Bali, persis.or.id — Bidang Dakwah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) melakukan kunjungan kerja atau Jaulah Dakwah ke Bali pada Rabu hingga Jumat, 7–9 Oktober 2026.
Kunjungan tersebut bertujuan meninjau perkembangan PERSIS di Bali, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memperluas jaringan dakwah di wilayah yang mayoritas penduduknya non-Muslim.
Delegasi Bidang Dakwah dipimpin Ketua Ustaz Uus Muhammad Ruhiyat, didampingi Sekretaris Ustaz Deni Solehudin, Ketua Bidang Garapan Dakwah Daerah Terpencil Ustaz Yusup Tajri, serta Ustaz Muhammad Nurdian dari kesekretariatan Dewan Hisbah PP PERSIS.
Kehadiran pengurus pusat PERSIS dinilai memberikan semangat baru bagi para dai, anggota, dan simpatisan PERSIS di Bali. Sebab, komunitas Muslim di Bali, baik warga lokal maupun perantau, tersebar di berbagai wilayah. Kunjungan ini diharapkan mendorong mereka untuk tetap istiqomah berdakwah dan membina jamaah.
Sebagai salah satu pusat pariwisata dunia, Bali menuntut pendekatan dakwah yang tepat dan bijaksana. Dakwah yang digulirkan diharapkan mengedepankan hikmah, keteladanan, serta penghormatan terhadap adat setempat.
Bidang Dakwah juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama. Para dai dan anggota PERSIS diharapkan menunjukkan akhlak mulia serta menghindari provokasi atau sikap yang berpotensi memicu gesekan sosial.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi meninjau langsung perkembangan PERSIS di Bali dan membahas penguatan dakwah berwawasan jam’iyyah. Pengembangan dakwah tersebut dinilai membutuhkan penopang yang memadai, khususnya keberadaan masjid, markaz, dan madrasah.
“Keberadaan kantor PW PERSIS Bali adalah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa program-program dapat dirumuskan, dijalankan, dan dievaluasi dengan baik,” kata Ustaz Uus.
Ketiga elemen itu disebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam mewujudkan dakwah jam’iyyah. Selain itu, keberadaan kantor Pengurus Wilayah (PW) PERSIS Bali dianggap penting agar program dakwah dapat dirumuskan, dijalankan, dan dievaluasi secara terarah.
Kunjungan ini diharapkan bukan menjadi yang terakhir. Sebab, dakwah berwawasan jam’iyyah menuntut peran serta berbagai pihak secara berkelanjutan dan melalui berbagai cara.
“Mulailah dengan yang ada! Karena yang ada itu sudah cukup untuk memulai,” ujar Ustadz Muhammad Natsir.
[]
Kontributor: Mas’ud dan Yusri
BACA JUGA:Bidang Dakwah PP PERSIS Turun ke Sumut, Enam PD Ikuti Pembinaan Jaulah Dakwah di Asahan