Jakarta, persis.or.id - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran lebih strategis sebagai pemimpin industri halal dunia melalui penguatan ekosistem halal nasional.
Ketua Bidang Maliyah PP PERSIS sekaligus dosen STAI PERSIS Jakarta, Aay Mohamad Furkon, menilai potensi Indonesia sangat besar untuk menjadi pusat halal global, terutama karena jumlah penduduk muslim terbesar di dunia serta pertumbuhan industri halal yang terus meningkat.
“Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri halal nomor satu di dunia. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar, halal bukan hanya persoalan sertifikasi produk, tetapi juga sudah menjadi gaya hidup masyarakat,” ujar Ustaz Aay ketika dimintai keterangannya, Kamis (12/3/2026).
Ia menambahkan, penguatan kebijakan halal nasional perlu terus didorong agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar produk halal, tetapi juga produsen utama di tingkat global. Ustaz Aay menilai, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memiliki peluang besar untuk menjadikan Indonesia sebagai pemimpin industri halal dunia.
Menurutnya, pemerintah melalui BPJPH perlu terus mempercepat proses sertifikasi halal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menjelang implementasi kewajiban sertifikasi halal yang akan diperluas pada 2026.
“Percepatan sertifikasi halal bagi UMKM menjadi sangat penting agar pelaku usaha lokal mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” kata dia.
Selain itu, Ustaz Aay yang juga pakar ekonomi syariah menjelaskan, sektor halal memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Saat ini, industri halal diperkirakan menyumbang sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Di tingkat global, posisi Indonesia dalam ekosistem industri halal juga terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah Malaysia dan Arab Saudi.
“Pencapaian ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Indonesia mencatat pertumbuhan skor indeks sebesar 19,8 poin, dengan keunggulan utama di sektor modest fashion yang menempati peringkat pertama dunia,” ungkapnya.
Selain modest fashion, ia menambahkan, sektor makanan dan kosmetik halal Indonesia juga menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan berbagai capaian tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemimpin industri halal global, didukung oleh besarnya pasar domestik serta meningkatnya standar kualitas produk halal nasional.
“Jika dikelola dengan serius dan didukung kebijakan yang kuat, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga bisa menjadi pusat produksi dan rujukan industri halal dunia,” pungkasnya.
[]
BACA JUGA:Isi Ramadhan, Kafilah Du'at Gelar Tasmi' dan Sebar Ta'jil Bersama Santri MDA Baiturrahman dan PC PERSIS Pondok Suguh