Jejak dakwah Persatuan Islam (Persis) di Kutai Barat, Kalimantan Timur, telah berlangsung sejak awal 1990-an. Kehadiran dakwah tersebut tidak terlepas dari kiprah KH Yahya Didu yang menjadi salah satu perintis dakwah Persis di wilayah tersebut. Seiring berjalannya waktu, jejak dakwah itu terus dilanjutkan oleh putra beliau, Ustadz Alhafidz Ibnu Qayyim, hingga keberadaan dakwah Persis semakin dikenal dan diterima masyarakat di Bumi Etam.
Dalam perjalanan berikutnya, Pimpinan Pusat (PP) Persis turut menguatkan gerakan dakwah dengan mengirimkan para dai ke Kutai Barat. Di antara dai yang pernah ditugaskan adalah Abdurrahman Fikri dan Anggi Khoerul Fikri. Dalam dua tahun terakhir, dakwah tersebut dilanjutkan oleh Fikri Adifillah melalui Bidang Dakwah 3T PP Persis Hingga kini, Fikri Adifillah telah menjalani kurang lebih tiga tahun pengabdian dakwah di Melak, Kutai Barat.
Salah satu sarana penting yang menopang aktivitas dakwah para dai adalah Rumah Ulin. Rumah tersebut menjadi tempat tinggal sekaligus sarana berbagai kegiatan dakwah. Keberadaan Rumah Ulin tidak terlepas dari kedermawanan Bu Haji Zakiyah Arifin yang mewakafkan tanah dan rumah untuk mendukung perjuangan para dai. Wakaf ukuran 5×25 m tersebut menjadi bagian penting dari keberlangsungan dakwah Persis di Kutai Barat, sekaligus menjadi tempat para dai beristirahat dan mempersiapkan berbagai kegiatan pelayanan kepada masyarakat.
Dukungan terhadap para dai juga datang dari Nenek Aji Rukhana. Sejak dahulu hingga sekarang, beliau senantiasa membantu kebutuhan para dai, mulai dari kebutuhan dapur, sembako, hingga berbagai perabotan rumah tangga. Kepedulian tersebut menjadi bentuk nyata dukungan masyarakat terhadap perjuangan dakwah. Dengan perhatian yang diberikan, para dai dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih tenang dan fokus dalam melayani umat.
Saat ini, Kafilah Duat Melak mengisi kegiatan dakwah di sejumlah masjid dan musala binaan. Tercatat ada tujuh tempat yang menjadi bagian dari aktivitas dakwah, yaitu Masjid Al-Muslimun Melak , Masjid Al-Tafaq Salsabila Barong, Masjid Al-Amin Damai, Masjid Baitul Makmur Royoq Masjid Nurul Amin Muyub Ulu, Masjid Al-Kautsar Sendawar serta Musala Nurul Islam Jl Kp Tendean. Di tempat-tempat tersebut, para dai mengisi kajian,Imam & Khotib jumat, serta kegiaan islami lainya. Di Musala Nurul Islam Kafilah Duat Melak menjalankan amanah sebagai imam salat lima waktu dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Dakwah Persis di Kutai Barat terus diupayakan agar semakin diterima melalui semangat kekeluargaan dan pendekatan yang santun. Upaya merawat silaturahmi dengan para murid KH Yahya Didu serta teman-teman Ustadz H Alhafidz Ibnu Qayyim M.Th.I. menjadi bagian dari perjalanan dakwah tersebut. Pendekatan yang mengedepankan persaudaraan, komunikasi yang baik, dan ajakan kepada kebaikan diharapkan dapat membuat keberadaan dakwah Persis semakin dekat dengan masyarakat Kutai Barat.
Kafilah Duat Melak menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bu Haji Zakiyah Arifin yang telah mewakafkan tanah dan Rumah Ulin, serta kepada Nenek Aji Rukhana yang selama ini memberikan perhatian terhadap kebutuhan para dai.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada PD Persis Kutai Barat, PW Persis Kalimantan Timur, Rumah Zakat,LAZ Persis, serta Bidang Dakwah 3T PP Persis atas dukungan terhadap perjalanan dakwah di Kutai Barat. Semoga sinergi dan semangat kebersamaan ini terus terjaga sehingga dakwah Persis di Bumi Etam semakin maju, berkembang, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. []
BACA JUGA:Strategi Baru Bidang Dakwah PERSIS Perluas Jangkauan ke Pelosok Negeri: Perkuat Ekspansi Dakwah Nasional