الصّٰۤفّٰت
ASH-SAFFAT
(YANG BERBARIS)
Surah ke 37: 182 Ayat
Diwahyukan di MAKKAH
Juz 23
Ayat 1-34
بسم الله الرحمن الرحيم
﴿ وَالصّٰۤفّٰتِ صَفًّاۙ ١ ﴾
1. Perhatikanlah (jiwa-jiwa) yang bershaf-shaf rapat, 3253)
﴿ فَالزّٰجِرٰتِ زَجْرًاۙ ٢ ﴾
2. Lantas (jiwa-jiwa) yang sungguh-sungguh melarang, 3254)
﴿ فَالتّٰلِيٰتِ ذِكْرًاۙ ٣ ﴾
3. Lantas (jiwa-jiwa) yang membacakan peringatan!3255)
3253-3254-3255) Tuhan bersumpah yang maksudnya menyuruh kita memperhatikan.
Diperintah kita memperhatikan jiwa-jiwa kaum Mukminin yang berdiri bershaf-shaf dengan rapat pada menunaikan kewajiban menyembah Tuhan Yang Tunggal, lantas memperhatikan jiwa-jiwa mereka yang begitu berani mengusir dan melarang manusia beribadah kepada berhala-berhala, lantas memperhatikan jiwa-jiwa yang membaca Al-Qur’an dan mengajak mereka yang kafir untuk beragama dengan agama Allah yang suci, dengan lemah lembut dan kebijaksanaan.
Tuhan menyuruh kita memperhatikan yang tersebut, supaya jadi contoh bagi kita.
﴿ اِنَّ اِلٰهَكُمْ لَوَاحِدٌۗ ٤ ﴾
4. Sesungguhnya Tuhan kamu itu satu.
﴿ رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِۗ ٥ ﴾
5. Tuhan bagi langit dan bumi dan barang yang di antara dua itu, dan Tuhan bagi tempat-tempat terbit Matahari.3256)
3256) Kita bisa buktikan sendiri, bahwa tempat-tempat yang kelihatan matahari terbit, bukan satu, tapi beralih-alih. Tempat-tempat matahari terbenam tidak perlu disebut, karena biasanya, apabila berubah tempat terbit, berubah juga tempat masuknya.
“Tuhan bagi tempat-tempat terbit matahari” itu bisa diartikan, bahwa bumi-bumi yang mendapat cahaya dari matahari seperti bumi kita ini, ada banyak. Tiap-tiap bumi itu mempunyai masyriq (tempat terbit) dan maghrib (tempat terbenam). Jadi, artinya Tuhan bagi semua bumi-bumi yang mempunyai masyriq.
﴿ اِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِزِيْنَةِ ِۨالْكَوَاكِبِۙ ٦ ﴾
6. Sesungguhnya Kami telah hiasi langit yang dekat (ini) dengan satu perhiasan, (yaitu) bintang-bintang;
﴿ وَحِفْظًا مِّنْ كُلِّ شَيْطٰنٍ مَّارِدٍۚ ٧ ﴾
7. Dan karena hendak memelihara (dia) dari tiap-tiap setan yang durhaka;3257)
3257) Kami hiasi langit dengan bintang-bintang itu, salah satu sebabnya, ialah karena Kami hendak pelihara khabar-khabar ghaib di langit, dari pendengaran setan yang durhaka.
﴿ لَا يَسَّمَّعُوْنَ اِلَى الْمَلَاِ الْاَعْلٰى وَيُقْذَفُوْنَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍۖ ٨ ﴾
8. Tidak bisa mereka cari-cari pendengaran ke golongan yang paling tinggi, karena mereka dilontar dari tiap-tiap jurusan,3258)
3258) Malaikat adalah dari golongan yang paling tinggi, sedang jin, setan dan manusia dari golongan rendah. Hal-hal yang berhubungan dengan golongan rendah ini, diketahui oleh golongan tinggi. Setan dan jin sering mencoba hendak mendapat khabar-khabar itu, tetapi selalu diusir dan dilempar supaya enyah dari majelis-majelis malaikat.
