Karom Kloter KJT 24: Sempat Terkendala, Jamaah KBIHU PP PERSIS Selesaikan Rangkaian Ibadah Haji Sesuai Syari'at

oleh Henri Lukmanul Hakim

02 Juni 2026 | 10:30

Foto bersama KBIHU PP PERSIS Kloter KJT 24 setelah evaluasi pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Makkah, persis.or.id - Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) Kloter KJT 24 menggelar evaluasi pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M di Sektor 7, Makkah, Senin (1/6/2026) malam waktu setempat.


Evaluasi tersebut dihadiri Sekretaris Umum PP PERSIS yang juga mendapat amanah sebagai Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. KH. Haris Muslim, serta jajaran pembimbing dan petugas kloter.


Ketua Rombongan (Karom) Kloter KJT 24, Dr. H. Ino Sutrisno, menyampaikan, secara umum seluruh rangkaian ibadah haji, mulai dari Tarwiyah, Arafah, Muzdalifah, Mina hingga Tawaf Ifadah, berjalan dengan lancar dan tertib.


"Ibadah Tarwiyah dapat dilaksanakan dengan baik. Sebelum pelaksanaan, kami terlebih dahulu melakukan survei lapangan untuk meninjau akses jalan yang nantinya akan ditempuh jamaah sehingga pelaksanaan di lapangan lebih terukur dan aman," ujar Ustadz H. Ino.


Ia menjelaskan bahwa pada fase wukuf di Arafah, jamaah KBIHU PP PERSIS dijemput setelah salat Subuh dan seluruh jamaah telah menempati tenda yang disediakan pada pukul 10.00 waktu setempat.


Menurut Ustadz H. Ino, pelaksanaan wukuf berlangsung khusyuk dan lancar. Khutbah Arafah disampaikan oleh Ustadz Rahmat Effendi hingga menjelang waktu wukuf.


"Alhamdulillah, secara keseluruhan pelaksanaan di Arafah berjalan lancar. Kami juga bersyukur karena KBIHU PP PERSIS mendapatkan tenda tersendiri sehingga jamaah dapat lebih nyaman dalam beribadah," katanya.


Sementara itu, kata dia, mobilisasi jamaah menuju Muzdalifah berlangsung sesuai rencana. Seluruh jamaah telah berada di Muzdalifah sekitar pukul 20.00 dan melaksanakan mabit hingga tengah malam. Salat Magrib dan Isya juga dilaksanakan secara jama’ takhir di lokasi tersebut.


Meski demikian, pihaknya mencatat adanya kendala saat perpindahan dari Muzdalifah menuju Mina. Antrean kendaraan yang panjang menyebabkan waktu tempuh mencapai sekitar tiga jam.


"Ada sedikit kendala saat mobilisasi ke Mina karena antrean kendaraan cukup padat. Banyak jamaah dari kelompok lain yang masuk ke area antrean meskipun belum waktunya, sehingga terjadi kepadatan dan waktu perjalanan menjadi lebih lama," ungkapnya.


Setibanya di Mina, sempat terjadi persoalan dalam pembagian tempat tidur karena bercampurnya jamaah dari berbagai kelompok. Namun situasi tersebut dapat segera ditangani oleh petugas.


"Awalnya memang ada kendala dalam penempatan tempat tidur karena mulai bercampur dengan jamaah lainnya. Akan tetapi, alhamdulillah kondisi tetap kondusif dan dapat ditertibkan dengan baik," terangnya.


Usai pelaksanaan lontar jumrah dan tahallul, jamaah melaksanakan penyembelihan hadyu melalui program Adahi. Proses penyembelihan berjalan lancar dan dapat dipantau melalui aplikasi resmi yang disediakan.


"Alhamdulillah, pelaksanaan hadyu berjalan lancar. Kami juga melakukan pengecekan melalui aplikasi sehingga prosesnya dapat dipastikan sesuai ketentuan," papar dia.


Selanjutnya, pada 11 dan 12 Dzulhijjah, jadwal kepulangan jamaah ke Makkah berlangsung antara pukul 07.00 hingga 11.00. Karena pertimbangan teknis dan kondisi lapangan, lontar jumrah tanggal 11 Dzulhijjah digabungkan dengan lontar jumrah tanggal 12 Dzulhijjah.


Adapun Tawaf Ifadah dilaksanakan setelah jamaah mengambil nafar awal. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi kesehatan jamaah, mengingat sejumlah jamaah mengalami kelelahan dan gangguan kesehatan pasca Armuzna.


"Kami menyesuaikan jadwal Tawaf Ifadah karena cukup banyak jamaah yang mengalami kelelahan setelah Armuzna. Namun alhamdulillah seluruh jamaah dapat melaksanakan Tawaf Ifadah dengan baik," tutur Ino.


Ia menegaskan, secara keseluruhan seluruh rangkaian ibadah haji KBIHU PP PERSIS Kloter KJT 24 berjalan sesuai perencanaan dan tuntunan syariat.


"Secara keseluruhan, pelaksanaan seluruh rangkaian ibadah haji 1447 H/2026 M berlangsung tertib, lancar, sesuai dengan rencana, serta berpedoman kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Ini menjadi nikmat dan karunia besar yang patut kita syukuri," pungkasnya.


[]

BACA JUGA:

Ketua Bidang Dakwah PP PERSIS: Ibadah Haji Dapat Jadi Harapan Perdamaian