Kota Tasikmalaya, 25 Juli 2026 – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar PERSIS (IPP) dan Ikatan Pelajar Putri (IPPi) PERSIS Kota Tasikmalaya menyelenggarakan Musyawarah Daerah (MUSDA) XIII sebagai forum permusyawaratan tertinggi di tingkat daerah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026, bertepatan dengan 10 Shafar 1448 H, bertempat di Aula BAPELITBANGDA Kota Tasikmalaya.
Mengusung tema "Merawat Estafet Perjuangan dalam Bingkai Sinergi dan Regenerasi untuk Mewujudkan Organisasi yang Adaptif dan Berintegritas," MUSDA XIII menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi masa jihad kepengurusan, merumuskan arah kebijakan organisasi, sekaligus memilih kepengurusan baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan pelajar PERSIS di Kota Tasikmalaya.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai Pimpinan Pusat Informasi (PPI), pesantren PERSIS, serta sekolah-sekolah di Kota Tasikmalaya. Selain peserta sidang, acara pembukaan turut dihadiri oleh unsur pimpinan jam'iyyah, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan sebagai bentuk dukungan terhadap proses kaderisasi pelajar.
Hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya, Raden Diky Candranegara selaku Wakil Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Mahmud Saputra, S.E., Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi III, Ust. Yusuf Awaludin, M.M., selaku Pengurus Pimpinan Daerah PERSIS Kota Tasikmalaya yang mewakili Ketua PD PERSIS Kota Tasikmalaya, Ketua Pimpinan Wilayah IPP PERSIS Jawa Barat, Ketua Pimpinan Wilayah IPPi PERSIS Jawa Barat, serta perwakilan organisasi kepemudaan, di antaranya DPD KNPI Kota Tasikmalaya, IPM Putra dan IPM Putri Kota Tasikmalaya, Duta Genre, dan berbagai organisasi kepelajaran lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara jam'iyyah, pemerintah, dan organisasi kepemudaan dalam membangun generasi pelajar yang berilmu, berakhlak, serta mampu melanjutkan estafet perjuangan melalui semangat kolaborasi, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah IPP PERSIS Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa lahirnya Ikatan Pelajar PERSIS dan Ikatan Pelajar Putri PERSIS merupakan jawaban atas harapan besar Persatuan Islam agar para pelajar tetap memiliki identitas dan nilai-nilai Persatuan Islam, meskipun menempuh pendidikan di luar lingkungan Pesantren Persatuan Islam.
"Ikatan Pelajar PERSIS dan Pelajar Putri PERSIS tidak lahir dari ruang kosong, akan tetapi lahir dari harapan yang begitu besar agar para pelajar Persatuan Islam tetap memiliki nilai-nilai Persatuan Islam sekalipun bersekolah di luar Pesantren Persatuan Islam."
Ketua Pimpinan Daerah IPPi PERSIS Kota Tasikmalaya mengajak seluruh kader untuk memandang perbedaan sebagai kekuatan yang melahirkan kemajuan organisasi melalui musyawarah.
"Perbedaan adalah kekayaan. Kekayaan untuk bermusyawarah, yang akhirnya musyawarah akan melahirkan pemikiran. Maka, bersinergi adalah langkah untuk tetap mengembangkan sayap organisasi."
Senada dengan itu, Ketua Pimpinan Wilayah IPPi PERSIS Jawa Barat menekankan pentingnya membangun karakter kader melalui semangat Ar-Rāsikhūna fil 'Ilmi, yakni pribadi yang kokoh dalam ilmu dan nilai-nilai agama.
"Poin berikutnya dari yang telah disampaikan Ketua PD IPP dan IPPi PERSIS Kota Tasikmalaya adalah Ar-Rāsikhūna fil 'Ilmi, memegang teguh nilai keagamaan dan keilmuan serta menjaga jiwa muda ke pelajaran dari sifat kekanak-kanakan."
Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat IPP PERSIS mengajak seluruh pelajar untuk terus menghadirkan inovasi yang menjadi ciri khas gerakan kepelajaran.
"Pelajar PERSIS harus hadir dalam khas kepelajaran. Inovasinya harus terus difasilitasi, misalnya melalui teater bercorak dakwah."
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Raden Diky Candranegara, mengingatkan bahwa salah satu faktor utama keberhasilan sebuah organisasi adalah disiplin terhadap waktu.
"Efektifnya keberhasilan suatu hal ada pada ketepatan waktu. Maka dalam bersinergi pun perlu ditekankan ketepatan waktu karena dengan itu akan menjaga ikatan, susunan, dan wajah yang dibangun oleh suatu badan."
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi III, H. Budi Mahmud Saputra, S.E., menyampaikan keynote speech mengenai pentingnya demokrasi pendidikan yang berpihak kepada masyarakat. Menurutnya, pelajar harus mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.
"Demokrasi pendidikan adalah ketika kedaulatan berada di masyarakat. Saya bangga menjadi bagian dari PERSIS karena kuat dengan nilai imamah dan imarah, sami'na wa atho'na. Harapan saya, para pelajar harus menjadi agen yang mampu menghadirkan keberpihakan kepada masyarakat dan memberikan dampak nyata. Sebab, tantangan demokrasi hari ini adalah derasnya arus globalisasi yang menjadikan generasi muda bebas tanpa arah dalam menggunakan gawai."
Sebagai penutup rangkaian sambutan, Ust. Yusuf Awaludin, M.M., yang mewakili Pimpinan Daerah PERSIS Kota Tasikmalaya, menyampaikan taujihnya mengenai pentingnya melahirkan generasi pelajar yang kokoh dalam keimanan dan keilmuan.
"Keresahan para orang tua pada akhirnya melahirkan organisasi otonom karena mereka tidak ingin generasi pelajar berada dalam keadaan yang lemah. Pelajar PERSIS harus menjadi pelajar yang kuat, tidak tergerus oleh arus pemikiran yang menyesatkan, wajib menjaga ibadah. Dengan jargon Ar-Rāsikhūna fil 'Ilmi, sejak sekarang harus menjadi pelajar yang ilmunya mengakar, mengetahui, dan mendalami."
Selain agenda persidangan, MUSDA XIII juga menghadirkan kegiatan sosial berupa santunan bagi anak-anak Yayasan LKSA Amanah yang diselenggarakan bekerja sama dengan LAZ PERSIS KL Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai-nilai kepedulian yang senantiasa dijunjung oleh IPP dan IPPi PERSIS.
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan talkshow bersama Kang Andrian Abdurahman yang mengangkat tema "Pendidik dan Peserta Didik Segan, Pendidikan Stagnan." Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan organisasi kepemudaan (OKP), pengurus OSIS, serta peserta Rijalul Ghad dan Ummahatul Ghad dari berbagai Pesantren Persatuan Islam di Kota Tasikmalaya. Melalui forum ini, peserta diajak merefleksikan pentingnya membangun hubungan yang sehat antara pendidik dan peserta didik sebagai fondasi lahirnya ekosistem pendidikan yang progresif, berkarakter, dan berorientasi pada pembentukan generasi unggul.
Melalui MUSDA XIII ini, diharapkan lahir kepengurusan baru yang mampu melanjutkan amanah perjuangan organisasi, memperkuat kaderisasi, memperluas sinergi dengan berbagai pihak, serta menghadirkan program-program yang responsif terhadap tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar perjuangan PERSIS.
BACA JUGA:IPP Kota Tasikmalaya Gelar Kajian INSAN: Integritas, Spiritual, dan Keilmuan untuk Kader Muda PERSIS