Hadiri Muswil IX, Anggota DPR RI Hoerudin Amin: Pemuda PERSIS Harus Terbuka, Kritis, dan Berbasis Riset

oleh Henri Lukmanul Hakim

25 Juli 2026 | 19:28

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PAN, Muhammad Hoerudin Amin – Foto: Henri Lukmanul Hakim

Jakarta, persis.or.id – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PAN, Muhammad Hoerudin Amin, menghadiri Musyawarah Wilayah (Musywil) IX Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) DKI Jakarta yang digelar di Rumah Batavi, Semper, Jakarta Utara, Sabtu (25/7/2026).


Dalam pidato kebangsaannya, politikus yang akrab disapa Kang Hoer itu menyampaikan sejumlah pesan strategis kepada kader Pemuda PERSIS DKI Jakarta terkait penguatan organisasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pentingnya membangun tradisi keilmuan yang terbuka, kritis, dan berbasis riset.


Kang Hoer mengapresiasi perjalanan kaderisasi PERSIS yang selama ini telah melahirkan banyak tokoh yang berkiprah di berbagai bidang. Menurutnya, pengalaman berorganisasi harus menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan diri, memperluas wawasan, dan meningkatkan kontribusi kader bagi umat, bangsa, dan negara.


"Pengalaman berorganisasi harus menjadi bekal untuk memperkuat kapasitas diri sekaligus memperluas ruang pengabdian kepada masyarakat," ujar Kang Hoer di hadapan peserta Musywil.


Ia menegaskan, Pemuda PERSIS memiliki posisi strategis sebagai organisasi kader berbasis massa yang menghimpun generasi muda dari beragam latar belakang. Karena itu, proses kaderisasi harus terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar perjuangan organisasi.


Menurut Kang Hoer, kader muda PERSIS perlu memiliki cara pandang yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika sosial. Namun, keterbukaan tersebut harus dibangun di atas fondasi keilmuan yang kuat agar tidak kehilangan arah dan identitas.


"Pemuda PERSIS harus memiliki pandangan yang lebih terbuka, tetapi keterbukaan itu harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan yang kuat," katanya.


Lebih lanjut, Kang Hoer mendorong lahirnya budaya akademik yang kuat di lingkungan PERSIS. Generasi muda, kata dia, tidak cukup hanya menguasai ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga harus memahami ilmu pengetahuan modern, teknologi, riset, dan berbagai disiplin ilmu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.


Menurutnya, penguasaan ilmu yang komprehensif akan membuat kader mampu menjelaskan nilai-nilai Islam secara rasional, objektif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.


"Kader PERSIS perlu menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan modern agar mampu menjawab tantangan zaman," tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Kang Hoer juga menyoroti peran strategis perguruan tinggi yang berafiliasi dengan PERSIS. Ia menilai, kampus harus menjadi pusat pengembangan pemikiran, penelitian, dan inovasi yang mampu melahirkan solusi atas berbagai persoalan umat dan bangsa.


"Kampus harus menjadi benteng pemikiran, pusat riset, dan tempat lahirnya solusi bagi berbagai persoalan umat dan bangsa," ujarnya.


Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika global yang terus bergerak cepat. Karena itu, kader Pemuda PERSIS dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, objektif, serta mampu membaca realitas sosial secara utuh.


Menutup arahannya, Khoerudin mengajak seluruh kader Pemuda PERSIS untuk terus memperkuat kolaborasi, memperluas ruang pengabdian, dan menyiapkan generasi muda yang unggul dalam keilmuan, kepemimpinan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.


“Masa depan organisasi dan umat sangat ditentukan oleh kualitas kader yang mampu memadukan integritas, kapasitas intelektual, serta semangat pengabdian dalam menjawab berbagai tantangan zaman,” tutupnya.

BACA JUGA:

Ribuan Warganet Apresiasi Paparan Sekum PP PERSIS di Komisi VIII DPR RI: Fiqih PERSIS Menarik Dikenalkan di Hadapan Parlemen