النمل
AN-NAML
(SEMUT)
Surah ke 27: 93 Ayat
Diwahyukan di Makkah
Juz 19
Ayat 1-18
بسم الله الرحمن الرحيم
﴿ طٰسۤ ۚ تِلْكَ اٰيٰتُ الْقُرْاٰنِ وَكِتَابٍ مُّبِيْنٍ ۙ ١ ﴾
1. Ṭā Sīn. Yang demikian itu Ayat-ayat dari Al-Qur’an dan Kitab yang nyata.2732)
2732) Tha Sin, yang suci, yang sejahtera. Maksudnya, hai Muhammad! Yang suci dan bersih dari dosa dan yang berhati sejahtera! Bahwa yang diturunkan kepadamu ialah ayat-ayat Al-Qur’an yang jadi Kitab agamamu; dan (juga) yang demikian, adalah ayat-ayat dari Kitab yang nyata di Al-Lauhil Mahfuzh yang jadi asal bagi Al-Qur’an itu.
﴿ هُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ ۙ ٢ ﴾
2. Sebagai pimpinan dan penggemar bagi Mukminin,
﴿ الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ بِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ ٣ ﴾
3. Yang mendirikan sembahyang dan mengeluarkan zakat, sedang mereka kepada Akhirat, mereka yakin.
﴿ اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمْ اَعْمَالَهُمْ فَهُمْ يَعْمَهُوْنَ ۗ ٤ ﴾
4. Sesungguhnya orang-orang yang tidak (mau) beriman kepada Akhirat, Kami nampakkan bagi mereka amal-amal mereka; maka dengan sebab itu, mereka mengembara dalam kesesatan.
﴿ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَهُمْ سُوْۤءُ الْعَذَابِ وَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ هُمُ الْاَخْسَرُوْنَ ٥ ﴾
5. Mereka itu ialah orang-orang yang akan dapat adzab yang jelek, sedang di Akhirat, merekalah orang-orang yang sangat rugi.
﴿ وَاِنَّكَ لَتُلَقَّى الْقُرْاٰنَ مِنْ لَّدُنْ حَكِيْمٍ عَلِيْمٍ ٦ ﴾
6. Dan sesungguhnya diwahyukan kepadamu Al-Qur’an (ini) dari sisi (Tuhan) Yang bijaksana, Yang mengetahui.2733)
2733) Bukan dari setan sebagaimana tuduhan orang-orang kafir itu.
﴿ اِذْ قَالَ مُوْسٰى لِاَهْلِهٖٓ اِنِّيْٓ اٰنَسْتُ نَارًاۗ سَاٰتِيْكُمْ مِّنْهَا بِخَبَرٍ اَوْ اٰتِيْكُمْ بِشِهَابٍ قَبَسٍ لَّعَلَّكُمْ تَصْطَلُوْنَ ٧ ﴾
7. (Ingatlah) tatkala Musa berkata kepada ahli rumahnya: “Sesungguhnya aku telah lihat api. Aku akan bawa kepadamu khabar dari padanya, atau aku akan bawa kepadamu sedikit api, supaya kamu bisa berganggang.”2734)
2734) Oleh sebab dalam ceritera nabi Musa ada banyak pelajaran dan ibarat yang bisa diambil, maka Tuhan perintah supaya nabi Muhammad atau tiap-tiap pembaca Al-Qu’an ingat dan perhatikan sungguh-sungguh.
﴿ فَلَمَّا جَاۤءَهَا نُوْدِيَ اَنْۢ بُوْرِكَ مَنْ فِى النَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَاۗ وَسُبْحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ٨ ﴾
8. Maka tatkala ia sampai ke situ, diseru: “Bahwa diberkati apa-apa yang di api itu dan apa-apa yang di kelilinginya; dan maha suci Allah, Tuhan bagi sekalian makhluk.2735)
2735) Ketika nabi Musa sampai ke tempat yang kelihatan api tadi yang sebenarnya nur, ia dengar suara menyeru yang maksudnya bahwa Tuhan beri berkat kepada apa-apa dan siapa-siapa yang disinari nur, demikian juga apa-apa dan siapa-siapa yang dikelilingi tempat itu. Tetapi ingat! Bahwa nur itu cahaya yang dikirim oleh Allah, bukan cahaya Allah, karena maha suci Allah dari pada menyerupai makhluk.
