Batam, persis.or.id — Pimpinan Daerah Persatuan Islam (PD PERSIS) Kota Batam Masa Jihad 2026–2030 resmi dilantik dalam rangkaian Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) Ke-I Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW PERSIS) Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (26/9/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Aula Besar Masjid Agung Raja Hamidah, Kota Batam, tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan PD PERSIS Kota Batam dalam menjalankan amanah organisasi sekaligus memperkuat gerakan dakwah dan pembinaan umat di Kepulauan Riau.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) PERSIS Dr. K.H. Jeje Zaenudin, M.Ag., perwakilan PP PERSISTRI Bunda Hj. Katriana Sinaga, Nizar Ahmad Saputra, S.I.Kom., selaku Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI), serta Abdul Malik, S.Ud., Sekretaris PW PERSIS Provinsi Riau yang juga merupakan Ketua Umum HIMA PERSIS Provinsi Riau pertama pada masanya.
Turut hadir mewakili Wali Kota Batam, Heriman HK selaku Asisten III Administrasi Umum; Moh. Tomi Hidayat, S.H., PS. Kasubsi Verif Sikeu Polresta Barelang; Direktur PT DYRA Teguh Pribadi; Kepala Biro Kesra Provinsi Kepulauan Riau Dr. Sudianto, S.E., M.Si.; serta Ustaz Warya Burhanuddin, anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi PKS. Hadir pula jajaran PW PERSIS Kepri, pengurus PERSIS, tokoh masyarakat, sesepuh, serta tamu undangan lainnya.
M. Nurman Ardiansyah, BA., M.Pd., dipercaya memimpin PD PERSIS Kota Batam sebagai ketua untuk Masa Jihad 2026–2030.
Dalam sambutannya, Nurman menyampaikan bahwa keberadaan PERSIS di Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam, masih berada pada tahap awal pengembangan organisasi. Karena itu, ia mengharapkan bimbingan, dukungan, dan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Kami menyadari di Kepri ini, di Batam ini, kami baru dilahirkan. Oleh karena itu, kami mohon bimbingan dan nasihat dari semua tokoh dan pemimpin, khususnya Pak Wali, Pak Gubernur, dan orang tua kami di Batam,” ujar Nurman.
Ia berharap kepengurusan baru dapat membangun kerja sama dengan pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan Islam lainnya. Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar keberadaan PERSIS dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kota Batam.
“Kami mohon doa semoga PERSIS secara umum, khususnya di Kepulauan Riau, dan khususnya lagi di Batam ini bisa berkolaborasi dan bekerja sama dengan program-program pemerintah serta program-program ormas Islam dan lainnya,” katanya.
Nurman juga berharap pelantikan tersebut menjadi momentum untuk mendorong Batam menjadi kota yang lebih maju dan sejahtera, sekaligus memiliki kehidupan masyarakat yang dekat dengan nilai-nilai keagamaan.
“Semoga dengan acara ini menjadi sebuah momentum, Batam akan menjadi kota yang lebih maju, sejahtera, dan kota yang dekat dengan Allah SWT,” ujarnya.
PW PERSIS Kepri Dorong Dakwah Menjangkau Pelosok Pulau
Ketua PW PERSIS Provinsi Kepulauan Riau, Ustaz Muhamad Zaini, M.Kom.I., dalam sambutannya mengawali dengan ungkapan syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya Musykerwil dan pelantikan PD PERSIS Kota Batam.
Zaini menegaskan bahwa amanah kepengurusan merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara berjamaah. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam yang telah memfasilitasi kegiatan, serta kepada PP PERSIS dan seluruh pihak yang memberikan dukungan terhadap perkembangan PERSIS di Kepulauan Riau.
“Ini adalah amanah yang berat. Mudah-mudahan amanah ini dapat kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para sesepuh dan tokoh yang telah memberikan dukungan terhadap perjalanan PERSIS di Kepri. Salah satunya Asep Nurdin yang telah mewakafkan tempat untuk sekretariat PW PERSIS Kepri.
Zaini turut menyampaikan rasa syukur atas kehadiran PERSISTRI di Kepulauan Riau. Ia berharap keberadaan PERSISTRI dapat terus berkembang dan mengambil bagian dalam pembinaan umat dan masyarakat di wilayah tersebut.
Terkait pelantikan PD PERSIS Kota Batam, Zaini menyebutnya sebagai amanah yang harus dipikul secara bersama-sama. Menurutnya, Batam memiliki posisi strategis sebagai wilayah yang mencerminkan keberagaman Indonesia.
“Batam ini adalah miniaturnya Indonesia. Harapan kami ke depan, kami titip kepada PD PERSIS Batam. Semoga dakwah terus berjalan dan program-program dakwah bisa menjangkau pelosok pulau,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya memperluas jangkauan dakwah hingga wilayah kepulauan.
“Laut itu bukan memisahkan, tetapi menyatukan dan menghubungkan,” ujarnya.
Zaini mencontohkan kunjungan dakwah ke Pulau Dendun. Menurutnya, masyarakat di wilayah tersebut membutuhkan perhatian dan pembinaan keagamaan. Sebagian masyarakat Pulau Dendun menggantungkan kehidupan sebagai nelayan dengan kondisi jumlah penduduk yang terbatas.
