Musywil VI Tetapkan Fathul Bar Nalwin Adimanggala Sebagai Ketua PW Hima PERSIS DIY Periode 2026-2028

oleh Reporter

12 September 2026 | 06:29

Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Musywil) VII Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam Daerah Istimewa Yogyakarta (PW Hima PERSIS DIY).

‎Yogyakarta, persis.or.id — Musyawarah Wilayah (Musywil) VII Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam Daerah Istimewa Yogyakarta (PW Hima PERSIS DIY) menetapkan Fathul Barr Nalwin Adimanggala sebagai Ketua PW Hima PERSIS DIY periode 2026–2028.

‎Fathul Barr yang berasal dari Pimpinan Daerah (PD) Hima PERSIS Sleman terpilih melalui rangkaian proses permusyawaratan dalam Musywil VII PW Hima PERSIS DIY. Penetapan tersebut menjadi bagian penting dari proses estafet kepemimpinan organisasi, sekaligus menandai dimulainya fase baru perjalanan Hima PERSIS DIY.

‎Mengusung gagasan “Hima PERSIS #AksiPasti”, Fathul Barr menawarkan arah kepemimpinan yang menempatkan penguatan intelektualitas, progresivitas gerakan, dan kontribusi sosial sebagai tiga fondasi utama organisasi.

‎Dalam gagasannya, Fathul Barr menetapkan visi untuk PW Hima PERSISI DIY. ‎“(yakni) Terwujudnya Hima PERSIS Yogyakarta yang Unggul secara Intelektual, Progresif dalam Gerakan, dan Solutif dalam kontribusinya terhadap Persoalan Sosial di D.I. Yogyakarta,” ungkapnya.

‎Visi tersebut diterjemahkan melalui enam misi utama. Mulai dari penguatan solidaritas dan integrasi antar level pimpinan, peningkatan pertumbuhan organisasi, pengembangan kompetensi interdisipliner kader, penguatan penelitian, keterlibatan dalam dinamika politik kebangsaan, hingga kontribusi dalam penyelesaian persoalan sosial kemasyarakatan.

‎Pada sektor kaderisasi, kepemimpinan Fathul Barr menargetkan peningkatan jumlah kader hingga 200 kader dalam satu periode. Selain itu, terdapat agenda peningkatan pelaksanaan kaderisasi, pendataan kader berbasis minat, bakat, dan potensi, serta pengembangan diaspora kader untuk meningkatkan kompetensi.

‎Sementara pada bidang organisasi, arah kebijakan ditujukan untuk memperluas struktur organisasi dengan target satu PD baru dan delapan Pimpinan Komisariat (PK) baru. “Penguatan kapasitas pengurus melalui upgrading yang terukur dan berkala serta peningkatan soliditas antarlevel pimpinan juga menjadi perhatian utama,” tandasnya.

‎Agenda tersebut menunjukkan bahwa ekspansi organisasi tidak hanya dipahami dari sisi bertambahnya struktur dan jumlah kader, tetapi juga diiringi dengan peningkatan kualitas pengelolaan organisasi dan kapasitas sumber daya manusia di dalamnya.

‎Dalam bidang pendidikan dan penelitian, kepemimpinan baru mendorong Hima PERSIS DIY menjadi ruang pengembangan intelektualitas kader melalui diskusi, penelitian, workshop, dan diskursus pengembangan keterampilan.

‎Selain itu, pemetaan serta pengembangan potensi kader akan dilakukan melalui program pembinaan yang terukur sesuai dengan potensi masing-masing kader.

‎”Gagasan tersebut kemudian diperkuat melalui program Maroon Academia, Hima PERSIS Research and Social Hub, dan Sekolah Riset sebagai ruang pengembangan kapasitas intelektual dan penelitian kader,” paparnya.

‎Tidak berhenti pada penguatan internal organisasi, Fathul Barr juga membawa agenda pemberdayaan sosial sebagai bagian dari arah gerakan Hima PERSIS DIY.

‎Beberapa langkah strategis yang ditawarkan meliputi penyusunan kurikulum dasar pemberdayaan sosial, pemetaan kolaborasi dengan berbagai elemen advokasi di DIY, pembangunan kerja sama dengan minimal dua elemen advokasi, pelaksanaan kajian sosial, serta penyelenggaraan Sekolah Sosial Progresif.

“‎Melalui Sekolah Sosial Progresif, kader diarahkan untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam bidang pemberdayaan sosial sehingga organisasi tidak hanya mampu membaca persoalan masyarakat, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengambil bagian dalam mencari solusi,” ungkapnya.

‎Di tengah dinamika politik kebangsaan, Hima PERSIS DIY juga diarahkan untuk mengambil posisi sebagai organisasi gerakan yang aktif mengawal isu politik dan kebijakan publik.

‎Fathul Barr menawarkan penguatan forum diskusi dan gerakan aksi serta edukasi politik bagi seluruh kader sebagai instrumen untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas kader dalam membaca dinamika kebangsaan.

“‎Periode 2026–2028 akan menjadi ruang pembuktian atas gagasan untuk menghadirkan organisasi yang semakin kuat secara internal, tajam secara intelektual, progresif dalam gerakan, serta hadir dalam persoalan sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.

‎Dengan semangat Hima PERSIS #AksiPasti, kepemimpinan baru diharapkan mampu mengonsolidasikan seluruh elemen organisasi, mengembangkan potensi kader, memperluas jejaring gerakan, dan menghadirkan kontribusi yang nyata bagi DIY.


[]


Kontributor: Nabil Zaidan Muharram

BACA JUGA:

PW HIMA PERSIS DIY Gelar Kaderisasi di Bantul: Tegaskan Peran Mahasiswa sebagai Organisatoris Akademis Berbasis Nilai Ulul Albab

Reporter: Reporter Editor: Fia Afifah Rahmah