Jakarta, persis.or.id - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) mendesak pemerintah Azerbaijan mencabut larangan penggunaan jilbab bagi muslimah. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi membatasi kebebasan beragama dan hak warga negara dalam menjalankan keyakinannya.
Ketua Umum PP PERSIS, Dr. K.H. Jeje Zaenudin, M.Ag menyatakan keprihatinannya terhadap kebijakan tersebut. Menurut dia, pembatasan jilbab tidak sejalan dengan upaya internasional untuk melawan Islamofobia dan melindungi kebebasan beragama.
“Pelarangan jilbab tidak sejalan dengan seruan PBB untuk melawan Islamofobia,” kata K.H. Jeje saat dimintai keterangannya di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Ia menilai, pemerintah seharusnya menjamin hak setiap warga untuk menjalankan ajaran agama yang diyakininya. Karena itu, kebijakan yang membatasi penggunaan jilbab perlu ditinjau kembali dengan mempertimbangkan hak asasi manusia dan prinsip kebebasan beragama.
Menurut dia, persoalan jilbab bukan semata-mata menyangkut aturan berpakaian, melainkan juga hak personal muslimah untuk menjalankan keyakinan tanpa menghadapi pembatasan yang tidak semestinya.
Ustaz Jeje mengingatkan agar pemerintah Azerbaijan tidak menerapkan kebijakan yang berpotensi memperkuat diskriminasi terhadap umat Islam. Ia juga meminta pemerintah negara tersebut menunjukkan sikap terbuka dan menghormati pilihan warganya dalam menjalankan ajaran agama.
“Tunjukkan sikap ramah, empati dan respek kepada warga muslimah,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Ustaz Jeje meminta Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia meneruskan aspirasi PP PERSIS kepada pemerintah negaranya. Ia berharap, komunikasi melalui jalur diplomatik dapat membuka ruang evaluasi terhadap kebijakan tersebut.
“Sekali lagi, saya berharap, kepada Yang Mulia Dubes Azerbaijan untuk Indonesia agar menyampaikan aspirasi ini kepada Pemerintah Azerbaijan,” tegasnya.
PP PERSIS berharap, pemerintah Azerbaijan mempertimbangkan kembali kebijakan pelarangan jilbab dengan mengedepankan penghormatan terhadap hak warga dan toleransi beragama.
[]
BACA JUGA:Hidup dalam Keberagaman, Kabid Dakwah PP PERSIS: Islam Mengajarkan Toleransi Tanpa Mencampuradukkan Akidah