Perkuat Perluasan Dakwah dan Infrastruktur, Bidang Dakwah PP PERSIS Kunjungi Bangka Belitung

oleh Henri Lukmanul Hakim

12 Februari 2026 | 12:00

Tim Bidang Dakwah PP PERSIS yang melakukan kunjungan kerja ke Bangka Belitung.

Bangka Belitung, persis.or id - Bidang Dakwah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) melakukan kunjungan kerja ke Pimpinan Wilayah (PW) PERSIS Bangka Belitung pada Selasa dan Rabu, 10-11 Februari 2026.


Kunjungan kerja ini bertujuan memperkuat pengembangan dakwah dan pembinaan anggota di wilayah tersebut. Rombongan dipimpin oleh Ketua Bidang Dakwah PP PERSIS, Drs. KH. Uus Muhammad Ruhiat.


Ia didampingi Ketua Bidang Garapan Dakwah Daerah Terpencil, Ustaz Dr. Yusuf Tjajri; Ketua Bidang Garapan Kemasjidan, Ustaz Dedi Setiadi Emon; serta Bendahara 1 PP PERSIS, H. Cucu Cumarna, SE.


Kabid Dakwah PP PERSIS, Drs. KH. Uus Muhammad Ruhiat menjelaskan, sejak tiga tahun terakhir Kafilah Du’at telah diutus ke Belitung untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, sekaligus memperkuat dakwah di wilayah tersebut.


“Awalnya kami mengontrak rumah untuk Kafilah Du’at di Bulutumbang, yang kini sedang dibangun menjadi rumah permanen bagi para dai,” ujar Ustaz Uus.


Ia menambahkan, pembangunan TK PERSIS yang dikelola oleh PW PERSISTRI juga sudah berjalan sebagai bagian dari program pendidikan yang menyasar anak-anak setempat.


Kafilah dakwah juga memperluas jangkauan ke pulau-pulau kecil meskipun aksesnya sulit. “Dalam jangka panjang, kami akan meningkatkan kunjungan untuk menjangkau wilayah terpencil,” jelasnya.


Kunjungan ini juga menindaklanjuti rencana pembangunan masjid di kawasan lembaga pendidikan PERSIS, yang akan melibatkan organisasi perempuan dan lembaga kemasyarakatan.


Dalam silaturahmi dengan pengurus PERSIS dan PERSISTRI setempat, Ustaz Uus mengingatkan pentingnya berdakwah dengan keikhlasan sebagai kunci keberhasilan.


“Saya mengingatkan agar dalam membangun wilayah dakwah di daerah ini, kita harus berdakwah dan beruswah. Keberhasilan dakwah akan tercapai jika kita mengedepankan keikhlasan,” ungkapnya.


“Seorang yang ikhlas sudah mendapatkan hasil, walaupun paham yang disampaikan belum diterima oleh orang lain,” tambahnya.


Menurutnya, ketiadaan keikhlasan berarti kegagalan sejak awal. Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mengajak untuk mewujudkan berdakwah dan beruswah, termasuk dalam dunia pendidikan.


“Pengetahuan di era digital mungkin tersedia di Google, tapi mengajarkan keikhlasan, ketakwaan, dan ketauhidan hanya bisa dilakukan oleh sosok yang ikhlas dan memberikan keteladanan,” tuturnya.


[]

BACA JUGA:

Ketua Bidang Dakwah PP PERSIS Tekankan Pentingnya Menjaga Kesabaran untuk Meraih Kemabruran Haji