Sebatik, persis.or.id - Keluarga Besar jam'iyyah Persatuan Islam (PERSIS) Kalimantan Utara pada Sabtu, 17 Januari 2026 menggelar hajat akbar dengan terselenggaranya Musyawarah Wilayah atau Muswil III.
Kegiatan Muswil III PERSIS dan PERSISTRI Kalimantan Utara ini cukup istimewa. Ini berkat hadirnya Wakil Ketua Umum PP PERSIS yang juga Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D..
Dalam momentum tersebut, Waketum memberikan orasi pendidikan kepada keluarga besar jamiyyah PERSIS se-Kalimantan Utara.
Dalam acara yang diselenggarakan di SMP Internasional PERSIS di Pulau Sebatik, Waketum menjelaskan di hadapan tamu undangan dari unsur pemerintah propinsi Kaltara dan Kabupaten Nunukan bahwa PERSIS telah hadir sejak awal abad XX.
"Sebagai wilayah perbatasan, maka pendidikan menjadi sangat penting untuk pembentukan SDM handal masa depan," tutur guru besar hukum UNPAD ini.
Ia juga menyoroti posisi PERSIS yang saat ini sudah ada di Sebatik. "Posisi di perbatasan harus menjadi effective thing, bukan simbolic thing," tegas Prof. Atip.
Selain itu, Waketum juga berpesan agar dapat mengimplementasikan arti Islam Terpadu atau IT pada lembaga pendidikan SMP IT.
"PERSIS sebenarnya sudah mengimplementasikan konsep terpadu melalu Pendis yang didirikan oleh M. Natsir,” terangnya.
Kegiatan orasi pendidikan ini menjadi agenda penting dalam kegiatan penyerta Muswil III PERSIS dan PERSISTRI Kalimantan Utara.
Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh anggota dan simpatisan PERSIS dan PERSISTRI se-Kalimantan Utara saja.
Namun hadir pula undangan dari unsur pemerintah setempat serta para tokoh masyarakat termasuk tokoh-tokoh adat yang ada.
[]
Kontributor: MN
BACA JUGA:Waketum PERSIS: Reinventing, Tugas Besar Jam’iyyah