Kabupaten Bandung, persis.or.id – Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) menyelenggarakan Muktamar XIV sebagai forum musyawarah tertinggi jamiyyah yang berlangsung pada 25–26 April 2026/8–9 Dzulqa’dah 1447 H di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung.
Mengusung tema “Kepemimpinan Kader Peradaban: Meneguhkan Identitas dan Ruh Gerakan Menuju Visi Dakwah Global 2031” dan tagline "Kokoh Identitasnya, Tumbuh Gerakannya", muktamar ini menjadi momentum strategis dalam menentukan arah gerakan Pemuda PERSIS ke depan.
Muktamar XIV menghadirkan lebih kurang 500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, hadir pula sejumlah tamu undangan dari unsur pimpinan jamiyyah, pemerintah, dan tokoh nasional pada acara pembukaan, di antaranya adalah Ketua Umum PP PERSIS KH. Dr. Jeje Zaenudin, M.Ag., Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. H. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., dan Bupati Kabupaten Bandung Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si.
Ketua Umum PP Pemuda PERSIS periode 2021–2026, Ibrahim Nasrul Haq Al Fahmi, menegaskan bahwa muktamar merupakan momentum peneguhan arah perjuangan, serta pentingnya penguatan paradigma gerakan Pemuda PERSIS dalam menghadapi tantangan zaman.
Ia menyampaikan bahwa selama satu periode kepemimpinan, Pemuda PERSIS terus berupaya melakukan ekspansi gerakan secara nasional dengan memperkuat basis kader. Jumlah kader aktif tercatat meningkat dari sekitar 6.000 menjadi lebih dari 7.000 kader yang tersebar di Indonesia.
“Jumlah kader yang ada bukan sekadar angka, tetapi benar-benar nyata ada nama dan datanya, serta aktif dalam lingkaran kajian keilmuan yang tersebar di berbagai wilayah,” ungkapnya.
Menurutnya, Pemuda PERSIS dituntut untuk mampu memperluas jangkauan gerakan dengan menyapa dan membina kader-kadernya yang tersebar dari Sumatera hingga Sulwasi dan Nusa Tenggara, serta memperkuat organisasi secara nasional.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa Pemuda PERSIS memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial melalui pembinaan generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran, dan menjunjung tinggi ketertiban serta persatuan bangsa.
“Pemuda PERSIS harus hadir dengan gerakan Islam yang membawa ketertiban, toleransi, serta memperkuat ikatan sebangsa dan setanah air,” tegasnya.
Ketua Umum Pemuda PERSIS berharap arah gerakan Pemuda PERSIS tetap berada pada khittahnya dalam lima tahun ke depan, dan berharap muktamar ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat identitas jamiyyah sekaligus mendorong pertumbuhan gerakan yang lebih luas dan berdampak.
Rangkaian kegiatan Muktamar XIV meliputi perumusan Garis Besar Muktamar XIV, laporan pertanggungjawaban kepengurusan masa jihad 2021–2026, pembahasan Qanun Asasi dan Qanun Dakhili (QA-QD), dan pemilihan Ketua Umum masa jihad 2026-2031.
Sebagai acara penyerta, diselenggarakan Awarding Pemuda PERSIS sebagai bentuk apresiasi kepada kader berprestasi di bidang Al-Qur'an, literasi, akademik, dan dakwah.
Muktamar XIV Pemuda PERSIS diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan baru yang mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi, memperkuat identitas gerakan, serta memperluas kontribusi Pemuda PERSIS dalam skala nasional hingga global.
[]
BACA JUGA:Awarding Pemuda PERSIS, Apresiasi Kader Inspiratif