Tafsir Al-Furqan Surat Al-'Ankabut Ayat 1-27

oleh Asep Sofyan Nurdin

21 Januari 2026 | 11:30

Tafsir Al-Furqan Surat Al-'Ankabut Ayat 1-27

العنكبوت

AL-‘ANKABUT

(LABA-LABA)

Surah ke 29: 69 Ayat

Diwahyukan di MAKKAH

Juz 20

Ayat 1-27


بسم الله الرحمن الرحيم


﴿ الۤمّۤ ۗ ١ ﴾

1. Alif Lām Mīm.2885)

2885) Maksudnya, Al-Qur’an ini dari Allah, kepada Jibril, kepada Muhammad.

Periksa lebih luas Alif, Lam, Mim di surah Al-Baqarah


﴿ اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ ٢ ﴾


2. Adakah manusia menyangka bahwa mereka akan dibiarkan berkata: “Kami telah beriman”, padahal mereka tidak diuji?


﴿ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِيْنَ ٣ ﴾


3. Dan sesungguhnya Kami telah uji orang-orang yang dahulu dari mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar; dan sesungguhnya ia mengetahui orang-orang yang dusta.


﴿ اَمْ حَسِبَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِ اَنْ يَّسْبِقُوْنَا ۗسَاۤءَ مَا يَحْكُمُوْنَ ٤ ﴾


4. Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu menyangka, bahwa mereka bisa luput dari Kami? Jelek apa yang mereka putuskan!


﴿ مَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ اللّٰهِ فَاِنَّ اَجَلَ اللّٰهِ لَاٰتٍ ۗوَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ٥ ﴾


5. Barang siapa adalah ia mengharap pertemuan (dengan) Allah, maka sesungguhnya waktu (perjanjian) Allah, akan datang, dan Ia itu Yang mendengar, Yang mengetahui.


﴿ وَمَنْ جَاهَدَ فَاِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهٖ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ ٦ ﴾


6. Dan barang siapa bekerja keras, maka hanya ia bekerja keras untuk dirinya, (karena) sesungguhnya Allah itu terkaya dari pada makhluk-makhluk.


﴿ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَحْسَنَ الَّذِيْ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ٧ ﴾


7. Dan orang-orang yang beriman dan kerjakan (‘amal) yang baik-baik, sungguh Kami akan hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka, dan sungguh Kami akan ganjari mereka lebih baik dari apa yang mereka telah kerjakan.


﴿ وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا ۗوَاِنْ جَاهَدٰكَ لِتُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۗاِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ٨ ﴾


8. Dan Kami wajibkan manusia berbuat kebaikan kepada ibu bapanya; dan jika mereka berdua menarik-narikmu supaya engkau2886) menyekutukan kepadaKu sesuatu yang engkau tidak mempunyai pengetahuan padanya,2887) maka janganlah engkau taat kepada mereka; kepadaKu-lah tempat kembali kamu, lalu Aku akan terangkan kepada kamu apa yang kamu telah kerjakan.2888)


2886) “Engkau” di sini dihadapkan kepada Nabi Saw. tetapi dimaksudkan tiap-tiap seorang dari umatnya. Ketika menerima Ayat ini, nabi Muhammad tidak mempunyai ibu bapa.

2887) Apakah manusia ada mempunyai pengetahuan tentang adanya sesuatu dzat yang pantas disekutukan dengan Allah? Tentu tidak! Oleh itu, janganlah manusia sekutukan dengan Allah sesuatu yang ia tidak mempunyai pengetahuan padanya itu.

2888) “Kamu” di sini dihadapkan kepada manusia umumnya.


﴿ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَنُدْخِلَنَّهُمْ فِى الصّٰلِحِيْنَ ٩ ﴾


9. Dan orang-orang yang telah beriman dan kerjakan (amal) yang baik-baik, tentu Kami akan masukkan mereka ke dalam (golongan) orang-orang yang baik.


﴿ وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ فَاِذَآ اُوْذِيَ فِى اللّٰهِ جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللّٰهِ ۗوَلَىِٕنْ جَاۤءَ نَصْرٌ مِّنْ رَّبِّكَ لَيَقُوْلُنَّ اِنَّا كُنَّا مَعَكُمْۗ اَوَلَيْسَ اللّٰهُ بِاَعْلَمَ بِمَا فِيْ صُدُوْرِ الْعٰلَمِيْنَ ١٠ ﴾


10. Dan sebahagian dari manusia ada yang berkata: “Kami telah beriman, kepada Allah”, tetapi apabila diganggu dia di jalan Allah, ia jadikan percobaan manusia itu seperti adzab dari Allah; dan jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah berada beserta kamu”.2889) padahal bukankah Allah lebih mengetahui apa-apa yang diada-ada makhluk?