“Kita sudah menyambangi salah satu pulau, yaitu Pulau Dendun. Masyarakatnya terbatas dan mata pencahariannya nelayan. Mereka membutuhkan pembinaan dari kita, dari PERSIS, untuk berdakwah di sana,” katanya.
Selain program dakwah, PW PERSIS Kepri juga membuka ruang kepedulian sosial, salah satunya melalui penggalangan donasi untuk membantu masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama sejumlah pihak.
Zaini berharap perkembangan PERSIS di Kepri tidak berhenti di Batam. Ke depan, PW PERSIS Kepri menargetkan pembentukan pimpinan daerah di sejumlah wilayah lain, di antaranya Tanjungpinang, Bintan, Natuna, dan Karimun.
“Kami mohon doa dan dukungan. Mari terus berkolaborasi untuk membantu umat. Dakwah bersatu, umat sejahtera, Indonesia maju. Mudah-mudahan dapat terwujud di tengah-tengah kita,” pungkasnya.
Ketua Umum PP PERSIS: Dakwah Harus Menjadi Gerakan Kolektif
Ketua Umum PP PERSIS Dr. K.H. Jeje Zaenudin, M.Ag., menyampaikan bahwa terdapat banyak ruang kerja sama yang dapat dikembangkan antara PERSIS di tingkat pusat, wilayah, dan daerah.
Menurut Jeje, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan program dakwah dan membuka ruang sinergi dalam berbagai aspek kehidupan umat.
Secara khusus, ia berpesan kepada jajaran pengurus PERSIS di Kepulauan Riau dan Kota Batam agar menjadikan dakwah sebagai gerakan bersama.
“Mensukseskan dakwah kepada kebaikan dan berikhtiar bukan hanya kewajiban individual, tetapi merupakan kewajiban jamaah, kewajiban kolektif,” tegasnya.
Menurutnya, dakwah tidak hanya menjadi tanggung jawab para ustaz atau aktivis dakwah, tetapi membutuhkan keterlibatan para pemimpin, umara, dan seluruh elemen masyarakat.
“Bukan hanya oleh para ustaz, bukan hanya oleh kita, tetapi dipikul bersama oleh umara, para pemimpin, dan para aktivis sosial. Inilah era dakwah secara kolektif,” jelasnya.
Jeje juga mengingatkan agar keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari seberapa banyak masyarakat mendengarkan ceramah atau mengikuti kegiatan dakwah. Lebih dari itu, dakwah harus mampu ditransformasikan menjadi perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
“Bukan hanya seberapa banyak yang mendengarkan dakwah kita, tetapi seberapa besar dakwah itu tercapai dalam moralitas, integritas, dan kekuatan umat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan program dakwah perlu dilihat dari kontribusi dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat serta kemajuan bangsa.
Gubernur Kepri Pesankan Pengurus Jaga Akhlak, Lisan, dan Jari
Kegiatan tersebut sekaligus dibuka oleh Gubernur Kepulauan Riau yang diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Sudianto, S.E., M.Si.
Sudianto menyampaikan permohonan maaf karena Gubernur Kepulauan Riau berhalangan hadir lantaran masih menjalankan agenda lain. Ia kemudian menyampaikan pesan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri kepada jajaran pengurus PERSIS yang baru dilantik.
Pesan pertama berkaitan dengan pentingnya menjaga akhlak dalam menjalankan amanah organisasi dan aktivitas dakwah.
“Pesan pertama adalah akhlak. Akhlak lebih didahulukan daripada ilmu. Tolong dijaga para pengurusnya dan disampaikan akhlaknya,” ungkapnya.
Pesan berikutnya adalah menjaga lisan. Menurutnya, perkembangan teknologi komunikasi membuat setiap perkataan dapat tersebar dengan cepat dan luas.
“Yang kedua, menjaga lisan. Sekarang jangan sembarangan berbicara. Apa yang harus disampaikan dan bagaimana menyampaikannya harus dijaga,” katanya.
Selain lisan, ia mengingatkan pentingnya menjaga “jari-jari tangan” dalam menggunakan media sosial. Dengan perangkat yang berada dalam genggaman, sebuah informasi dapat disebarkan dalam waktu singkat kepada banyak orang.
“Jaga jari-jari tangan kita. Sekarang dengan satu genggaman, dalam satu menit yang sama, apa yang kita tulis bisa menyebar ke mana-mana,” ujarnya.
Ia berharap pengurus PERSIS yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan semangat dakwah, menjaga akhlak, serta membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan kemudian secara resmi dibuka dan dirangkaikan dengan Musykerwil Ke-I PW PERSIS Provinsi Kepulauan Riau, Pelantikan PD PERSIS Kota Batam Masa Jihad 2026–2030, serta Seminar Keuangan Syariah.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar PERSIS memperluas gerakan dakwah, memperkuat pembinaan umat, serta membangun kolaborasi di Kepulauan Riau, termasuk menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan dan pelosok pulau.
BACA JUGA:Grand Launching BMT Berkah Umat STAIPI Jakarta, Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Berbasis Kampus