﴿ يٰمُوْسٰٓى اِنَّهٗٓ اَنَا اللّٰهُ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ۙ ٩ ﴾
9. “Hai Musa! Sesungguhnya Akulah Allah, Yang Gagah, Yang bijaksana.2736)
2736) Di Ayat ke 8, Tuhan ada sebut “Subhanallah”, maka kalimah tersebut selain dari pada memberi arti kesucian Tuhan pada kekurangan dan kemakhlukan, menunjukkan juga bahwa dalam susunan kalam itu ada perkara yang luar biasa.
Ayat ke 9 ini menerangkan bahwa nabi Musa mendengar kalimah: “Akulah Allah Yang Gagah, Yang bijaksana.
Kita mesti ingat bahwa maha suci Tuhan dari pada bersuara yang menyerupai makhluk. Suara itu bisa jadi, dengan perintah Tuhan diucapkan oleh salah seorang malaikat.
Kalimah “Akulah Allah, Yang Gagah, Yang bijaksana” itu pantas jadi pendahuluan atau isyarat bagi mukjizat di ayat ke 10”
﴿ وَاَلْقِ عَصَاكَ ۗفَلَمَّا رَاٰهَا تَهْتَزُّ كَاَنَّهَا جَاۤنٌّ وَّلّٰى مُدْبِرًا وَّلَمْ يُعَقِّبْۗ يٰمُوْسٰى لَا تَخَفْۗ اِنِّيْ لَا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْسَلُوْنَ ۖ ١٠ ﴾
10. “Dan campakkanlah tongkatmu”2737) Maka ketika ia lihat dia bergerak seolah-olah dia ular, ia berpaling lari dan tidak kembali.2738) “hai Musa! Jangan engkau takut, karena sesungguhnya orang-orang yang dijadikan rasul tidak (seyogianya) takut di sisi-Ku”
2737) Lalu Musa-pun campakkan.
2738) Tongkat berubah jadi ular itu satu dari pada Mukjizat yang Allah beri kepada nabi Musa.
﴿ اِلَّا مَنْ ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسْنًاۢ بَعْدَ سُوْۤءٍ فَاِنِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ١١ ﴾
11. “Kecuali orang yang telah berbuat kezhaliman,2739) kemudian ia ganti kebaikan sesudah kejelekan;2740) tetapi sesungguhnya Aku, Pengampun, Penyayang.”2741)
2739) Arti kezhaliman ialah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya, mau pun dalam urusan biasa, maupun dengan sengaja atau pun tidak.
2740) Orang yang telah berbuat begitu, patut dan boleh takut, karena bisa jadi Allah terima taubatnya dan bisa jadi tidak.
2741) Oleh itu orang yang telah melakukan kesalahan, lalu ia bertaubat, boleh menaruh harapan kepada keampunan dan rahmat Tuhan.
﴿ وَاَدْخِلْ يَدَكَ فِيْ جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاۤءَ مِنْ غَيْرِ سُوْۤءٍۙ فِيْ تِسْعِ اٰيٰتٍ اِلٰى فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهٖۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا فٰسِقِيْنَ ١٢ ﴾
12. Dan masukkanlah tanganmu di saku (baju)mu, niscaya ia akan keluar (bersifat) putih yang tidak jelek, (termasuk) dalam sembilan2742) mukjizat (yang diunjukkan) kepada Fir’aun dan kaumnya; sesungguhnya mereka adalah kaum yang durhaka.