2889) Apabila kaum Muslimin dapat kemenangan dalam sesuatu peperangan mereka mengaku berdiri di pihak kaum Muslimin.


﴿ وَلَيَعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ ١١ ﴾


11. Dan sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang beriman, dan sesungguhnya Ia mengetahui orang-orang yang munafik.


﴿ وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّبِعُوْا سَبِيْلَنَا وَلْنَحْمِلْ خَطٰيٰكُمْۗ وَمَا هُمْ بِحٰمِلِيْنَ مِنْ خَطٰيٰهُمْ مِّنْ شَيْءٍۗ اِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ ١٢ ﴾


12. Dan orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: “Turutlah jalan kami, dan biarlah kami pikul dosa-dosa kamu”, padahal tidak (kuat) mereka memikul walaupun sedikit dari dosa-dosa mereka (sendiri); sesungguhnya mereka orang-orang yang berdusta.


﴿ وَلَيَحْمِلُنَّ اَثْقَالَهُمْ وَاَثْقَالًا مَّعَ اَثْقَالِهِمْ وَلَيُسْـَٔلُنَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عَمَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ ࣖ ١٣ ﴾


13. Dan sesungguhnya mereka akan pikul pikulan-pikulan mereka dan beberapa beban beserta pikulan-pikulan mereka, dan akan diperiksa mereka pada hari Kiamat dari hal dusta yang mereka telah adakan.


﴿ وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَلْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًا ۗفَاَخَذَهُمُ الطُّوْفَانُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ ١٤ ﴾


14. Dan sesungguhnya Kami telah utus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh, lalu mereka ditelan oleh topan, lantaran mereka orang-orang yang zhalim.


﴿ فَاَنْجَيْنٰهُ وَاَصْحٰبَ السَّفِيْنَةِ وَجَعَلْنٰهَآ اٰيَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ١٥ ﴾


15. Tetapi Kami selamatkan dia dan penumpang-penumpang bahtera itu, dan Kami jadikan dia satu tanda bagi makhluk.2890)

2890) Dari topan itu Kami selamatkan Nuh dan pengikut-pengikutnya yang turut masuk bahtera yang Kami perintah Nuh membuatnya, supaya jadi satu tanda kekuasaan Kami dan kebenaran Nuh.


﴿ وَاِبْرٰهِيْمَ اِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاتَّقُوْهُ ۗذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ١٦ ﴾


16. Dan (ingatlah) Ibrahim tatkala ia berkata kepada kaumnya: “Sembahlah Allah, dan takutlah kepada-Nya; yang demikian itu baik bagi kamu jika kamu tahu”.


﴿ اِنَّمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْثَانًا وَّتَخْلُقُوْنَ اِفْكًا ۗاِنَّ الَّذِيْنَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَا يَمْلِكُوْنَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوْا عِنْدَ اللّٰهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوْهُ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ١٧ ﴾


17. “Yang kamu sembah selain dari Allah, tidak lain melainkan berhala-berhala, padahal kamu adakan dusta.2891) Sesungguhnya mereka yang kamu sembah selain dari Allah, tidak memilikkan untuk kamu rezeki. Oleh itu, carilah rezeki di sisi Allah, dan sembahlah Dia, dan berterima kasihlah kepada-Nya. Kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.

2891) Kamu berdusta tentang mengatakan berhala-berhala itu Tuhan, karena mestinya Tuhan itu menjadikan bukan dijadikan.


﴿ وَاِنْ تُكَذِّبُوْا فَقَدْ كَذَّبَ اُمَمٌ مِّنْ قَبْلِكُمْ ۗوَمَا عَلَى الرَّسُوْلِ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ ١٨ ﴾


18. “Dan jika kamu mendustakan, maka (tidak aneh, karena) umat-umat yang sebelum kamu telah dustakan (juga), tetapi tidak (ada kewajiban) atas Rasul melainkan menyampaikan (dengan) nyata”.


﴿ اَوَلَمْ يَرَوْا كَيْفَ يُبْدِئُ اللّٰهُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ ۗاِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ ١٩ ﴾


19. Dan tidakkah mereka pikirkan bagaimana Allah mulai pembikinan makhluk, kemudian Ia (akan) ulangi (pembikinan) itu? Sesungguhnya yang demikian, mudah atas Allah.


﴿ قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ بَدَاَ الْخَلْقَ ثُمَّ اللّٰهُ يُنْشِئُ النَّشْاَةَ الْاٰخِرَةَ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ۚ ٢٠ ﴾


20. Katakan: “Berjalanlah kamu di bumi, lantas perhatikanlah bagaimana Ia telah mulai pembikinan; kemudian Allah akan adakan kejadian yang lain; sesungguhnya Allah amat Berkuasa atas tiap-tiap suatu”.


