Bandung, persis.or.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Persatuan Islam (HIPPI) Kota Bandung resmi dibentuk melalui Musyawarah Daerah (Musda) I yang digelar di Hotel Asrilia, Kota Bandung, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi tonggak awal penguatan organisasi pengusaha PERSIS di tingkat daerah, sekaligus sebagai upaya untuk memperkuat kolaborasi ekonomi umat.
Musda I DPD HIPPI Kota Bandung dihadiri jajaran pengurus pusat, tokoh Persatuan Islam (PERSIS), serta para pelaku usaha yang tergabung dalam HIPPI.
Agenda utama kegiatan tersebut adalah pembentukan kepengurusan sekaligus pemilihan ketua DPD untuk masa bakti 2026–2029.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HIPPI, H. Cucu Cumarna, dalam arahannya menegaskan bahwa organisasi harus menjadi wadah bagi para pengusaha PERSIS untuk berkembang melalui penguatan manajemen usaha, peningkatan kapasitas, serta perluasan jaringan bisnis.
Menurut H. Cucu Cumarna, para pengusaha PERSIS sudah saatnya melakukan pembenahan dalam mengelola usahanya agar mampu bersaing di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
"Kita harus mulai berbenah dari manajemen usaha masing-masing. Pengusaha PERSIS harus memiliki tata kelola yang baik agar usahanya terus berkembang dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas," ujarnya.
Ia menjelaskan, HIPPI dibangun bukan sekadar sebagai organisasi formal, tetapi juga menjadi ruang bagi para anggotanya untuk saling berbagi pengalaman, berdiskusi, dan menguatkan satu sama lain dalam mengembangkan usaha.
"Melalui HIPPI kita berkumpul untuk sharing, berdiskusi, dan saling menguatkan. Dengan begitu akan lahir kolaborasi yang mampu menciptakan peluang usaha baru," katanya.
H. Cucu Cumarna juga mengungkapkan bahwa HIPPI saat ini tengah melakukan pembenahan organisasi secara menyeluruh.
Berbagai perangkat administrasi yang sebelumnya belum tersedia kini mulai dilengkapi agar organisasi memiliki tata kelola yang semakin profesional.
"Pada awal berdiri, kita belum memiliki AD/ART, petunjuk pelaksanaan, maupun petunjuk teknis. Alhamdulillah sekarang administrasi organisasi sudah tersedia, izin juga telah terbit, dan kami sedang mempersiapkan pembentukan koperasi sebagai salah satu penguatan ekonomi anggota," ungkapnya.
Selain fokus pada pengembangan usaha, HIPPI juga berkomitmen mendukung berbagai program PERSIS.
Organisasi tersebut diharapkan menjadi mitra strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi jamiyah melalui aktivitas kewirausahaan.
Ia menambahkan, HIPPI terus membangun jejaring dengan pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun kalangan pengusaha lainnya.
Langkah tersebut dilakukan sejalan dengan arahan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) PERSIS agar pengusaha PERSIS memiliki akses yang lebih luas terhadap peluang usaha.
"PP PERSIS selalu mendukung program-program HIPPI. Karena itu, kita juga harus aktif membangun jaringan dengan pemerintah, BUMN, maupun pelaku usaha lainnya agar semakin banyak peluang yang bisa dimanfaatkan," tuturnya.
Ia menekankan bahwa pola pikir anggota HIPPI juga harus berubah. Menurutnya, organisasi tidak boleh hanya menjadi tempat mengajukan proposal bantuan, tetapi harus menjadi ruang lahirnya peluang bisnis yang memberikan keuntungan bersama.
"Mindset kita harus berubah. Yang datang ke HIPPI jangan membawa proposal, tetapi membawa peluang bisnis yang bisa digarap bersama. Keuntungan dari usaha itulah yang nantinya dapat mendukung dakwah jamiyah," tegasnya.
Lebih lanjut, H. Cucu Cumarna berharap manfaat ekonomi yang dihasilkan para anggota tidak hanya dirasakan di lingkungan terbatas, tetapi mampu berkembang hingga memberikan kontribusi yang lebih besar bagi PERSIS di tingkat wilayah maupun pusat.
"Kita harus naik kelas, baik dalam usaha, ibadah, maupun sedekah. Ketika usaha berkembang, maka infaq dan shodaqoh yang dikeluarkan juga akan semakin besar sehingga manfaatnya semakin luas bagi umat," tandasnya.
Ia juga memastikan HIPPI terbuka bagi seluruh anggota yang ingin menyampaikan ide, gagasan, maupun inovasi dalam mengembangkan dunia usaha. Menurutnya, keterbukaan menjadi salah satu kunci kemajuan organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, H. Cucu Cumarna menyampaikan harapannya agar Musda I DPD HIPPI Kota Bandung menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam membentuk kepengurusan HIPPI di tingkat kabupaten dan kota.
"Musda Kota Bandung ini kami harapkan menjadi role model bagi daerah lain untuk segera membentuk DPD HIPPI sehingga organisasi semakin kuat dan manfaatnya semakin luas," ujarnya.
Sementara itu, Musda I DPD HIPPI Kota Bandung juga menghasilkan keputusan penting berupa terpilihnya Muhammad Rizki sebagai Ketua DPD HIPPI Kota Bandung periode 2026–2029. Ia terpilih secara aklamasi setelah mendapatkan dukungan penuh dari peserta musyawarah.
Terpilihnya Muhammad Rizki diharapkan mampu membawa DPD HIPPI Kota Bandung menjadi organisasi pengusaha yang aktif membangun kolaborasi, memperkuat jaringan usaha, serta mendorong peningkatan kesejahteraan anggota melalui berbagai program yang produktif.
Dengan terbentuknya DPD HIPPI Kota Bandung, organisasi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya pengusaha-pengusaha PERSIS yang lebih profesional, mandiri, dan berdaya saing.
Selain meningkatkan pertumbuhan usaha anggotanya, HIPPI juga diharapkan mampu memperkuat kontribusi ekonomi bagi dakwah serta kemajuan jam'iyyah PERSIS secara berkelanjutan.
[]
BACA JUGA:HIPPI Kota Bandung Resmi Gelar Musda I, Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat Berbasis Nilai Islam