PP PERSIS Paparkan Tujuh Pilar Transformasi Dakwah Hadapi Tantangan Jakarta sebagai Kota Global

oleh Henri Lukmanul Hakim

•

19 Oktober 2026 | 14:55

Ketua Bidang Jam’iyyah PP PERSIS, Ustaz Salam Rusyad (Tengah).

Jakarta, persis.or.id - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) mendorong penguatan tujuh pilar transformasi dakwah agar organisasi mampu beradaptasi dengan dinamika zaman, khususnya di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global dan pusat kebudayaan.


Ketua Bidang Jam’iyyah PP PERSIS, Ustaz Salam Rusyad, memaparkan tujuh pilar tersebut dalam kegiatan Nadwah Jam’iyyah bertajuk “Meneguhkan Transformasi Dakwah PERSIS di Jakarta sebagai Kota Global dan Budaya” di Matraman, Jakarta, Ahad (18/10/2026).


Dalam pemaparannya, Salam menekankan, transformasi dakwah harus dimulai dari perubahan paradigma berpikir. Menurut dia, pembaruan cara pandang menjadi fondasi penting agar PERSIS mampu menjawab tantangan masyarakat perkotaan tanpa meninggalkan prinsip dasar ajaran Islam.


“Pembaruan pola pikir ini menjadi fondasi awal untuk melangkah ke tahap-tahap transformasi berikutnya, terutama di tengah kompleksitas kota megapolitan seperti Jakarta,” kata Ustaz Salam.


Selain pembaruan paradigma, pilar kedua dan ketiga mencakup penguatan sistem kaderisasi serta peningkatan efektivitas dakwah digital. Lebih lanjut, Ustaz Salam menjelaskan, kaderisasi perlu diarahkan untuk melahirkan sumber daya manusia yang tangguh, kompeten, dan relevan dengan kebutuhan zaman.


Pada saat yang sama, pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan penting untuk memperluas jangkauan dakwah. “Ini agar jangkauan syiar Islam dapat menembus batas-batas geografis dan menjangkau generasi muda secara lebih luas. Sebab, dakwah Islam bersifat kaffatan linnaas (untuk seluruh manusia) dan kaffatan lil-'alamiin,” tuturnya.


Pilar keempat dan kelima berfokus pada pembaruan sektor pendidikan serta penguatan ekonomi jam’iyyah. Menurut Ustaz Salam, peningkatan mutu pendidikan diperlukan untuk membentuk generasi yang berkarakter sekaligus memiliki daya saing global.


“Upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan penguatan kemandirian ekonomi organisasi melalui pengembangan ekosistem usaha berbasis jam’iyyah,” ujar Ustaz Salam.


Dengan fondasi ekonomi yang kuat, kegiatan dakwah diharapkan tidak hanya bergantung pada dukungan sesaat, tetapi memiliki sumber daya yang lebih berkelanjutan untuk menjalankan berbagai program pelayanan umat.


Sementara itu, pilar keenam dan ketujuh meliputi penataan manajemen organisasi serta penguatan gerakan peradaban. Salam menilai, tata kelola yang modern, terstruktur, dan efektif akan membantu PERSIS menjalankan program secara lebih terarah sekaligus memperkuat kontribusinya bagi masyarakat.


Ia menegaskan, transformasi organisasi harus bermuara pada gerakan peradaban Islam yang ramah dan inklusif, serta mampu memberikan manfaat nyata di tingkat nasional maupun internasional.


Melalui tujuh pilar tersebut, PERSIS diharapkan dapat memperkuat kapasitas kader, memperluas jangkauan dakwah, meningkatkan kualitas pendidikan, dan membangun kemandirian ekonomi.


Dengan demikian, dakwah tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan yang semakin kompleks.


[]

BACA JUGA:

Kabid Jamiyyah: 95 Persen Program PP PERSIS 2024-2025 Terealisasi, Targetkan Penuntasan Struktur Wilayah dan Cabang pada 2026