Teladan dari Rasulullah ﷺ dan Khulafā’
1.Nabi ﷺ mendasarkan kepemimpinan pada kasih sayang dan keadilan. Bahkan ketika seorang wanita bangsawan Quraisy terbukti mencuri, beliau menolak tebang pilih dalam hukum, bersabda:
"Demi Allah, seandainya Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya." (HR. al-Bukhārī dan Muslim)
2.Abu Bakar mengawali kepemimpinan dengan janji: “Yang lemah di sisiku akan kuat hingga haknya kupenuhi; dan yang kuat di sisiku akan lemah hingga hak orang lain kuambil darinya.”
3.Umar bin Khattab hidup sederhana, bahkan berkata: “Bagaimana aku bisa kenyang sedangkan rakyatku lapar?” Ia juga menunda penerapan hukuman hudud ketika rakyat kelaparan, menunjukkan prioritas perlindungan jiwa.
Analisis Perbandingan
Aspek | Ideal | Syariah | | Realitas Kini |
Hifẓ al-Nafs | | Nyawa dijaga di atas segalanya | | Warga sipil gugur akibat aparat |
Keadilan Sosial | | Kesederhanaan fiskal khalifah | | Privilege DPR mencolok di tengah krisis |
Amanah | | Akuntabilitas penuh di hadapan Allah | | Rasa pengkhianatan publik atas kebijakan elite |
Shūrā | | Musyawarah substansial | | Rakyat merasa tidak dilibatkan |
Teladan Pemimpin | | Sederhana, asketis, adil | | Elite tampil dengan simbol kemewahan |
Jalan Islahi (Reformasi Moral dan Kebijakan)
- Prioritaskan perlindungan jiwa melalui SOP aparat berbasis minimal force.
- Hentikan privilese fiskal berlebihan; selaraskan gaji pejabat dengan indikator kesejahteraan rakyat.
- Bangun kanal shūrā nyata, melibatkan buruh, mahasiswa, dan ormas dalam kebijakan publik.
- Revitalisasi fungsi hisbah modern: badan pengawas independen moral–kebijakan.
- Teladan kesederhanaan dari pucuk pimpinan, meniru Rasul dan Umar.
Penutup
Tragedi Affan Kurniawan adalah wake-up call bahwa kepemimpinan tanpa ruh moral dan nilai agama mudah kehilangan legitimasi. Semestinya, para penguasa menegakkan ‘adl, menjaga hifẓ al-nafs, mengelola amanah dengan penuh tanggung jawab, dan merawat rakyat dengan kasih sayang. Sebab sabda Nabi ﷺ jelas:
“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka mendoakan kalian. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan mereka membenci kalian, kalian melaknat mereka dan mereka melaknat kalian.” (HR. Muslim)
BACA JUGA:Khutbah Jumat: Pribadi Muslim Sejati