Yayasan Nurul Iman Diintegrasikan ke Jam'iyyah PERSIS Puspahiang, Pendidikan Lokal Diperkuat

oleh Reporter

01 Juni 2026 | 09:04

Peserta musyawarah penngintegrasian PAUD Kober Bina Insani dan MDT Nurul Iman ke jam'iyyah Persatuan Islam (PERSIS) Puspahiang.

Tasikmalaya, persis.or.id — Yayasan Nurul Iman yang membawahi PAUD dan MDT Nurul Iman yang berdiri sejak 2003 resmi diintegrasikan ke jam'iyyah Persatuan Islam (PERSIS) Puspahiang. Keputusan ini diambil lewat musyawarah yang digelar di Ciawi pada 31 Mei 2026, dan mendapat sambutan positif dari pengurus serta wakil muwakif.


"Izinkan kami menyampaikan, dengan kesadaran dan tanpa paksaan Yayasan Bina Insani dibubarkan dan diintegrasikan ke jam'iyyah PERSIS," ujar Ihsan Setiadi Latief mewakili keluarga muwakif.


Penggabungan ini menandai berakhirnya status organisasi di bawah yayasan dan perpindahan kelembagaan ke naungan PERSIS.


Hadir dalam pertemuan antara lain Ketua dan Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) PERSIS Puspahiang, Ustaz Diki dan Ustaz Eko; Ketua PD PERSIS Tasikmalaya Ustadz Dede Reviana Ibrahim; dan Bidang Pendidikan PD, Ustadz Rifqy Yuhana.


Ada pula jajaran tasykil PD; Ketua PD Pemuda PERSIS Kabupaten Tasikmalaya, Ustadz Andri Nurkamal; serta perwakilan muwakif Drs. Ahmad Yusuf, Ustaz Iman Setiawan Latief, dan Ustaz Ihsan Setiadi Latief.


Ustadz Diki dan Ustadz Eko menyambut penggabungan tersebut dengan legowo dan bahagia. "Ini yang ditunggu-tunggu, karena kita sudah dicap PERSIS meskipun belum memakai label PERSIS oleh masyarakat," kata keduanya.


Mereka juga menegaskan harapan agar kelembagaan baru ini dapat memperkuat identitas dan pelayanan pendidikan setempat.


Menurut Ustaz Iman Setiawan Latief, PERSIS sebagai organisasi yang legal dan formal serta dilindungi undang-undang memberikan kepastian hukum yang lebih kuat.


"Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tinggal pendekatan ke masyarakat dan pemerintah yang harus dilakukan PC Puspahiang yang baru dibentuk tahun 2021," ujarnya.


Musyawarah juga membahas rencana pengembangan pendidikan. Ustadz Dede Reviana Ibrahim menyambut baik pembubaran Yayasan Bina Insani sekaligus mendukung rencana pendirian SMP PERSIS di Puspahiang.


Menurutnya lokasi sekolah yang strategis di pinggir jalan kabupaten memberi peluang besar. "Insya Allah Pimpinan Daerah siap mensupport sekolah di Puspahiang," kata Ustadz Dede.


[]

BACA JUGA:

PERSIS Dukung Program Kampung Bersama di Kota Tasikmalaya

Reporter: Reporter Editor: Fia Afifah Rahmah