Husein Ja'far Al Hadar, Tretan Muslim, dan Mamat Alkatiri. Popularitas tersebut membuat banyak pengunjung penasaran untuk mendengar langsung pemikirannya mengenai perkembangan dunia media.


Dalam pemaparannya, Qaris Tajudin menjelaskan bahwa hampir semua negara di dunia menghadapi tantangan yang serupa dalam pengelolaan media. Perkembangan teknologi digital membuat arus informasi menjadi sangat cepat, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai persoalan baru.


Ia juga menyebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah media yang sangat besar. Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 4.000 media yang beroperasi di Indonesia, baik dalam bentuk media cetak, elektronik, maupun digital.


Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia media. Oleh karena itu, ia mendorong para santri dan generasi muda untuk berani mencoba dan tidak takut bereksperimen dalam berkarya di media sosial.


Salah satu pesan yang ia sampaikan adalah pentingnya memiliki mental yang kuat ketika beraktivitas di dunia digital.


“Tidak boleh tipis kuping, jangan terlalu sensitif,” ujarnya, menyinggung pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi berbagai respons dan komentar di media sosial.


Ia juga menambahkan bahwa dunia media saat ini sangat dinamis dan tidak memiliki pola yang sepenuhnya baku. Karena itu, kreativitas dan keberanian untuk mencoba menjadi kunci penting bagi siapa saja yang ingin berkembang di bidang ini.


“Tidak ada format yang benar-benar baku di media sosial zaman sekarang, jadi coba saja dulu,” lanjutnya.


Melalui talkshow ini, para pengunjung, khususnya kalangan santri dan generasi muda, diajak untuk melihat media sebagai ruang dakwah sekaligus sarana kreatif yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Dengan pemahaman yang tepat dan mental yang kuat, media diharapkan dapat menjadi alat yang efektif untuk membangun peradaban dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

BACA JUGA:

"Santri Unlimited”: Talkshow Alumni Pesantren PERSIS di Ramadhan Expo Tebar Inspirasi*