Jakarta, persis.or.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persatuan Islam (PERSIS), Hilman Rasyid, M.Pd, secara resmi membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda PERSIS DKI Jakarta yang digelar di Rumah Batavi, Semper, Jakarta Utara, Sabtu (25/7/2026).
Dalam sambutannya, Hilman menegaskan, Musywil bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran Pemuda PERSIS dalam mewujudkan cita-cita Islam, sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
"Musyawarah wilayah ini adalah momentum bagi kita semua untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita besar Islam dan cita-cita bangsa, sehingga lahir masyarakat yang maslahat dan memperoleh kebahagiaan, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat," ujar Hilman.
Ia mengucapkan selamat kepada PW Pemuda PERSIS DKI Jakarta atas terselenggaranya Musywil IX dan berharap forum tersebut menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi jam'iyyah, umat Islam, dan bangsa Indonesia.
Menurut Hilman, peserta Musywil memikul amanah besar untuk memilih kepemimpinan baru yang mampu membawa organisasi menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
"Musyawirin memiliki tanggung jawab besar untuk memilih nahkoda yang siap membawa kapal dakwah Pemuda PERSIS DKI Jakarta berlayar lebih jauh dan mampu menembus ombak zaman," katanya.
Selainn itu, Hilman menyoroti posisi strategis DKI Jakarta sebagai pusat perputaran ideologi, politik, ekonomi, dan budaya nasional. Karena itu, menurutnya, tantangan dakwah dan kaderisasi di Jakarta memiliki karakter yang berbeda dibandingkan daerah lain.
"DKI Jakarta bukan sekadar wilayah metropolitan secara geografis, tetapi juga etalase nasional. Di kota ini modernitas bertemu dan berhadapan langsung dengan nilai-nilai keimanan," ujarnya.
Ia menilai, kader Pemuda PERSIS di Jakarta dituntut memiliki kekuatan spiritual yang kokoh, ketajaman intelektual, serta kemampuan membaca dinamika masyarakat urban yang bergerak cepat dan cenderung pragmatis.
Karena itu, Hilman mengingatkan agar kader Pemuda PERSIS tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi tampil sebagai pelopor yang mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
"Pertanyaannya, apakah kita hanya akan menjadi penonton perubahan atau berada di garis terdepan sebagai pelopor perubahan? Ini yang harus dijawab bersama oleh kader Pemuda PERSIS," tegasnya.
lebih lanjut, Hilman juga mengajak seluruh kader untuk merenungkan pesan Al-Qur'an tentang pentingnya menyiapkan generasi yang kuat. Menurutnya, ancaman terbesar umat saat ini bukan hanya kelemahan ekonomi, tetapi juga lemahnya iman, ilmu, moral, dan kepemimpinan.
Ia menegaskan, organisasi kepemudaan Islam memiliki tanggung jawab untuk memastikan lahirnya generasi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan.
"Kita harus khawatir terhadap lahirnya generasi yang lemah iman, lemah ilmu, lemah moral, lemah ekonomi, bahkan lemah kepemimpinan. Pemuda PERSIS tidak boleh membiarkan anak-anak muda terjerumus dalam kebodohan, hedonisme, kemiskinan, dan krisis identitas," kata dia.
Menurut Hilman, Musywil harus menjadi momentum untuk memperkuat proses kaderisasi agar mampu melahirkan generasi Muslim yang unggul, berkarakter, dan siap memimpin umat.
Selain menyoroti pentingnya kaderisasi, Hilman menekankan bahwa kepemimpinan organisasi harus dibangun di atas fondasi ketakwaan dan integritas.
Ia mengingatkan,, sehebat apa pun konsep organisasi dan strategi yang dirancang, semuanya akan kehilangan keberkahan apabila tidak dilandasi keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
"Takwa adalah kunci utama. Sehebat apa pun strategi organisasi, jika kehilangan ruh ketakwaan dan keikhlasan maka akan kehilangan keberkahannya," ucap Hilman.
Karena itu, ia meminta, peserta Muswil memilih pemimpin berdasarkan kapasitas, integritas, dan kesiapan berkhidmat, bukan karena kedekatan kelompok atau pertimbangan emosional.
"Pilihlah pemimpin yang paling bertakwa, paling siap berkhidmat, dan memiliki komitmen untuk memajukan jam'iyyah," pesannya.
Hilman juga menekankan pentingnya melahirkan program-program kerja yang solutif dan mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi umat, khususnya masyarakat DKI Jakarta.
"Kita tidak membutuhkan narasi besar yang berhenti pada wacana. Yang dibutuhkan umat adalah keputusan strategis dan program kerja yang memberikan manfaat nyata," katanya.
Di akhir sambutannya, Hilman berharap Muswil IX dapat menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat peran Pemuda PERSIS sebagai gerakan kader, dakwah, dan pemberdayaan umat di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang terus berkembang.
Dengan mengucapkan basmalah, ia kemudian secara resmi membuka Musyawarah Wilayah IX Pemuda PERSIS DKI Jakarta. "Semoga Allah SWT memberikan pertolongan dan keberkahan dalam setiap keputusan yang dihasilkan pada Musyawarah Wilayah ini," pungkasnya.
BACA JUGA:Ribuan Warganet Apresiasi Paparan Sekum PP PERSIS di Komisi VIII DPR RI: Fiqih PERSIS Menarik Dikenalkan di Hadapan Parlemen