Indramayu, persis.or.id - Ketua Bidang Garapan Bimbingan Haji dan Umrah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Bimhajum PP PERSIS) Ustaz H. Asep Ihsan Taufiq. CAH., menyampaikan bahwa empat jemaah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) PP PERSIS gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447H/2026M karena alasan kesehatan.
Keempat jemaah tersebut berasal dari Kloter KJT 24 Kabupaten Bandung. Satu di antaranya berasal dari Kab. Bandung, tiga jemaah lainnya asal Kota Tasikmalaya yang mutasi penerbangan ke Kab. Bandung. Informasi tersebut disampaikan berdasarkan pemberitahuan dari Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Kertajati Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Ustaz H. Asep Ihsan, menambahkan, satu jemaah sebelum masuk ke asrama haji mengalami stroke, sehingga keberangkatannya harus ditunda sampai tahun berikutnya sambil menunggu pemulihan kesehatan.
“Untuk satu jamaah, kondisi kesehatannya masih memungkinkan jika segera pulih, yaitu mengalami penurunan trombosit akibat DBD, Insyaallah apabila kesehatannya membaik, akan diberangkatkan pada kloter berikutnya,” ujarnya, Ahad (10/5/2026).
Sementara itu, dua jemaah lainnya dipastikan belum dapat diberangkatkan pada musim haji tahun ini karena kondisi kesehatan istri yang belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan ibadah haji, dan suami pendampingnya dengan ikhlas menunda keberangkatannya tahun ini.
Bimhajum PP PERSIS juga menyampaikan doa dan harapan agar para jemaah yang tengah menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali melaksanakan ibadah haji dalam kondisi sehat.
“Semoga jemaah yang sedang sakit di Rumah Sakit Embarkasi segera diberikan kesembuhan dan dapat diterbangkan pada kloter berikutnya. Adapun yang belum bisa berangkat tahun ini, mudah-mudahan Allah memberikan kesehatan dan kesempatan untuk berangkat pada musim haji tahun depan,” tutur Ustaz H. Asep Ihsan.
Ia juga mengimbau, seluruh jemaah haji yang mengantri diberangkatkan pada kloter berikutnya agar menjaga kondisi kesehatan dan stamina sehingga dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dalam kondisi prima, terutama pada fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna)
“Jemaah diharapkan disiplin menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas dan ketua rombongan, serta fokus mempersiapkan diri menghadapi rangkaian utama ibadah haji,” pungkasnya.
[]
BACA JUGA:KBIHU PERSIS Berangkatkan 359 Jamaah di 6 Kloter pada Musim Haji 1447 H