Hima PERSIS DKI Jakarta Dukung Gubernur Pramono Pertahankan Anggaran Pendidikan, Ajukan 4 Rekomendasi

oleh Henri Lukmanul Hakim

27 Februari 2026 | 20:39

PW HIMA PERSIS DKI Jakarta saat bertemu dengan Gubernur Pramono Anung.

Jakarta, persis.or.id – Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima PERSIS) DKI Jakarta mendukung komitmen Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menegaskan anggaran pendidikan tidak akan dikurangi.


Penegasan tersebut mencakup keberlanjutan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, serta perlindungan terhadap hak tenaga pendidik.


Ketua Hima PERSIS DKI Jakarta, Ihsan Abdul Haq, menilai langkah itu penting untuk menjaga stabilitas akses pendidikan di tengah tantangan ekonomi.


“Keputusan mempertahankan anggaran pendidikan adalah kebijakan strategis. Pendidikan tidak boleh menjadi sektor yang terdampak efisiensi,” kata Ihsan, Jumat (27/2).


Ia menambahkan, keberlanjutan bantuan pendidikan harus dibarengi tata kelola yang transparan dan tepat sasaran agar benar-benar menjangkau kelompok yang membutuhkan.


Hima PERSIS juga mencatat komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat akuntabilitas bantuan pendidikan serta penerapan kebijakan nol toleransi terhadap perundungan di sekolah.


Sebagai bentuk dukungan konstruktif, Hima PERSIS mengajukan empat rekomendasi penguatan kebijakan.


Pertama, mendorong transparansi penyaluran bantuan pendidikan melalui dashboard publik berbasis data.


Platform tersebut diusulkan memuat ringkasan distribusi KJP dan KJMU, indikator capaian program, serta kanal pengaduan yang mudah diakses tanpa membuka data pribadi penerima manfaat.


Kedua, penguatan sistem pencegahan perundungan secara terukur di setiap sekolah. Hima PERSIS mengusulkan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) anti-perundungan.


Juga penyediaan mekanisme pelaporan yang aman dan ramah anak, serta evaluasi berkala guna memastikan kebijakan berjalan efektif.


Ketiga, integrasi pendidikan karakter dan literasi digital dalam kurikulum sekolah, termasuk penguatan nilai integritas, literasi media, etika bermedia sosial, serta pengembangan kecakapan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi.


Keempat, perluasan kemitraan antara sekolah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan dunia industri melalui program magang, mentoring, kelas karier, hingga penguatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis kebutuhan industri dengan tata kelola transparan.


Hima PERSIS menyatakan siap mengawal implementasi kebijakan agar komitmen anggaran benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pemerataan akses pendidikan di Jakarta.


[]

BACA JUGA:

Kekuatan Kita, Planet Kita: Seruan Hima PERSIS DKI Jakarta untuk Menyelamatkan Lingkungan Ibu Kota