Rumuskan Pelatihan Berbasis Jenjang, Badiklat Kader PP PERSIS Gelar FGD Penyempurnaan

oleh Reporter

05 Februari 2026 | 08:48

Peserta kegiatan FGD Badiklat PERSIS saat berdiskusi menentukan diklat berjenjang.

Kabupaten Bandung, persis.or.id - Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kader Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Penyempurnaan pada Rabu, 4 Februari 2026.


Bertempat di PPI 31 Banjaran, Kabupaten Bandung, acara yang dipimpin oleh Wakil Kepala Badiklat Ustadz Wahyu AS ini dihadiri oleh delapan peserta, yakni Yudi Rachman, Rosihan Fahmi, Tresna, Arif Rahman, Kurniawan, Miftah Farid, dan Ridwan Rustandi.


FGD ini menjadi langkah strategis dalam menyempurnakan sistem pendidikan dan pelatihan kader PERSIS agar lebih responsif terhadap kebutuhan organisasi di era kontemporer.


Pembahasan utama FGD terfokus pada analisis mendalam terhadap kebutuhan pelatihan dan pendidikan kader di berbagai jenjang organisasi. Peserta melakukan identifikasi komprehensif terhadap kompetensi yang dibutuhkan oleh kader di tingkat pengurus ranting, cabang, daerah, hingga pusat.


Diskusi mengungkap adanya kesenjangan antara kemampuan aktual kader dengan tuntutan tugas organisasi yang semakin kompleks, terutama dalam aspek manajemen organisasi, kepemimpinan, dan strategi dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.


Ustadz Wahyu AS dalam paparannya menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan pelatihan yang berbasis pada analisis jabatan dan tingkat kematangan organisasi di setiap jenjang.


Menurutnya, untuk kader tingkat ranting dan cabang, kebutuhan pelatihan difokuskan pada penguatan dasar-dasar pemahaman agama, keterampilan komunikasi dakwah, dan manajemen organisasi tingkat basis.


“Sementara untuk kader tingkat daerah dan pusat, pelatihan diarahkan pada pengembangan kapasitas kepemimpinan strategis, perencanaan program, pengelolaan sumber daya organisasi, serta kemampuan analisis isu-isu kontemporer yang menjadi tantangan dakwah PERSIS,” jelasnya.


Para peserta FGD juga membahas urgensi diversifikasi metode dan materi pelatihan sesuai dengan karakteristik peserta di setiap jenjang.


Diskusi tersebut menghasilkan kesepakatan untuk mengembangkan modul pelatihan bertingkat yang dimulai dari Pelatihan Dasar Kader (PDK) untuk kader baru, Pelatihan Lanjutan Kader (PLK) untuk pengurus aktif, hingga Pelatihan Kepemimpinan Organisasi (PKO) untuk calon pimpinan.


Selain itu, FGD juga merekomendasikan pengembangan pelatihan khusus berdasarkan bidang tugas, seperti pelatihan untuk bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan media dakwah yang memerlukan keahlian spesifik.


Hasil analisis kebutuhan pelatihan juga menyoroti pentingnya integrasi teknologi digital dalam kurikulum Badiklat.


Para peserta sepakat bahwa kader PERSIS di semua jenjang perlu dibekali kemampuan literasi digital, pengelolaan media sosial untuk dakwah, dan pemanfaatan platform online dalam manajemen organisasi.


Forum juga menekankan perlunya sistem evaluasi dan monitoring berkelanjutan untuk mengukur efektivitas program pelatihan, termasuk pengembangan database kader terlatih yang dapat menjadi referensi dalam regenerasi kepemimpinan organisasi.


FGD ditutup dengan perumusan rencana aksi tindak lanjut yang mencakup penyusunan roadmap penyempurnaan Badiklat, pengembangan kurikulum pelatihan berjenjang, dan pembentukan tim perumus modul pelatihan.


Selain itu, para peserta berkomitmen untuk menyusun dokumen konsep penyempurnaan sistem pendidikan dan pelatihan kader yang akan dipresentasikan kepada pimpinan PP PERSIS.


Melalui penyempurnaan ini, Badiklat PERSIS berharap dapat melahirkan kader-kader yang kompeten, berkarakter, dan siap memimpin organisasi dalam menghadapi dinamika dakwah masa depan dengan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip PERSIS.


[]

BACA JUGA:

Tingkatkan Kualitas Kader, Badiklat PP PERSIS Gelar Pelatihan Training Organizer dan Refreshment Instruktur

Reporter: Reporter Editor: Fia Afifah Rahmah