Buka TKJ Batch 6, Ketum PERSIS K.H. Jeje Zaenudin Dorong Kader Berwawasan Global

oleh Henri Lukmanul Hakim

•

10 Oktober 2026 | 20:11

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Dr. K.H. Jeje Zaenudin, M.Ag.

Jakarta, persis.or.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Dr. K.H. Jeje Zaenudin, M.Ag hadir dan membuka Training Kepemimpinan Jam’iyyah (TKJ) Batch 6, di Gedung Balai Bahasa, Rawamangun, Jakarta, Sabtu (10/10/2026).


Kegiatan yang diinisiasi Bidang Jam’iyyah PP PERSIS ini diikuti tasykil dan anggota Pimpinan Wilayah (PW) PERSIS DKI Jakarta.


Dalam kegiatan tersebut, K.H. Jeje juga sekaligus menyampaikan materi pembuka untuk memperkuat kepemimpinan dan struktur organisasi PERSIS di berbagai daerah.


Dalam materinya, Utaz Jeje mengapresiasi Bidang Jam’iyyah dan seluruh panitia atas terbangunnya komitmen untuk melahirkan, serta membina pimpinan baru di berbagai wilayah Indonesia.


Ia menyebut, perkembangan organisasi terlihat dari bertambahnya jumlah pimpinan wilayah, dari 24 wilayah pada 2022 menjadi 29 wilayah pada 2026. Dalam waktu dekat, PERSIS juga merencanakan peresmian PW PERSIS Papua Selatan.


Lebih lanjut, Ustaz Jeje mengarahkan perhatian peserta pada dinamika geopolitik global dan tantangan dakwah di era modern. Ia menegaskan, orientasi dakwah PERSIS tidak boleh terbatas pada persoalan lokal, tetapi harus memiliki wawasan universal dan global.


“Para kader harus memiliki wawasan yang luas (think globally), tetapi tetap membumi dengan memulai aksi nyata dari tingkat lokal (act locally). Pemahaman terhadap dinamika global ini penting karena peradaban dunia terus bergerak melalui siklus sejarah yang menuntut umat Islam memiliki daya saing, kerja keras, serta ketangguhan mental dalam menghadapi berbagai perubahan zaman,” katanya.


Dalam pemaparannya, Ia juga membahas peta kekuatan geopolitik global abad ke-21, yang diwarnai benturan kepentingan antarperadaban, pergeseran rantai ekonomi dunia, serta perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence).


Ia turut menyoroti berbagai ancaman nonmiliter terhadap kedaulatan bangsa, mulai dari perang informasi dan disinformasi hingga perang budaya dan pangan yang dapat melemahkan kemandirian negara berkembang.


“Oleh karena itu, melalui pelatihan kepemimpinan ini, para kader PERSIS diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu memahami arah peradaban dunia serta menyiapkan langkah strategis dan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa,” tuturnya.


[]

BACA JUGA:

K.H. Jeje Zaenuddin: Dakwah Harus Hadir di Ruang Publik