Buka Muktamar Ke-14, Ketum Pemuda PERSIS Tegaskan Visi Dakwah Global dan Sinergi Strategis Bersama Polri

oleh Muhammad Aditya Ramadhan

25 April 2026 | 18:49

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) PP Pemuda PERSIS Masa Jihad 2021-2026, Ibrahim Nasrul Haq Alfahmi.

Bandung, persis.or.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) PP Pemuda PERSIS Masa Jihad 2021-2026, Ibrahim Nasrul Haq Alfahmi, menyoroti capaian transformasi organisasi dan pentingnya sinergi strategis antara pergerakan pemuda Islam dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga ketahanan bangsa. 


Hal tersebut diungkapkannya dalam pidato pembukaan Muktamar Pemuda PERSIS ke-14, yang digelar di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang berlangsung pada 25–26 April 2026.


​Acara yang mengangkat tema besar "Kepemimpinan Kader Peradaban; Meneguhkan Identitas dan Ruh Gerakan Menuju Visi Dakwah Global 2031" ini dihadiri oleh jajaran PP PERSIS, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), tokoh masyarakat, serta ribuan utusan kader dari seluruh nusantara.


​Dalam refleksinya, Ibrahim memaparkan keberhasilan organisasi dalam melakukan perombakan paradigma demi menyongsong bonus demografi.


"Selama rentang lima tahun ini, kami bergerak dengan visi 'Rejuvenasi Gerakan Pemuda PERSIS Sebagai Teladan Penyambung Peradaban Untuk Menyongsong Generasi Emas 2045'. Hasil dari objektifikasi gerakan ini telah menampakkan wujudnya melalui ekspansi nasional yang masif ke berbagai daerah," tegas Ibrahim, Sabtu 25 April 2026. 


​Saat ini, kata dia, Pemuda PERSIS telah melebarkan sayapnya hingga memiliki 11 Pimpinan Wilayah (PW) —termasuk perluasan ke Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan—serta 49 Pimpinan Daerah (PD) dan 223 Pimpinan Cabang (PC) di seluruh wilayah Indonesia.


Digitalisasi keanggotaan juga mencatatkan peningkatan kader yang tervalidasi dari 6.129 menjadi 6.938 orang saat ini. 

Sinergi Keumatan dan Dukung Polri Presisi


Di hadapan Kapolri dan jajaran pemerintahan, Ibrahim menegaskan bahwa Pemuda PERSIS kini telah mereposisi diri menjadi institusi dakwah yang inklusif.


Upaya menjaga muru'ah agama (hirasat ad-din) diwujudkan melalui dakwah transformatif untuk melawan narasi radikalisme virtual dan Islamophobia di era digital. 


​"Sebagai entitas civil society, kami menyadari pentingnya edukasi kebijakan publik. Oleh karena itu, kemitraan strategis bersama Polri dan BNPT terus kami perkuat. Sinergi ini adalah bentuk dukungan kami terhadap visi Polri Presisi, di mana Pemuda PERSIS berkomitmen hadir sebagai problem solver untuk mengurai persoalan sosial dan mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat," ujarnya. 


Ia menjelaskan, kiprah sosial jam'iyyah ini tidak hanya terpusat di perkotaan, melainkan telah menyentuh daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).


Salah satu buktinya adalah keberhasilan program Inovasi Sosial berupa pembinaan dan pembangunan Rumah Baca di Kecamatan Adonara, Nusa Tenggara Timur, yang merupakan hasil kemitraan sinergis lembaga. 


​Pesan Estafet Kepemimpinan


Menjelang akhir masa jabatannya, Ibrahim menitipkan pesan krusial bagi pelanjut estafet kepemimpinan. Ia menekankan bahwa pengembangan organisasi di masa depan wajib bertumpu pada ekosistem dakwah berbasis data yang terukur kelayakannya. 


​Ia juga menanamkan dua filosofi utama pergerakan: Istiqamah (keteguhan menolak mentalitas instan) dan Ta'awun (kolaborasi untuk menundukkan ego sektoral). 


​"Perjuangan ini adalah maraton peradaban. Dengan bersinergi dan merapatkan barisan, Pemuda PERSIS akan terus hadir mendistribusikan rahmat ajaran Islam bagi bangsa dan dunia," tutup Ibrahim mengakhiri sambutannya.


[]

BACA JUGA:

Apresiasi Ketum Pemuda PERSIS untuk Komitmen Kemandirian Jam'iyyah PP PERSIS di Muskernas 4