Tangerang, persis.or.id – Ketua Pimpinan Daerah Persatuan Islam (PD PERSIS) Kota Tangerang, Ustaz Budiman, SE., menegaskan bahwa anak-anak tidak seharusnya dilarang datang ke masjid selama bulan Ramadan.
Meski begitu, Ia tetap mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua serta menjaga adab dan ketertiban selama beribadah.
Menurutnya, setiap awal Ramadan masjid-masjid dipadati jemaah, termasuk anak-anak. Kondisi ini kerap memunculkan perdebatan di tengah masyarakat.
Sebagian pihak ingin melarang anak ke masjid karena dianggap mengganggu kekhusyukan, sementara sebagian lainnya membiarkan anak bermain tanpa pengawasan.
“Anak-anak perlu dibawa ke masjid untuk mendapatkan edukasi dan pembiasaan ibadah. Namun, ketertiban dan ketenangan tetap harus dijaga karena masjid adalah tempat ibadah,” ujar Ustaz Budiman, Sabtu (21/2/2026).
Ia menekankan, membiasakan anak datang ke masjid sejak dini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap tempat ibadah sekaligus mengenalkan nilai-nilai keimanan.
Untuk memperkuat pandangannya, ia mengutip sejumlah riwayat sahih. Dalam riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menggendong cucunya, Umamah, saat salat.
Ketika rukuk atau sujud, beliau meletakkannya, lalu mengangkatnya kembali saat berdiri. Riwayat tersebut menunjukkan bahwa Islam memberikan ruang bagi kehadiran anak di masjid.
Ia juga mengutip riwayat dari Abu Bakrah:
عن ابي بَكْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي فَإِذَا سَجَدَ وَثَبَ الْحَسَنُ عَلَى ظَهْرِهِ وَعَلَى عُنُقِهِ فَيَرْفَعُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفْعًا رَفِيقًا لِئَلَّا يُصْرَعَ
(رواه احمد : ١٩٦١١)
Artinya, dari Abu Bakrah bahwa Rasulullah SAW sedang salat. Ketika beliau sujud, tiba-tiba Al Hasan bin Ali melompat ke atas punggung atau leher beliau. Kemudian Rasulullah SAW mengangkatnya dengan lembut agar tidak tersungkur (HR Ahmad no. 19611).
Menurutnya, hadis tersebut semakin menegaskan bahwa keberadaan anak saat salat bukanlah hal yang terlarang, selama tetap berada dalam koridor adab dan pengawasan.
Ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memberikan pemahaman tentang adab di masjid sejak dari rumah. “Anak-anak sebaiknya tidak dilepas tanpa pengawasan,” tegasnya.
Untuk menjaga kekhusyukan sekaligus memberi ruang bagi anak beribadah, ia menyarankan agar anak dapat dikumpulkan dalam satu saf khusus di bagian belakang masjid dengan pengawasan ketat.
Alternatif lainnya adalah dengan menempatkan anak tetap berada di dekat orang tuanya masing-masing agar lebih mudah diarahkan.
“Orang tua tetap harus mengawasi. Jangan dilepas begitu saja. Kalau bersama orang tuanya, insya Allah lebih tertib,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga mengimbau jemaah dewasa agar tidak terlalu sensitif terhadap suara anak-anak selama masih dalam batas wajar.
Menurutnya, suara anak merupakan hal yang alami dan tidak semestinya menjadi alasan untuk mengurangi kekhusyukan, selama jemaah tetap fokus dalam ibadah.
Dalam kesempatan itu, Ustaz Budiman turut mengingatkan jamaah agar menyempurnakan salat Tarawih hingga imam selesai, termasuk salat Witir.
Ia menyebutkan terdapat keutamaan bagi mereka yang mengikuti salat bersama imam hingga tuntas, yakni pahala seperti salat semalam suntuk.
Menutup pesannya, ia mengajak umat Islam memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan amal ibadah, termasuk memperbanyak zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Penyaluran donasi dapat dilakukan melalui rekening Bank BSI atas nama LAZ PERSIS Kota Tangerang nomor 73297192221.
“Semoga semangat ibadah kita tidak hanya di awal Ramadan, tetapi terus meningkat hingga akhir bulan,” Ketua PD PERSIS Kota Tangerang ini.
[]
BACA JUGA:Keutamaan Masjidil-Aqsa: Masjid Suci Ketiga Umat Islam yang Harus Dijaga