Pasuruan, persis.or.id - Pimpinan Wilayah PERSIS Jawa Timur gelar Orasi Ilmiah Kejamiyahan di Aula A. Hasan PPI Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Ahad (14/11/2026). Kegiatan tersebut merupakan penyerta kegiatan Musyawarah Wilayah VI PERSIS Jawa Timur.
Kegiatan Orasi Ilmiah Kejamiyahan diisi langsung oleh Ketua Bidang Jamiyyah PP PERSIS, KH. Salam Russyad, Lc. Dalam paparannya, Mudir Ma'had Tahfidz Al Farauk ini memberikan gambaran eksistensi Jam'iyyah di abad ke-2. Beliau memberikan catatan-catatan kritis terkait eksistensi Bangil sebagai lumbung kader Jamiyyah yang para alumninya tersebar dari Sabang hingga Merauke.
"PERSIS saat ini sedang melakukan transformasi yang cukup signifikan, walaupun masih belum dipahami secara baik dan merata di level bawah", tutur Salam.
"Transformasi bukan berarti berubah dari khittah. Ada yang tidak bisa dan tidak boleh berubah. Akan tetapi, tata cara yang menyesuaikan dengan kondisi yang ada," sambung Salam. "Inilah yang disebut dengan Fiqhud Dakwah," tegas Kabidjam memberikan narasi konsep dasar Transformasi gerakan Jam'iyyah.
Secara khusus, dihadapan peserta kegiatan yang mayoritas hadir dari keluarga dan civitas akademika PPI Bangil, Ust Salam mengingatkan kontribusi para alumni Bangil yang cukup signifikan.
"Banyak alumni Bangil yang menjadi pimpinan-pimpinan di berbagai provinsi," tutur Salam.
Namun, menurutnya, mereka membutuhkan penguatan aspek kejamiyahannya.
"Nah, Mudir Aam, coba masukkan materi kejamiyahan ke dalam kurikulum," sambung Salam yang disambut riuh oleh peserta.
Kegiatan Orasi Ilmiah Kejamiyahan dengan tema Persatuan Islam sebagai Pilar Penguatan Umat dan Pendidikan Islam di Jawa Timur berlangsung cukup lancar dan diikuti oleh seluruh peserta secara antusias. Peserta yang hadir para pimpinan Jam'iyyah dari Pamekasan, Sumenep, Banyuwangi, dan Tulungagung. Adapun dari bagian otonom tampak hadir PERSISTRI, Pemudi PERSOS, dan HIMA PERSIS Jawa Timur.
(MN)
BACA JUGA:Prof. Atip: Pemuda PERSIS Hari Ini Menentukan Wajah Jam’iyyah Sepuluh Tahun Mendatang