Kabid Ekonomi PP Pemuda PERSIS, Firman Bagja Nugraha, menegaskan bahwa Tasikmalaya adalah titik awal. Menurutnya, ruang kolaborasi ekonomi ini terbuka untuk seluruh kabupaten dan kota basis Pemuda PERSIS se-Indonesia.
"Apa yang kita mulai di Tasikmalaya hari ini adalah pintu pertama. Ruang kolaborasi ekonomi ini terbuka seluas-luasnya untuk seluruh kabupaten dan kota basis Pemuda Persis se-Indonesia. Kami di Bidang Ekonomi dan Lembaga Akselerasi Ekonomi Jam'iyyah siap berkolaborasi di berbagai sektor ekonomi. Kuncinya saling percaya dan dikelola secara profesional," ujar Firman.
Sementara itu, narasumber sekaligus Ketua Lembaga Akselerasi Ekonomi PP Pemuda PERSIS, Aditya Galih Utama, menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan upaya nyata pasca seminar. Bentuknya meliputi ruang mentoring bisnis, konsultasi keuangan kader dan organisasi, serta membuka rumah kerja sama terbuka melalui Koperasi Pemuda PERSIS.
"Kita tidak berhenti di seminar. Kami menyiapkan ruang mentoring bisnis, konsultasi keuangan untuk kader dan organisasi, serta membuka rumah kerja sama terbuka melalui Koperasi Pemuda Persis. Ini menjadi instrumen agar investasi dan kolaborasi berjalan berkelanjutan," ungkap Aditya.
Selain itu, PP Pemuda PERSIS menyerahkan hibah 8 ton pupuk hasil kerja sama dengan PT Agricultura Investama Sedaya, dan 1.000 bibit pohon hasil kerja sama dengan Dinas Kehutanan Jawa Barat Cabang VI Tasikmalaya kepada PD Pemuda PERSIS Kabupaten Tasikmalaya.
Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan kerja sama bisnis online antara DPD HIPPI Kabupaten Tasikmalaya dengan Bidang Ekonomi PD Pemuda PERSIS Kabupaten Tasikmalaya, dan MoU penanaman cabai antara Bidang Ekonomi PP dan Bidang Ekonomi PD Pemuda PERSIS Kabupaten Tasikmalaya.
[]
BACA JUGA:Kemandirian Ekonomi dan Masa Depan PERSIS