﴿ دُحُوْرًا وَّلَهُمْ عَذَابٌ وَّاصِبٌ ٩ ﴾
9. dengan sekeras-keras pengusiran; dan (adalah) bagi mereka siksaan yang kekal.
﴿ اِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَاَتْبَعَهٗ شِهَابٌ ثَاقِبٌ ١٠ ﴾
10. Kecuali siapa-siapa yang dapat menyambar sedikit sambaran, lalu diiringkan dia oleh binatang berkilat.3259)
3259) Terkadang ada juga setan yang dapat mencuri khabar dengan tidak lengkap, tetapi diusir dia dengan rejaman bintang bercahaya yang membakar dia.
Khabar-khabar yang beginilah sampai kepada ahli-ahli tenung, lalu mereka panjang lebarkan buat jadi alat penghidupan mereka.
﴿ فَاسْتَفْتِهِمْ اَهُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمْ مَّنْ خَلَقْنَا ۗاِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّنْ طِيْنٍ لَّازِبٍ ١١ ﴾
11. Maka tanyalah mereka, apakah mereka makhluk yang lebih kuat ataukah (makhluk) yang Kami telah jadikan (itu)?3260) Sesungguhnya Kami jadikan mereka dari tanah yang liat.
3260) Hai Muhammad! Tanyalah kafir-kafir Makkah itu, apakah mereka makhluk yang lebih payah dibuat ataukah bintang-bintang di langit, malaikat, jin-jin dan setan yang Kami telah jadikan itu? Sedang manusia, Kami jadikan dari tanah yang liat.
﴿ بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُوْنَ ۖ ١٢ ﴾
12. Bahkan engkau heran, sedang mereka memperolok-olok;3261)
3261) Engkau heran mengapa mereka tidak mau beriman kepada Tuhan Yang maha kuasa itu! Sedang mereka tetap mempermain dan memperolokkanmu dan hari bangkitan!
﴿ وَاِذَا ذُكِّرُوْا لَا يَذْكُرُوْنَ ۖ ١٣ ﴾
13. Dan apabila diingatkan, mereka tidak mau ingat;
﴿ وَاِذَا رَاَوْا اٰيَةً يَّسْتَسْخِرُوْنَۖ ١٤ ﴾
14. Dan apabila melihat satu tanda (kebenaran), mereka berajak-ajakan pada memperolok-olok;
﴿ وَقَالُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ ۚ ١٥ ﴾
15. Dan mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.”
﴿ ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ ١٦ ﴾
16. “Adakah apabila kita sudah mati dan jadi tanah dan (tinggal) tulang, bahwa kita akan dibangkitkan (kembali?”
﴿ اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَۗ ١٧ ﴾
17. “Dan (dibangkitkan) jugakah bapa-bapa kita yang dahulu-dahulu?”
﴿ قُلْ نَعَمْ وَاَنْتُمْ دٰخِرُوْنَۚ ١٨ ﴾
18. Katalah: “Ya, dalam keadaan kamu terhina!”3262)
3262) Ya, kamu dan bapa-bapa kamu akan dibangkitkan dalam keadaan terhina.
﴿ فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌ فَاِذَا هُمْ يَنْظُرُوْنَ ١٩ ﴾
19. Maka (bangkitan) itu tidak lain melainkan satu teriakan saja, lantas tiba-tiba mereka (dapat) melihat (amal-amal mereka).
﴿ وَقَالُوْا يٰوَيْلَنَا هٰذَا يَوْمُ الدِّيْنِ ٢٠ ﴾
20. Dan mereka akan berkata: “Hai kecelakaan kami! Ini (dia) hari Pembalasan.”
﴿ هٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَ ࣖ ٢١ ﴾
21. “Inilah (dia) hari Putusan yang pernah kamu dustakan.”3263)
3263) Akan dikatakan kepada mereka: “Inilah dia hari Pembalasan yang pernah kamu dustakan.”