2742) Sembilan Mukjizat yang diberikan kepada nabi Musa, berselisihan ulama pada menentukannya. Sebahagian dari padanya ialah; i) tangan yang putih, ii) tongkat, iii) pembelahan laut, iv) topan....
﴿ فَلَمَّا جَاۤءَتْهُمْ اٰيٰتُنَا مُبْصِرَةً قَالُوْا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ ۚ ١٣ ﴾
13. Maka tatkala datang kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, mereka berkata: “Ini satu sihir yang terang”.
﴿ وَجَحَدُوْا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَآ اَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَّعُلُوًّاۗ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِيْنَ ࣖ ١٤ ﴾
14. Dan mereka ingkarinya dengan aniaya dan sombong, padahal hati mereka mempercayainya.2743) lantaran itu, lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang merusak.
2743) Mereka tolak dan ingkari ayat-ayat Allah (mukjizat) yang dibawa oleh nabi-nabi-Nya itu dengan cara aniaya dan sombong sedang hati mereka membenarkannya.
﴿ وَلَقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ عِلْمًاۗ وَقَالَا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا عَلٰى كَثِيْرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ ١٥ ﴾
15. Dan sesungguhnya Kami telah beri pengetahuan kepada Daud dan Sulaiman, dan mereka berkata: “Sekalian pujian kepunyaan Allah Yang telah muliakan kami atas kebanyakan dari hamba-hamba-Nya yang Mukminin.”
﴿ وَوَرِثَ سُلَيْمٰنُ دَاوٗدَ وَقَالَ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَاُوْتِيْنَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍۗ اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِيْنُ ١٦ ﴾
16. Dan Sulaiman mewarisi Daud;2744) dan ia berkata: “Hai manusia! Kami telah diajar omongan unggas,2745) dan telah diberikan kepada kami tiap-tiap suatu (yang perlu). Sesungguhnya ini ialah satu kurnia yang terang.”
2744) Yaitu mewarisi kenabian dan kerajaan.
2745) Sebagai Mukjizat. Unggas: Burung, Binatang terbang.
﴿ وَحُشِرَ لِسُلَيْمٰنَ جُنُوْدُهٗ مِنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوْزَعُوْنَ ١٧ ﴾
17. Dan dikumpulkan bagi Sulaiman tentaranya dari jin dan manusia dan unggas, tetapi mereka dibagi-bagi.2746)
2746) Sebagai mukjizat diberi kepada nabi Sulaiman tentara dari jin, manusia dan unggas, tetapi tidak terbatas bilangan masing-masing.
Lantaran hendak berangkat ke satu tempat, maka dikumpul tentaranya yang tiga macam. Makna dikumpul ialah disiapkan, tidak bercampur gaul, tetapi dibagi-bagi; manusia sendiri, jin sendiri, dan unggas sendiri.
﴿ حَتّٰىٓ اِذَآ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ ١٨ ﴾
18. Hingga apabila mereka sampai di Wadin Namli,2747) berkata seekor semut: “Hai semut-semut! Masuklah ke tempat-tempat kediaman kamu, supaya tidak diinjak-injak kamu oleh Sulaiman dan tentaranya dalam keadaan mereka tidak sadar.”
2747) Ketika nabi Sulaiman dan tentaranya hampir sampai di tempat tersebut yang artinya: Lembah semut.
﴿ فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ ١٩ ﴾
19. Maka ia tertawa dengan tersenyum dari (mendengar) perkataan (semut) itu, dan ia berkata: “Hai Tuhanku! Berilah kepadaku hidayat supaya aku bersyukur atas nikmat-Mu yang Engkau berikan kepadaku dan ibu bapaku, dan supaya aku beramal shalih yang Engkau ridhai dan masukkanlah akan daku, dengan rahmat-Mu, di dalam golongan hamba-hamba Mu yang baik-baik.”
BACA JUGA:Tafsir Al-Furqan Surat Asy-Syu'ara Ayat 192-227