Bandung Barat, persis.or.id — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Persatuan Islam (HIPPI PERSIS) Kabupaten Bandung Barat resmi dilantik di Pusat Dakwah Persatuan Islam (PUSDAPI) Kabupaten Bandung Barat, Cipatat, Kamis (10/9/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran pengusaha dalam gerakan dakwah sekaligus mendorong kemandirian ekonomi umat di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HIPPI, H. Cucu Cumarna, mengatakan keberadaan HIPPI diharapkan tidak hanya menjadi wadah bagi para pengusaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas dakwah PERSIS agar semakin dekat dengan berbagai lapisan masyarakat.
Menurutnya, memasuki abad kedua, PERSIS perlu melakukan transformasi dalam gerakan dakwah dengan memperluas ruang keterlibatan di tengah masyarakat.
“PERSIS di abad kedua harus bertransformasi dalam dakwah. Bukan hanya Islam yang fiqih oriented, tetapi bagaimana dakwah itu hadir di berbagai komunitas,” ujar Cucu.
Ia menegaskan, PERSIS harus mampu hadir di berbagai ruang kehidupan masyarakat. “PERSIS harus hadir di komunitas usaha, olahraga, di pasar tradisional, di pemerintah, dan hadir di generasi Gen Z. PERSIS jangan eksklusif,” katanya.
Cucu juga mengingatkan bahwa sejarah berdirinya PERSIS tidak dapat dilepaskan dari peran para pengusaha dan saudagar di Kota Bandung. Karena itu, menurutnya, keterlibatan pengusaha dalam gerakan PERSIS perlu kembali diperkuat sebagai bagian dari khittah perjuangan organisasi.
“PERSIS didirikan oleh pengusaha dan saudagar di Kota Bandung. PERSIS harus kembali ke khittah dengan melibatkan pengusaha dalam gerakannya,” ucapnya.
Ia berharap para pengusaha yang tergabung dalam HIPPI dapat memperluas manfaat usaha, tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga bagi umat, bangsa dan negara.
“Marilah kita melebarkan dakwah dan usaha kita. Tidak hanya untuk pribadi, tetapi untuk umat dan bangsa negara, sehingga manfaatnya bisa dirasakan umat,” tuturnya.
KBB Miliki Potensi Ekonomi Besar
Cucu menilai, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memiliki potensi ekonomi yang besar, khususnya di sektor pariwisata, kuliner, peternakan dan pertanian. Potensi tersebut dinilai perlu dihubungkan dengan peluang usaha yang dapat dikembangkan para pengusaha.
HIPPI, kata dia, dapat menjadi jembatan yang mempertemukan potensi daerah dengan dunia usaha serta pemerintah. “KBB memiliki potensi wisata, kuliner, peternakan, dan pertanian. Kita ingin menjadi jembatan antara potensi dan peluang, antara pengusaha dan pasar, serta antara dunia usaha dan pemerintah,” katanya.
Menurut Cucu, sinergi tersebut diharapkan mampu membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pengusaha kuat, ekonomi umat akan kuat. Gerakan awal kita adalah membentuk kemandirian umat dan membuat ekosistem ekonomi umat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah (PD) PERSIS KBB, H. Uus Firdaus, menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan HIPPI sebagai bagian dari penguatan dakwah dan ekonomi umat di KBB.
Uus menjelaskan, PERSIS di KBB berdiri pada 2008, setahun setelah KBB resmi dimekarkan pada 2007. Pada awal berdirinya, PERSIS KBB hanya memiliki 11 cabang.
“Alhamdulillah, sekarang PERSIS sudah berkembang menjadi 16 kecamatan atau sudah ada di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat,” kata Uus.
Ia menilai keterlibatan para pengusaha dalam dakwah memiliki landasan kuat dalam sejarah perjuangan Islam. Uus mencontohkan sejumlah sahabat Rasulullah SAW yang dikenal sebagai pengusaha dan saudagar sekaligus memiliki peran besar dalam dakwah Islam.
“Dalam perjalanan dakwah Islam yang dilakukan Rasulullah, banyak pengusaha dan saudagar muslim seperti Abdurahman bin Auf, Utsman bin Affan, dan Abu Bakar Ash-Shiddiq,” ujarnya.
Menurut Uus, para sahabat tersebut tidak hanya berdakwah dengan keimanan dan tenaga, tetapi juga mengorbankan harta mereka untuk kepentingan umat.
“Mereka berdakwah dengan keimanan, jiwa, dan hartanya. Mereka adalah figur yang berakhlakul karimah, cinta jihad, dan cinta dakwah,” tuturnya.
Uus pun menyatakan kesiapan PD PERSIS KBB untuk berkolaborasi dengan HIPPI dalam mendorong kemajuan Kabupaten Bandung Barat. “Kami siap berkolaborasi dengan HIPPI untuk memajukan Kabupaten Bandung Barat,” katanya.
Pelantikan DPD HIPPI KBB diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara pengusaha, organisasi dakwah, masyarakat dan pemerintah.
Selain memperkuat aktivitas usaha, HIPPI diharapkan mampu menghadirkan ekosistem ekonomi umat yang membuka peluang kerja dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat KBB.
[]
BACA JUGA:H. Cucu Cumarna: Pengusaha HIPPI Harus Naik Kelas!