﴿ اُحْشُرُوا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا وَاَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ ۙ ٢٢ ﴾
22. “Kumpulkanlah mereka yang zhalim dan istri-istri mereka dan apa-apa yang mereka sembah.”3264)
3264) yaitu istri-istri yang sama agamanya dengan suami-suami mereka dan siapa-siapa dan apa-apa yang ridla disembah oleh kafir-kafir itu.
﴿ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَاهْدُوْهُمْ اِلٰى صِرَاطِ الْجَحِيْمِ ٢٣ ﴾
23. “Selain dari Allah, lantas bawalah mereka ke jalan jahim”3265)
3265) Jahim: Jahannam, neraka.
﴿ وَقِفُوْهُمْ اِنَّهُمْ مَّسْـُٔوْلُوْنَ ۙ ٢٤ ﴾
24. “Dan tahanlah mereka (karena) mereka akan ditanya.”3266)
3266) Ayat 22-24 firman Allah kepada malaikat-Nya.
﴿ مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُوْنَ ٢٥ ﴾
25. “Mengapa kamu tidak bertolong-tolongan?”3267)
3267) Yakni, mengapa kamu tidak bertolong-tolongan sebagaimana di dunia pada menyusahkan utusan Allah?
﴿ بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُوْنَ ٢٦ ﴾
26. Tetapi mereka pada hari ini, menyerah diri;
﴿ وَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ ٢٧ ﴾
27. Dan sebahagian dari mereka maju kepada sebahagian (buat) bertanya-tanyaan.
﴿ قَالُوْٓا اِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُوْنَنَا عَنِ الْيَمِيْنِ ٢٨ ﴾
28. Mereka berkata: “Sesungguhnya kamu telah datangi kami dengan kekerasan”.3268)
3268) Pengikut-pengikut berkata kepada ketua-ketua mereka: “Di dunia kamu lakukan kekerasan supaya kami tidak beriman kepada utusan Tuhan itu.”
﴿ قَالُوْا بَلْ لَّمْ تَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَۚ ٢٩ ﴾
29. Mereka jawab: “Tetapi memang kamu tidak beriman;”3269)
3269) Sebelum kami paksa, kamu sendiri memang tidak mau beriman kepada utusan Tuhan itu. Jadi, kekufuran kamu bukan dengan paksaan.
﴿ وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍۚ بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طٰغِيْنَ ٣٠ ﴾
30. “Dan tidak ada bagi kami kekuasaan atas kamu,3270) tetapi (memang) kamu kaum yang durhaka.”
3270) Ketua-ketua itu berkata lagi, bahwa kami tidak mempunyai kekuasaan buat memaksa kamu, tetapi memang kamu kaum yang durhaka dan kamu sendiri sudah tidak mau beriman kepada utusan Tuhan yang dikirim untuk kamu.
﴿ فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَآ ۖاِنَّا لَذَاۤىِٕقُوْنَ ٣١ ﴾
31. “Oleh itu, pantaslah putusan Tuhan kita atas kita, bahwa kita akan merasakan (adzab).”
﴿ فَاَغْوَيْنٰكُمْ اِنَّا كُنَّا غٰوِيْنَ ٣٢ ﴾
32. “Maka kami telah ajak kamu kepada kesesatan, karena kami (memang) sesat,”3271)
3271) Ketua-ketua kafir itu mengaku, bahwa mereka ada pernah ajak kepada kesesatan, karena mereka sendiri pun di waktu itu dalam kesesatan. Tentang paksaan, mereka tidak akui.
﴿ فَاِنَّهُمْ يَوْمَىِٕذٍ فِى الْعَذَابِ مُشْتَرِكُوْنَ ٣٣ ﴾
33. Maka pada hari itu, mereka bersekutu pada (menerima) adzab.3272)
3273) Di hari pembalasan kelak, ketua dan pengikut-pengikutnya sama-sama menerima ‘adzab.
﴿ اِنَّا كَذٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِيْنَ ٣٤ ﴾
34. Sesungguhnya begitulah Kami berbuat terhadap orang-orang yang durhaka.
BACA JUGA:Tafsir Al-Furqan Surat Yasin Ayat 71-83