Palu, persis.or.id - Sekolah Menengah Atas Islam Terpadi Persatuan Islam (SMAIT PERSIS) Palu menyelenggarakan pembinaan spiritual siswa melalui kegiatan buka puasa dan sahur bersama, Senin (13/3/26).
Bertempat di Kompleks SMAIT PERSIS Palu, kegiatan ini menghadirkan Ustaz Parid Husni Al-farizi, sebagai Kafilah Du'at angkatan XV sebagai pemateri utama. Ia menyampaikan The Grand Design sebagai tema utama.
Dalam pemaparan, Ust Parid Materi memfokuskan uraian pada upaya menjawab tantangan logis mengenai eksistensi disabilitas dan keterbatasan fisik di tengah sifat Allah yang Maha Kuasa lagi Maha Adil.
Melalui pendekatan yang disampaikan, para siswa diajak untuk tidak lagi mempertanyakan mengapa ada kekurangan, melainkan merenungkan apa hikmah di balik desain tersebut bagi penguatan ketauhidan dan rasa syukur.
Ringkasan argumen yang disampaikan meliputi: pertama, puncak penciptaan pada Tafsir suarh At-Tin ayat 4, yang menekankan bahwa setiap manusia, tanpa kecuali, diciptakan dalam Ahsani Taqwim (bentuk terbaik).
"Kebaikan bentuk ini tidak diukur dari standar estetika duniawi yang sempit, melainkan dari kesesuaian rancangan fisik dengan tugas kekhalifahan yang diembankan kepada masing-masing individu," urainya.
Kedua, keseimbangan dalam perbedaan sebagai Tafsir surah Al-Infitar ayat 7 yang mengupas makna Fa sawwaka fa ‘adalak (lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan susunan tubuhmu seimbang).
"Keadilan Allah (‘Adl) di sini dipahami sebagai harmoni sistemik. Disabilitas dipandang bukan sebagai cacat produk, melainkan sebagai variasi dalam desain besar (grand design) yang bertujuan menguji keseimbangan empati dan tanggung jawab sosial manusia lainnya," jelasnya.
Ketiga, filosofi sempurna tak harus sama, yang menjelaskan bahwa kemahakuasaan Allah justru nampak pada keberagaman ciptaan.
"Keadilan Allah bersifat absolut, tetapi tidak seragam. Ia memberikan beban ujian yang setara dengan kapasitas masing-masing, proporsionalitas hisab," ungkapnya.
Selanjutnya, pihak sekolah dan panitia juga menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Rumah Zakat yang turut memberikan dukungan hidangan berbuka dan sahur, serta sarana bagi berlangsungnya transfer ilmu yang sangat krusial bagi fondasi akidah para siswa.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama dan makan sahur, meninggalkan pesan kuat bahwa setiap raga adalah amanah dalam sebuah rancangan besar yang sempurna.
[]
BACA JUGA:
Kafilah Du'at PERSIS dan Karang Taruna Buluh Merindu Tutup Semarak Ramadhan 1447 H di Masjid Darut Taubah, Kota Palangka Raya