Jakarta, persis.or.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Ustaz Dr. Jeje Zaenudin, M.Ag memaparkan tugas, peran, serta arah pengembangan Perguruan Tinggi PERSIS sebagai bagian dari penguatan pendidikan jamiyyah.
Ustaz Jeje menjelaskan, tugas dan tujuan Perguruan Tinggi PERSIS telah ditetapkan dalam Pedoman Jamiyyah serta Pedoman Sistem Pendidikan Tinggi PERSIS Tahun 2022–2027.
Dalam struktur organisasi, Bidang Garapan Perguruan Tinggi memiliki peran strategis dalam membantu Ketua Bidang Tarbiyah menjalankan tugas-tugas jamiyyah, baik ke dalam maupun ke luar organisasi, khususnya di sektor pendidikan tinggi.
“Bidang Pendidikan Tinggi bertanggung jawab memimpin pembinaan dan pengembangan seluruh perguruan tinggi di lingkungan PERSIS,” ujar Ustaz Jeje saat dimintai keterangan, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, bersama Ketua Bidang Tarbiyah, Bidang Garapan Pendidikan Tinggi merumuskan kebijakan serta strategi pembinaan dan pengembangan perguruan tinggi, meliputi penguatan sumber daya manusia, kelembagaan, serta sistem tata kelola.
“Seluruh kebijakan tersebut merujuk pada Pedoman Jamiyyah Persatuan Islam Tahun 2022–2027,” tegasnya.
Tujuan Perguruan Tinggi PERSIS
Ustaz Jeje memaparkan, Perguruan Tinggi (PT) PERSIS bertujuan melahirkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu keislaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi guna mendukung pengembangan dakwah serta pendidikan jamiyyah PERSIS.
“Selain itu, PT PERSIS diharapkan mampu mencetak kader-kader jamiyyah yang siap melanjutkan estafet perjuangan PERSIS, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” jelasnya.
PT PERSIS juga diarahkan untuk berperan aktif dalam menopang pembangunan nasional, sejalan dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan oleh negara.
Visi dan Misi
Adapun visi PT PERSIS adalah “Menjadi perguruan tinggi PERSIS yang unggul, berkarakter Islami, berbasis riset dan inovasi, serta berdaya saing nasional dan internasional pada tahun 2050.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, sejumlah misi ditetapkan, antara lain: Pertama, menyelenggarakan pendidikan berkualitas yang integratif antara sains dan teknologi, ilmu keislaman, serta kemanusiaan.
Kedua, mengembangkan penelitian dan inovasi yang bermanfaat bagi umat, masyarakat, dan bangsa.
Ketiga, membangun ekosistem hilirisasi dan kewirausahaan berbasis nilai-nilai PERSIS.
Keempat, mengembangkan tata kelola modern dan akuntabel sesuai prinsip good university governance.
Kelima, membangun jejaring kolaborasi nasional dan internasional dengan perguruan tinggi, lembaga riset, industri, serta organisasi masyarakat Islam.
Dan keenam, melahirkan lulusan sebagai mujahid Islam di berbagai bidang yang berintegritas, berakhlak mulia, kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Target Jangka Pendek
Dalam jangka pendek, PT PERSIS menargetkan pembentukan Center of Excellence (CoE) pada sejumlah bidang strategis, meliputi Keuangan dan Ekonomi Syariah, fan Teknologi Digital dan Artificial Intelligence (AI) Islami.
Juga Studi Al-Qur’an dan Hadits, Pendidikan Islam, serta Industri Halal dan Kemasyarakatan Dakwah.
Selain itu, PT PERSIS juga diarahkan untuk mengembangkan unit-unit bisnis kampus di sektor industri halal, kesehatan, edutech, serta layanan sosial keumatan.
Target Jangka Panjang
Sementara itu, target jangka panjang PT PERSIS mencakup pencapaian reputasi internasional menuju world class university.
Beberapa sasaran strategis yang dicanangkan antara lain masuk dalam Top 30 Perguruan Tinggi Islam Nasional dan Top 500 Perguruan Tinggi Asia, membuka program studi internasional dan double degree, serta meningkatkan publikasi internasional hingga 40 persen di jurnal Scopus Q1–Q3.
PT PERSIS juga ditargetkan memiliki kemitraan global yang kuat dengan berbagai lembaga di Asia, Afrika, Eropa, dan Australia, serta membangun ekosistem kampus sebagai Islamic Innovation and Technopreneurship Ecosystem.
“Penguatan program magister dan doktor, khususnya di bidang syariah dan hukum, serta pengembangan laboratorium, pusat riset, dan perpustakaan digital untuk mendukung industri halal, kesehatan, edutech, dakwah, dan sosial keumatan menjadi prioritas utama,” pungkas Ustaz Jeje.
[]
BACA JUGA:Bertolak ke Malaysia, Ketum PERSIS Kiai Jeje Hadiri Majelis Cendekiawan Madani Malaysia–Indonesia