Bandung, persis.or.id - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) menjalin kerja sama dengan GKBI Investment melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), di Kantor PP PERSIS, Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, Rabu 19 Agustus 2026.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi di bidang ekonomi, sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat.
Presiden Direktur GKBI Investment, H. M. Edy Santosa, MM., MBA, mengatakan kerja sama dengan PP PERSIS memiliki nilai strategis karena terdapat kesamaan filosofi dalam membangun kemandirian dan kemaslahatan umat. “Filosofinya sama antara PERSIS dan GKBI, yaituapa yang kita lakukan dapat memberikan manfaat bagi umat,” ujarnya.
Edy menjelaskan, GKBI merupakan organisasi yang telah memiliki sejarah panjang dalam pengembangan ekonomi berbasis koperasi.
“GKBI ini sudah berusia 78 tahun, sehingga kami memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam membangun dan mengembangkan usaha,” katanya.
Menurut Edy, perjalanan panjang tersebut menjadi modal penting bagi GKBI untuk terus mengembangkan berbagai sektor usaha. “Selama 78 tahun ini, kami terus berusaha menjaga keberlangsungan usaha agar manfaatnya dapat dirasakan oleh anggota dan masyarakat,” tutur Edy.
Dalam perkembangannya, GKBI memiliki jaringan yang terdiri atas 39 koperasi. “Di dalam GKBI terdapat 39 koperasi yang menjadi bagian dari ekosistem kami,” jelas Edy.
Selain memiliki puluhan koperasi, GKBI juga menaungi basis anggota yang cukup besar. “Jumlah anggota kami sekitar 8.000 orang, sehingga potensi yang dimiliki cukup besar untuk dikembangkan bersama,” ungkap Edy.
Edy menuturkan bahwa GKBI Investment saat ini bergerak dalam beragam sektor usaha. “GKBI Investment memiliki sekitar 10 jenis usaha, dan salah satunya adalah bidang tekstil,” terangnya.
Keberagaman sektor usaha tersebut, menurut Edy, menjadi peluang untuk membangun kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak, termasuk PP PERSIS. “Dengan berbagai bidang usaha yang kami miliki, kami berharap kerja sama ini dapat dikembangkan dalam berbagai sektor yang memungkinkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, orientasi utama dari pengembangan bisnis GKBI bukan semata-mata mengejar keuntungan ekonomi. “Yang paling penting adalah bagaimana bisnis ini bisa dirasakan manfaatnya oleh umat,” tegas Edy.
Karena itu, Edy berharap MoU antara GKBI Investment dan PP PERSIS tidak berhenti sebagai dokumen formal semata. “MoU ini jangan hanya di atas kertas, tetapi harus benar-benar diejawantahkan dalam kegiatan yang nyata,” katanya.
Menurutnya, implementasi kerja sama harus diarahkan pada program-program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. “Kita ingin kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk nyata untuk kemaslahatan umat,” tutur Edy.
Edy menilai, PERSIS memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan berbagai program ekonomi dan pemberdayaan umat. “Dengan bermitra bersama PERSIS, kami berharap ruang kerja sama bisa menjadi lebih dalam dan lebih luas,” ujarnya.
Ia berharap sinergi tersebut dapat membuka peluang baru bagi penguatan ekonomi umat melalui pemanfaatan potensi dan jaringan yang dimiliki kedua pihak. “Kami ingin potensi yang ada di GKBI dan PERSIS dapat dipertemukan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” kata Edy.
Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. “Kami melihat kerja sama ini sebagai awal dari proses yang lebih panjang untuk membangun kemaslahatan bersama,” jelas Edy.
Edy menambahkan, keberadaan 39 koperasi dan ribuan anggota merupakan potensi yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi yang terarah. “Potensi koperasi dan sekitar 8.000 anggota ini harus terus kita kembangkan agar manfaat ekonominya semakin luas,” ungkapnya.
Menurut Edy, keberhasilan kerja sama nantinya tidak hanya diukur dari terlaksananya program. “Ukuran keberhasilan kita adalah ketika masyarakat dan umat benar-benar merasakan manfaat dari kerja sama ini,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga semangat kolaborasi setelah penandatanganan MoU. “Setelah MoU ini ditandatangani, yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjalankan apa yang sudah disepakati,” kata Edy.
Dengan adanya MoU tersebut, GKBI Investment berharap hubungan dengan PP PERSIS dapat berkembang menjadi kemitraan yang lebih konkret di berbagai bidang. “Kami berharap ke depan kerja sama dengan PERSIS bisa semakin dalam, semakin luas, dan semakin nyata untuk kemaslahatan umat,” pungkas Edy.
[]
BACA JUGA:Ajak Anggota Pelajari Keuntungan Investasi Emas, PP Pemudi PERSIS Gelar Seminar Ekonomi