Dewan Hisbah PERSIS Dorong Lahirnya Kader Mujtahid melalui Daurah Ushul Fiqih

oleh Andri Ridwan

•

23 Oktober 2026 | 08:54

Para peserta kegiatan Daurah Ushul Fiqih yang menjadi program PP PERSIS bersama Badiklat Kader.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Daurah Ushul Fiqih, Drs. H. Wahyu As, mengatakan kegiatan ini berangkat dari kegelisahan sekaligus harapan mengenai keberlanjutan kaderisasi ulama di lingkungan PERSIS.


Ia mempertanyakan sejauh mana jam’iyyah telah memiliki sistem kaderisasi yang kokoh untuk menjawab tantangan Islam pada abad kedua perjuangannya.


“Kegelisahan ini bukan untuk meragukan jam’iyyah, melainkan lahir dari kecintaan terhadap PERSIS dan keinginan agar tanggung jawab pengembangan ulama tidak pernah berhenti,” ujarnya.


Wahyu menjelaskan, PERSIS memiliki sejarah panjang dalam pemurnian akidah, pendidikan, dan dakwah. Tradisi tersebut, menurutnya, tidak cukup dipertahankan melalui cerita tentang masa lalu.


Akan tetapi harus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan melalui sistem kaderisasi yang terencana. “Tradisi keilmuan tidak bisa hanya diceritakan. Tradisi itu harus dipelihara, dikembangkan, dan direproduksi dalam sistem yang terjaga,” katanya.


Ia menilai, tantangan kaderisasi di lingkungan jam’iyyah masih terletak pada penguatan sistematika dan kesinambungan antarlembaga.


Karena itu, seluruh ikhtiar pendidikan dan pengembangan kader perlu dirangkai menjadi ekosistem yang terintegrasi, dengan Badiklat Kader memiliki peran penting dalam membangun pendidikan kader yang terencana dan terukur.


“Masa depan jam’iyyah bukan hanya ditentukan oleh seberapa besar organisasi tumbuh, tetapi juga oleh seberapa kuat kita menyiapkan ulama sebagai penunjuk arah perjuangan,” tutur Wahyu.


Lebih lanjut, Wahyu menekankan bahwa ushul fiqih tidak boleh dipandang sekadar sebagai disiplin ilmu yang dipelajari secara teoritis. Ilmu tersebut merupakan metodologi penting untuk memahami cara menggali hukum dari dalil, sehingga kader ulama memiliki landasan yang kuat ketika menghadapi persoalan baru.


Melalui Daurah Ushul Fiqih, Dewan Hisbah dan Badiklat Kader PP PERSIS diharapkan dapat memperkuat kesinambungan tradisi ijtihad serta melahirkan generasi ulama yang mendalam pemahaman agamanya, terukur kapasitas keilmuannya, dan siap melayani kebutuhan umat.


[]

BACA JUGA:

32 Asatidz PERSIS Ikuti Daurah Tadarrus Al-Qur’an di Makkah al Mukarramah

Reporter: Andri Ridwan Editor: Fia Afifah Rahmah