﴿ يُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَاِلَيْهِ تُقْلَبُوْنَ ٢١ ﴾


21. “ia akan menyiksa siapa yang Ia kehendaki; dan ia akan kasihani siapa yang Ia kehendaki; dan kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan”.


﴿ وَمَآ اَنْتُمْ بِمُعْجِزِيْنَ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ ۖوَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ ࣖ ٢٢ ﴾


22. “Dan tidaklah kamu akan terluput (dari Allah) di bumi dan tidak di langit; dan tidak ada bagi kamu pengurus dan tidak penolong selain dari Allah”.


﴿ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَلِقَاۤىِٕهٖٓ اُولٰۤىِٕكَ يَىِٕسُوْا مِنْ رَّحْمَتِيْ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ٢٣ ﴾


23. Dan mereka yang kufur kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan-Nya, ialah orang-orang yang putus asa dari rahmat-Ku, dan adalah bagi mereka adzab yang pedih.


﴿ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهٖٓ اِلَّآ اَنْ قَالُوا اقْتُلُوْهُ اَوْ حَرِّقُوْهُ فَاَنْجٰىهُ اللّٰهُ مِنَ النَّارِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ ٢٤ ﴾


24. Maka tidak ada jawaban kaumnya2892) melainkan mereka berkata: “Bunuhlah dia atau bakarlah dia”, tetapi Allah selamatkan dia dari api itu. Sesungguhnya di tentang itu, ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang (mau) beriman.

2892) Ketika nabi Ibrahim seru kaumnya dengan macam-macam keterangan dan peringatan tersebut, mereka tidak balas melainkan dengan perkataan: “Bunuhlah dia, bakarlah dia.”


﴿ وَقَالَ اِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْثَانًاۙ مَّوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ ثُمَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَّيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۖوَّمَأْوٰىكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَۖ ٢٥ ﴾


25. Dan ia berkata: “Tidak kamu mengambil, selain dari Allah beberapa berhala melainkan lantaran percintaan di antara kamu dalam kehidupan dunia;2893) kemudian, di hari Kiamat nanti, sebahagian dari kamu membenci sebahagian, dan sebahagian dari kamu mengutuk sebahagian, dan tempat kembali kamu, ialah neraka, dan tidak ada bagi kamu penolong-penolong”.

2893) Kamu menyembah berhala-berhala itu lantaran kamu cinta persatuan kaum-kaum dan takut jadi pecah belah antara kamu.


﴿ ۞ فَاٰمَنَ لَهٗ لُوْطٌۘ وَقَالَ اِنِّيْ مُهَاجِرٌ اِلٰى رَبِّيْ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ٢٦ ﴾


26. Maka telah beriman kepadanya Luth, dan ia berkata: “Sesungguhnya aku akan berpindah kepada Tuhanku, (karena) sesungguhnya Ia-lah yang Gagah, Bijaksana”.2894)

2894) Nabi Luth, keponakan nabi Ibrahim, beriman kepada ajakannya dan mengucapkan keridlaannya akan berpindah ke mana saja, dititah oleh Tuhan, karena Tuhan Berkuasa dan Bijaksana di segala hal.


﴿ وَوَهَبْنَا لَهٗٓ اِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَجَعَلْنَا فِيْ ذُرِّيَّتِهِ النُّبُوَّةَ وَالْكِتٰبَ وَاٰتَيْنٰهُ اَجْرَهٗ فِى الدُّنْيَا ۚوَاِنَّهٗ فِى الْاٰخِرَةِ لَمِنَ الصّٰلِحِيْنَ ٢٧ ﴾


27. Dan Kami kurniakan baginya2895) Ishaq dan Ya’qub, dan Kami adakan dalam turunannya kenabian dan kitab-kitab agama, dan Kami berikan kepadanya ganjarannya di dunia2896) dan sesungguhnya (adalah) ia di Akhirat kelak, dari (golongan) orang-orang yang baik.

2895) Baginya: Bagi Ibrahim

2896) Ganjaran di dunia buat nabi Ibrahim ialah bahwa:

a. Nabi-nabi yang sesudahnya semua dari turunannya.

b. ia dicintai dan dipuji oleh semua golongan agama, tidak ada yang mencela dia.

c. zamzam, baitullah, dan maqam Ibrahim di Makkah, jadi peringatan manusia akan dia.




BACA JUGA:

Tafsir Al-Furqan Surat Al-Qasas Ayat 71-88